Teknologi
AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 Mulai Dijual, Ini Spek 192GB, Harga Perangkat, dan Bandingnya dengan RTX Spark
Perangkat AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 (Gorgon Halo) mulai dijual dengan RAM 192GB. Simak spek, harga Minisforum, Framework, HP ZBook Ultra G3a, banding dengan RTX

AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 akhirnya keluar dari slide presentasi dan masuk ke toko. Chip berkode nama Gorgon Halo ini adalah penerus Strix Halo, dan daya tarik utamanya ada di memori: sampai 192GB unified memory, dengan 160GB di antaranya bisa dipakai sebagai VRAM untuk menjalankan model AI besar langsung di perangkat.
Pada 5 Oktober 2026, AMD membagikan benchmark resmi Gorgon Halo, dua hari sebelum acara Microsoft yang diperkirakan menjadi panggung peluncuran Nvidia RTX Spark. Di saat yang sama, perangkat pertamanya sudah bisa dipesan, mulai dari mini PC Minisforum sampai Framework Desktop. Artikel ini akan menjelaskan spek lengkap ketiga chip Ryzen AI Max PRO 400, daftar harga perangkat yang sudah muncul, perbedaannya dengan RTX Spark dan generasi sebelumnya, serta bagaimana kondisinya buat pembeli di Indonesia.
Apa yang diumumkan AMD pada 5 Oktober 2026
Gorgon Halo sebenarnya bukan nama baru. AMD pertama kali memperkenalkan keluarga Ryzen AI Max PRO 400 pada 21 Mei 2026, lalu membahasnya lebih detail di acara Advancing AI pada Juli. Yang baru minggu ini adalah angka performa resmi, jumlah pengiriman, dan fakta bahwa perangkatnya mulai beredar.
Berikut poin-poin utama dari presentasi AMD:
- Rebranding iseng "Agentic Micro Devices". Mike Nordquist, Corporate Vice President Client Product Marketing AMD, membawakan strategi PC klien dengan plesetan dari Advanced Micro Devices. Pesannya jelas: AMD ingin PC tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi menjalankan agen AI yang mengerjakan tugas secara mandiri.
- Lebih dari setengah juta "agentic PC" sudah dikirim. Awalnya AMD menyebut puluhan juta AI PC, lalu mengklarifikasi bahwa angka untuk kelas Ryzen AI Max adalah lebih dari 500 ribu unit.
- Benchmark model besar. AMD mengklaim chip ini bisa menjalankan GLM 5.3 Flash (320 miliar parameter) secara lokal sekitar 20 token per detik, dan Qwen 3.8 Flash Next sampai 42 token per detik.
- Ekosistem software. Perplexity membawa Portable Computer ke sistem Ryzen AI Max, Microsoft memilih Ryzen AI Halo sebagai platform pertama untuk Project Zenith, dan Cisco ikut menggarap integrasi keamanan untuk perusahaan.
Catatan: Waktunya jelas bukan kebetulan. Nvidia dan Microsoft dijadwalkan tampil pada 7 Oktober 2026, dan AMD ingin narasi "PC agen AI" tidak dimonopoli RTX Spark.
AMD juga membawa contoh nyata dari studio LightSail VR, peraih Emmy yang mengerjakan video VR 16K. Studio ini membuat agen "koordinator produksi" di desktop Ryzen AI Max yang terhubung ke Slack tim. Menurut AMD, agen tersebut membantu tim mengelola enam sampai sembilan produksi sekaligus dengan tenaga yang biasanya cukup untuk dua produksi, tanpa data keluar dari studio.
Spek Ryzen AI Max PRO 400: tiga chip, semuanya bisa 192GB
Ada tiga model di lini awal. Ketiganya masih memakai arsitektur yang sama dengan Strix Halo, yaitu CPU Zen 5, GPU RDNA 3.5, dan NPU XDNA 2. Perbedaan besar dengan generasi sebelumnya ada di kapasitas dan kecepatan memori.
| Model | Core/Thread | Boost/Base | Cache | GPU | NPU | cTDP | Memori maks |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Ryzen AI Max+ PRO 495 | 16/32 | 5,2 / 3,1 GHz | 80MB | Radeon 8065S (40 CU) | 55 TOPS | 45–120W | 192GB |
| Ryzen AI Max PRO 490 | 12/24 | 5,0 / 3,2 GHz | 76MB | Radeon 8050S (32 CU) | 50 TOPS | 45–120W | 192GB |
| Ryzen AI Max PRO 485 | 8/16 | 5,0 / 3,6 GHz | 40MB | Radeon 8050S (32 CU) | 50 TOPS | 45–120W | 192GB |
Beberapa hal yang perlu dicatat dari tabel di atas:
- Memori naik 50%. Strix Halo mentok di 128GB LPDDR5X-8000, sedangkan Gorgon Halo mendukung 192GB LPDDR5X-8533.
- VRAM sampai 160GB. Lewat fitur Variable Graphics Memory, hingga 160GB bisa dialokasikan ke GPU. Di generasi lama batasnya 96GB.
- Bandwidth hanya naik tipis. Bus memori tetap 256-bit, sehingga bandwidth naik dari sekitar 256GB/s ke 273GB/s, atau kira-kira 6–7%.
- Hanya 495 yang dapat bump clock. CPU dan GPU di model 495 naik 100MHz. Model 490 dan 485 praktis sama dengan pendahulunya, hanya mendapat dukungan memori lebih besar.
AMD menyebut Ryzen AI Max PRO 400 sebagai prosesor klien x86 pertama yang mampu menjalankan model 300 miliar parameter secara lokal pada kuantisasi 4-bit. Label "PRO" menandakan fitur keamanan dan manajemen untuk perusahaan. HotHardware melaporkan bahwa versi non-PRO dengan spek dasar identik juga ada, tetapi perangkat yang muncul sejauh ini memakai varian PRO.
Harga perangkat Ryzen AI Max+ PRO 495 yang sudah muncul

AMD tidak menjual chip ini secara terpisah. Harganya baru terasa lewat perangkat buatan mitra, dan ternyata angkanya cukup bikin kaget. Berikut daftar yang sudah bisa dicek per awal Oktober 2026:
- Minisforum MS-S1 MAX-P495 — mini PC dengan 192GB dan SSD 2TB, dijual US$7.399 di AS (kira-kira Rp132,6 juta). Harga normalnya tertulis US$9.249, dan pengiriman dijadwalkan pertengahan Oktober.
- Framework Desktop 192GB — pre-order dibuka 30 September 2026. Edisi DIY dijual US$6.799 (kira-kira Rp121,8 juta), sedangkan versi rakitan dengan Fedora dan SSD 2TB US$7.449 (kira-kira Rp133,4 juta). Pengiriman batch pertama dimulai November.
- HP ZBook Ultra G3a 16 — laptop workstation 16 inci yang diumumkan 15 September 2026 dan dijadwalkan tersedia Oktober. Lewat kalkulator HP, konfigurasi 495 + 192GB + SSD 512GB tercatat US$7.449 (kira-kira Rp133,4 juta). Konfigurasi 495 + 128GB US$5.999 (kira-kira Rp107,5 juta), dan 490 + 64GB US$3.899 (kira-kira Rp69,9 juta).
- GMKtec EVO-X3 varian 495 — sudah diumumkan dengan 192GB, tetapi harga dan tanggal rilisnya belum ada. Versi EVO-X3 dengan Ryzen AI Max+ 395 dijual mulai US$3.600.
- Ryzen AI Halo generasi kedua — kotak developer buatan AMD dengan 495 dan 192GB. Harganya belum diumumkan, sementara versi lama dengan Ryzen AI Max+ 395 dan 128GB dibanderol US$3.999 (kira-kira Rp71,6 juta).
Kenapa semahal itu? Jawaban paling besar ada di harga RAM. Framework terang-terangan menyebut model 192GB lebih mahal karena kondisi pasar memori, dan mereka hanya membuka satu batch sesuai stok memori yang ada. Mike Nordquist dari AMD juga mengakui sistem 192GB saat ini berada di kisaran US$4.000–5.000 ke atas (kira-kira Rp71,7–89,6 juta).
Catatan: Semua angka rupiah di artikel ini adalah estimasi dengan kurs sekitar Rp17.915 per US$ (kurs pasar 6 Oktober 2026), belum termasuk ongkos kirim, bea masuk, dan pajak.
Klaim performa AMD dan catatan penting di baliknya
Angka performa AMD terdengar menggiurkan, tetapi konteks pengujiannya perlu dibaca dengan teliti. Tom's Hardware Italia mencatat bahwa pengujian dilakukan pada September di Ryzen AI Halo dengan 495 dan 192GB, memakai Unsloth Desktop dan prompt yang sangat pendek.
Ringkasan klaim dan catatannya:
- GLM 5.3 Flash (320B, kuantisasi IQ4_XS): sekitar 20 token/detik. Model ini adalah MoE dengan sekitar 18 miliar parameter aktif per token. AMD sendiri mengakui 20 token/detik bukan respons instan, sehingga skenarionya lebih cocok untuk pekerjaan latar, misalnya tugas yang dijalankan malam hari dan dicek keesokan paginya.
- Qwen 3.8 Flash Next: sampai 42 token/detik dengan Multi-Token Prediction aktif dan kuantisasi 4-bit dinamis dari Unsloth.
- Versus Intel Core Ultra X9 388H: 1,1 sampai 32,2 kali lebih cepat di beban AI generatif ComfyUI. Masalahnya, sistem Intel di pengujian itu hanya punya 64GB memori, sementara sistem AMD punya 192GB. Tom's Hardware juga tidak menemukan model "Yuve" yang memberi angka 32,2 kali di Hugging Face.
Data independen pertama justru datang dari Framework. Dalam pengujian bersama Donato Capitella, DeepSeek V4.1 Flash Q2 berjalan di kisaran 14 token per detik tanpa speculative decoding, dan naik sekitar 16–20% dengan DSpark. Framework juga terus terang bahwa konfigurasi GLM-5.3 Flash terlalu lambat untuk sesi coding interaktif.
Tips: Kalau tujuan utamanya adalah kecepatan generate, perhatikan bandwidth, bukan hanya kapasitas. Kapasitas besar membuat model muat, tetapi bandwidth yang menentukan seberapa cepat token keluar.
Manfaat paling realistis dari 192GB menurut Framework adalah dua hal. Pertama, model besar seperti DeepSeek V4.1 Flash bisa muat di satu mesin tanpa streaming dari SSD atau clustering. Kedua, dua model bisa dimuat sekaligus, misalnya model cepat untuk sesi utama dan model yang lebih pintar untuk dimintai "second opinion" saat agen buntu.
Banding singkat dengan RTX Spark, DGX Spark, dan Ryzen AI Max+ 395
Gorgon Halo jelas diposisikan untuk melawan Nvidia RTX Spark, dan sampai batas tertentu Mac dengan chip M-series. Perbedaannya dengan para pesaing bisa diringkas seperti ini:
| Aspek | Ryzen AI Max+ PRO 495 | Ryzen AI Max+ 395 | Nvidia RTX Spark / DGX Spark (GB10) |
|---|---|---|---|
| Memori maks | 192GB | 128GB | 128GB |
| VRAM yang bisa dialokasikan | Sampai 160GB | Sampai 96GB | Memori terpadu |
| Bandwidth | ~273GB/s | ~256GB/s | Disebut setara, ~273GB/s |
| Arsitektur CPU | x86 (Zen 5) | x86 (Zen 5) | Arm |
| OS | Windows dan Linux | Windows dan Linux | DGX Spark: Linux; RTX Spark: Windows on Arm |
Beberapa hal yang membedakan di lapangan:
- Kapasitas vs kecepatan. AMD unggul kapasitas 64GB, tetapi bandwidth-nya kurang lebih sama dengan GB10. Untuk kecepatan generate, keduanya sama-sama dibatasi bandwidth. Nvidia diperkirakan tetap unggul di prefill dan software berbasis CUDA. Ulasan Tom's Hardware terhadap Ryzen AI Max+ 395 juga menunjukkan chip AMD kalah dari DGX Spark di time to first token dan token per detik pada tiga model yang diuji.
- x86 native. AMD terus menekankan bahwa aplikasi Windows dan Linux berjalan tanpa lapisan emulasi. Ini relevan untuk software profesional seperti SolidWorks, Autodesk 3ds Max, Altium, dan Mastercam yang sebagian besar hanya berjalan native di Windows x86.
- Gaming tetap bisa. GPU Radeon 8065S dengan 40 CU masih layak untuk main game di resolusi menengah, dan AMD menyebut FSR sudah tersedia di lebih dari 700 game.
- Upgrade dari 395 tipis. Kalau sudah punya mesin Ryzen AI Max+ 395 128GB, peningkatannya hampir hanya di kapasitas memori. Untuk generasi berikutnya, komunitas menunggu Medusa Halo yang dirumorkan memakai bus LPDDR6 384-bit.
Harga resmi perangkat RTX Spark sendiri belum diumumkan. Pembahasan lengkap soal chip Nvidia itu sudah ada di artikel mughu.id sebelumnya tentang harga dan spek RTX Spark N1X.
Reaksi komunitas: memorinya besar, tapi bandwidth jadi ganjalan
Di forum teknologi, sambutan untuk Gorgon Halo cenderung campuran. Antusiasme soal 192GB ada, tetapi banyak yang mempertanyakan apakah harganya sepadan.
Baca juga Google Kini Bisa Pakai Data Gmail dan Foto untuk Iklan, Ini Cara Mematikannya
Beberapa tema yang paling sering muncul:
- Bandwidth dianggap tidak sepadan dengan harga. Di r/LocalLLaMA, komentar teratas di thread pre-order Framework menyebut bandwidth 256–273GB/s membuat mesin ini "terrible for the price". Ada juga yang membandingkan bahwa beberapa bulan lalu uang yang sama bisa membeli GPU RTX 6000 96GB dengan bandwidth sekitar 1,8TB/s.
- Harga RAM jadi biang keladi. Di Hacker News, pemilik Framework Desktop 128GB mengeluh mesin yang sama kini sekitar 2.000 dolar Kanada lebih mahal. Perwakilan Framework yang ikut berkomentar di thread itu menjawab bahwa belum ada tanda harga memori turun dalam setahun ke depan.
- Pengguna nyata justru cukup puas dengan model MoE. Beberapa pemilik Ryzen AI Max+ 395 bercerita bahwa model seperti Qwen3.6-35B-A3B berjalan sekitar 50 token/detik dan nyaman untuk coding. Model dense berukuran besar tetap terasa lambat.
- Nama chip jadi bahan bercanda. "Ryzen AI Max+ PRO 495" memancing banyak komentar soal nama yang terlalu panjang, sampai ada yang bercanda menunggu versi "Pro Max Ultra Elite".
- Kritik soal perbandingan AMD. Pembaca Tom's Hardware Italia menilai perbandingan dengan Intel kurang adil karena memori dan kelas sistemnya berbeda jauh.
Kesimpulan dari obrolan komunitas cukup konsisten. Mesin ini masuk akal untuk yang benar-benar butuh kapasitas besar, misalnya memuat model MoE raksasa atau beberapa model sekaligus. Untuk penggunaan umum, mesin 128GB generasi sebelumnya atau setup GPU diskrit sering dianggap lebih masuk akal secara harga.
Kondisi di Indonesia: sudah bisa dibeli belum?
Per 6 Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi perangkat Ryzen AI Max+ PRO 495 untuk pasar Indonesia, baik dari AMD, HP, Lenovo, maupun ASUS. Meski begitu, generasi sebelumnya sudah lumayan mudah ditemukan, sehingga jalurnya kemungkinan akan serupa.
Gambaran harga Strix Halo yang sudah beredar di sini:
- Minisforum MS-S1 MAX dengan Ryzen AI Max+ 395, 128GB, dan SSD 2TB tercatat sekitar Rp71,15 juta di toko komputer MyComShop dengan status pre-order.
- HP ZBook Ultra G1a dengan Ryzen AI Max+ PRO 395, 32GB, dan SSD 1TB tercatat sekitar Rp70,9 juta di Mbizmarket dengan garansi resmi.
- ASUS ROG Flow Z13 (2025) dengan Ryzen AI Max+ 395 sudah dijual resmi lewat ASUS Indonesia.
Kalau harga Strix Halo 128GB saja sudah di kisaran Rp70 jutaan, perangkat 495 dengan 192GB hampir pasti jauh di atas Rp100 juta begitu masuk resmi. Buat yang berencana membeli, ada beberapa hal praktis yang perlu dipertimbangkan:
- Impor langsung berisiko. Barang kiriman dari luar negeri dikenai bea masuk dan pajak impor, dan klaim garansi lintas negara untuk mini PC bisa merepotkan.
- Framework Desktop belum dijual resmi di Indonesia, sehingga pembelian harus lewat jasa titip atau forwarder.
- HP ZBook Ultra G3a punya peluang paling besar masuk resmi, karena seri ZBook Ultra G1a sudah dijual dengan garansi resmi di sini.
- Hitung kebutuhan token dulu. AMD mengklaim satu Ryzen AI Halo bisa menghemat sampai US$750 per bulan (kira-kira Rp13,4 juta) dibanding cloud, dengan asumsi sekitar enam juta token per hari. Buat developer atau tim kecil yang belum memakai sebanyak itu, langganan API masih jauh lebih murah.
Peringatan: Hati-hati dengan listing marketplace yang menulis "Ryzen AI Max 495" tanpa detail kapasitas memori dan garansi. Pastikan kapasitas 192GB benar-benar tertulis di spesifikasi resmi produsen.
Poin penting
- Ryzen AI Max+ PRO 495 (Gorgon Halo) adalah refresh Strix Halo dengan memori sampai 192GB dan VRAM sampai 160GB.
- Bandwidth hanya naik ke sekitar 273GB/s, jadi peningkatan terbesar ada di kapasitas, bukan kecepatan.
- Perangkat pertama dibanderol sekitar US$6.799–7.449 untuk konfigurasi 192GB (kira-kira Rp121,8–133,4 juta).
- AMD mengklaim GLM 5.3 Flash berjalan sekitar 20 token/detik, tetapi diuji dengan prompt sangat pendek.
- Belum ada perangkat 495 resmi di Indonesia; generasi 395 sudah dijual di kisaran Rp70 jutaan.
Referensi
- AMD (2026). AMD Powers Next-Generation Agent Computers with New Ryzen AI Halo Developer Platform and Ryzen AI Max PRO 400 Series Processors
- Tom's Hardware (2026). AMD attempts to get ahead of expected RTX Spark launch with Gorgon Halo AI benchmarks
- Tom's Hardware (2026). AMD Ryzen AI Max 400 'Gorgon Halo' packs up to 192GB of unified memory
- Tom's Guide (2026). AMD just flaunted its own 192GB monster chip to spoil Nvidia's RTX Spark party
- Tom's Hardware Italia (2026). AMD diventa Agentic Micro Devices, Ryzen AI Max porta gli agenti in locale
- TweakTown (2026). AMD launches the Ryzen AI Max PRO 400 series of CPUs, up to 16 cores with 192GB of unified memory
- HotHardware (2026). AMD Shows Off Gorgon Halo Ryzen AI Max PRO 400 Series At Its Advancing AI 2026 Event
- TechSpot (2026). One of the first Ryzen AI Max+ Pro 495 PCs costs $7,399 and comes with 192GB of unified memory
- Framework (2026). 192GB Framework Desktop open for pre-order
- Framework (2026). What 192GB Changes for Local AI on the Framework Desktop
- HP (2026). HP Redefines the Mobile Workstation for the Era of Agentic AI
- TechRadar (2026). HP debuts $7,449 Ryzen AI Max+ PRO 495 laptop with 192GB RAM
- Digital Citizen (2026). GMKtec EVO X3 Will Get Ryzen AI Max Plus PRO 495 With 192GB Memory Later This Year
- Hacker News (2026). New Framework Desktop Option with AMD Ryzen AI Max+ Pro 495 and 192GB Memory
- MindPattern (2026). Framework opens Gorgon Halo desktop preorders at $6,799 for 192GB, and r/LocalLLaMA says the 256 GB/s bandwidth doesn't justify it
- CNN Indonesia (2026). Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS Selasa Pagi
Pertanyaan Umum
Berapa harga perangkat AMD Ryzen AI Max+ PRO 495?
Apa bedanya Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan Ryzen AI Max+ 395?
Apakah Ryzen AI Max+ PRO 495 lebih cepat dari Nvidia RTX Spark?
Model AI apa saja yang bisa dijalankan dengan 192GB?
Kapan Ryzen AI Max+ PRO 495 masuk Indonesia?
Kesimpulan
AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 adalah langkah AMD untuk mengklaim posisi sebagai platform PC agen AI dengan memori terbesar di kelas x86. Kapasitas 192GB dan VRAM 160GB membuka peluang menjalankan model MoE raksasa atau beberapa model sekaligus di satu mesin, dan perangkatnya kini sudah bisa dipesan dari Minisforum, Framework, dan HP.
Di sisi lain, bandwidth yang hampir tidak berubah dan harga RAM yang melonjak membuat perangkat 192GB dibanderol di kisaran Rp120–133 juta (estimasi). Buat yang benar-benar butuh kapasitas besar dan ingin tetap di ekosistem x86, ini pilihan paling masuk akal saat ini. Buat yang lain, ada baiknya menunggu hasil pengujian RTX Spark minggu ini dan kepastian harga resmi di Indonesia sebelum memutuskan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar