Kecerdasan Buatan

Gemini di Chrome Kini Bisa Belanja dan Isi Formulir Sendiri, Kapan Masuk Indonesia?

M
Mughu
15 menit baca
Gemini di Chrome Kini Bisa Belanja dan Isi Formulir Sendiri, Kapan Masuk Indonesia?

Fitur auto browse Gemini di Chrome yang bisa belanja, isi formulir, dan pesan tiket kini masuk India. Ini cara kerjanya, syarat, batas harian, harga Google AI P

Google resmi membawa fitur auto browse di Gemini di Chrome ke India pada 7 Oktober 2026. Ini adalah fitur agen AI di dalam browser Chrome yang bisa mengerjakan tugas berlapis atas nama penggunanya, misalnya membandingkan harga, memasukkan barang ke keranjang belanja, mengisi formulir panjang, sampai memesan tempat parkir untuk sebuah acara. Di India, fitur ini sekarang tersedia untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra, baik di Chrome desktop maupun Android.

Kabar ini menarik buat pembaca di sini karena Gemini di Chrome sebenarnya sudah masuk Indonesia sejak April 2026, tetapi auto browse belum ikut dibuka. Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan auto browse, bagaimana cara kerjanya, apa syarat dan batas pemakaiannya, berapa harga paket Google AI di Indonesia, bagaimana hasil uji coba media, dan seberapa besar peluang fitur ini segera hadir untuk pengguna di Indonesia.

Auto browse resmi masuk India, ini yang diumumkan Google

Pengumuman ini datang lewat blog resmi Google India dan ditulis oleh Charmaine Dsilva, Senior Director Product Management Chrome. Ada dua kabar sekaligus yang dibawa Google dalam satu pengumuman.

  1. Gemini di Chrome hadir untuk semua pengguna Android di India. Sebelumnya, di India asisten ini baru tersedia di desktop (Mac, Windows, Chromebook Plus) dan iOS sejak Maret 2026.
  2. Auto browse dibuka untuk pelanggan AI Pro dan AI Ultra di India, di Chrome desktop dan Chrome Android.

Google menyebut auto browse bisa menangani tugas harian yang membosankan, seperti memesan parkir untuk acara, mengisi formulir yang panjang, atau memesan belanjaan mingguan. Ada satu catatan penting di bagian bawah pengumuman: auto browse untuk saat ini hanya berjalan di perangkat yang bahasanya diatur ke Inggris, dan Gemini di Chrome versi Android awalnya hanya mendukung bahasa Inggris Amerika dan Inggris Britania. Google bilang bahasa lain akan menyusul, tetapi belum memberi tanggal.

Catatan: Ini bukan fitur yang benar-benar baru. Auto browse pertama kali diluncurkan sebagai pratinjau di Amerika Serikat pada akhir Januari 2026, lalu masuk ke Chrome Android di AS pada 18 Agustus 2026. India adalah negara pertama di luar AS yang mendapat fitur ini secara resmi.

Cara kerja auto browse di Chrome

Selama ini Gemini di Chrome lebih mirip asisten yang duduk di panel samping. Asisten ini bisa merangkum artikel, menjawab pertanyaan soal halaman yang sedang dibuka, membandingkan isi beberapa tab, sampai mengedit gambar dengan Nano Banana. Auto browse menambah satu kemampuan besar, yaitu Gemini ikut mengklik, mengetik, dan berpindah halaman sendiri sampai tugasnya selesai.

Berdasarkan halaman bantuan resmi Chrome, alurnya kira-kira seperti ini:

  1. Pengguna menekan tombol Ask Gemini di bagian atas Chrome, lalu menuliskan tugasnya.
  2. Gemini menyusun rencana kerja lebih dulu. Pengguna diminta mengecek apakah perintah, konteks halaman, dan data pribadinya sudah dipahami dengan benar.
  3. Kalau rencananya sudah cocok, pengguna menekan Start Task. Tab yang sedang dipakai Gemini akan diberi ikon auto browse.
  4. Untuk langkah sensitif, misalnya membayar, mengirim pesan, atau menyetujui syarat layanan, Gemini akan berhenti dan meminta konfirmasi atau meminta pengguna mengambil alih.
  5. Pengguna bisa menekan Take over task kapan saja, lalu mengembalikan tugas dengan Resume atau Give back task. Tugas juga bisa dihentikan dengan menutup tabnya.
flowchart TD
    A[Tulis tugas di panel Gemini] --> B[Gemini menyusun rencana]
    B --> C{Rencana sudah benar?}
    C -- Belum --> A
    C -- Sudah --> D[Start Task: Gemini mulai browsing]
    D --> E{Ada langkah sensitif?}
    E -- Ya --> F[Minta konfirmasi atau pengguna ambil alih]
    F --> D
    E -- Tidak --> G[Tugas selesai, hasil dilaporkan]

Ada juga beberapa detail yang jarang dibahas tetapi penting:

  • Gemini memilih sendiri situs yang dipakai. Halaman bantuan Chrome menyebut Gemini bisa membagikan data pribadi pengguna ke situs-situs tersebut demi menyelesaikan tugas.
  • Bisa login otomatis, tapi harus diizinkan. Dengan izin pengguna, Gemini bisa memakai Google Password Manager dan Sign in with Google. Google menegaskan kata sandinya sendiri tidak dibagikan ke Gemini atau ke situs lain.
  • Terhubung dengan Gemini Spark. Di Chrome desktop, agen Gemini Spark bisa meminjam auto browse untuk tugas seperti belanja atau memesan perjalanan. Kalau laptop dimatikan sebelum tugas selesai, Spark bisa pindah ke browser jarak jauh milik Google.

Syarat dan batas pemakaian auto browse

Auto browse bukan fitur yang otomatis muncul untuk semua pengguna Chrome. Halaman bantuan resmi Chrome mencantumkan cukup banyak syarat, dan sebagian di antaranya cukup ketat.

Syarat Keterangan
Usia Minimal 18 tahun
Negara Saat ini AS, dan sejak 7 Oktober 2026 juga India
Langganan Google AI Pro atau Google AI Ultra di akun pribadi
Bahasa perangkat Harus bahasa Inggris
Akun Akun Google pribadi; akun sekolah tidak bisa, akun kantor harus diizinkan admin
Mode Tidak tersedia di mode Penyamaran (Incognito)
Perangkat Chrome desktop dan Android; belum ada di iPhone dan iPad
Keamanan Safe Browsing harus di mode Standard atau Enhanced

Lalu ada batas harian yang menurut kami cukup menentukan apakah fitur ini terasa berguna atau tidak:

  • Google AI Pro: maksimal 20 tugas berlapis per hari.
  • Google AI Ultra: maksimal 200 tugas berlapis per hari.
  • Ada juga batas jumlah tugas yang bisa berjalan bersamaan, tetapi angkanya tidak disebutkan.

Dua puluh tugas sehari sebenarnya cukup untuk pemakaian pribadi, misalnya membandingkan harga hotel atau mengisi beberapa formulir. Namun, bagi yang ingin menjadikan auto browse sebagai asisten kerja seharian penuh, batas ini akan cepat habis.

Tips: Kalau sudah memenuhi syarat tetapi fiturnya belum muncul, Google menyebut auto browse dirilis bertahap. Pengaturannya ada di Settings > AI innovations > Gemini in Chrome, dengan sakelar bernama "Let Gemini browse for you".

Harga Google AI Pro dan Ultra dalam rupiah

Karena auto browse hanya untuk pelanggan berbayar, wajar kalau pertanyaan berikutnya adalah soal biaya. Paket Google AI sendiri sudah resmi dijual di Indonesia dengan harga rupiah. Berikut harga yang tercantum di halaman langganan Gemini Indonesia saat artikel ini ditulis.

Paket Harga per bulan Dapat auto browse (di negara yang didukung)?
Gratis Rp0 Tidak
Google AI Plus Rp75.000 Tidak disebutkan di syarat auto browse
Google AI Pro Rp309.000 Ya, maksimal 20 tugas per hari
Google AI Ultra (5x) Rp1.579.000 Ya, maksimal 200 tugas per hari
Google AI Ultra (20x) Rp3.399.000 Ya, maksimal 200 tugas per hari

Sebagai pembanding, di Amerika Serikat Google AI Pro dijual sekitar US$20 per bulan, atau kira-kira Rp358.000. Jadi harga resmi di Indonesia sedikit lebih murah.

Peringatan: Berlangganan AI Pro dari Indonesia belum otomatis membuka auto browse. Paket Pro di sini tetap memberi Gemini 3.1 Pro, Deep Research, kredit Google Flow, Google Antigravity, dan penyimpanan 5 TB, tetapi auto browse masih dikunci berdasarkan negara. Jangan berlangganan hanya demi fitur ini sebelum Google mengumumkannya untuk Indonesia.

Seberapa pintar auto browse? Ini hasil uji media

Google tentu memamerkan contoh yang mulus, seperti mencari dekorasi pesta dari sebuah foto lalu memasukkannya ke keranjang sesuai anggaran. Hasil uji media independen menunjukkan gambaran yang lebih campur aduk.

Ars Technica menguji auto browse dengan enam tugas pada Februari 2026. Skornya beragam:

  1. Mencari paket listrik di situs pembanding dapat nilai 10/10 karena filter dan menu dropdown dipakai dengan benar tanpa perlu diarahkan ulang.
  2. Memilah diskon game di PlayStation Store dapat 7/10. Tugasnya hampir selesai, tetapi Gemini meminta konfirmasi untuk setiap game dan tidak membedakan judul PS4 dan PS5.
  3. Membuat situs penggemar di NeoCities dapat 7/10 setelah dicoba dua kali.
  4. Membuat playlist dari siaran radio hanya dapat 6/10, karena auto browse gagal memakai YouTube Music dan baru berhasil saat diarahkan ke Spotify.
  5. Mengumpulkan kontak dari Gmail ke Google Sheets cuma dapat 1/10. Datanya sedikit dan salah tempat.

Rata-rata skornya 6,5 dari 10. Kesimpulan Ars cukup tajam: auto browse masih seperti "menjaga robot yang mudah terdistraksi", karena hampir setiap tes butuh dorongan atau perintah ulang.

WIRED punya cerita yang mirip. Saat diminta memesan dua tiket simfoni dekat lorong, auto browse memang memilih kursi dekat lorong di luar area orkestra, tetapi kedua kursinya ada di baris yang berbeda. Saat diminta mencari jaket kulit di Depop, auto browse hanya memasukkan tiga hasil teratas ke keranjang. Untuk tugas mencari lokasi kemah yang lebih rumit, prosesnya memakan waktu hampir 15 menit dan hasilnya setengah jadi.

Dari dua uji ini, polanya cukup jelas:

  • Kuat untuk tugas yang jelas dan terstruktur, seperti mengisi filter, membandingkan harga, dan mengisi formulir.
  • Lemah untuk tugas yang butuh selera, akal sehat, atau menunggu lama, seperti memantau halaman selama satu jam.
  • Sering berhenti untuk meminta konfirmasi, sehingga label "auto" terasa belum sepenuhnya otomatis.

Reaksi warganet dan soal keamanan

Di forum teknologi, sambutan untuk auto browse tidak seramai yang mungkin dibayangkan Google. Di utas Hacker News soal peluncuran Gemini di Chrome pada Januari lalu, ada yang menyebut auto browse sebagai pesaing langsung ChatGPT Atlas. Namun, banyak komentar lain justru bertanya balik, apakah ada orang yang benar-benar butuh browser yang bisa browsing sendiri. Kekhawatiran yang cukup sering muncul adalah agen AI nantinya lebih memilih produk dari mitra Google ketimbang produk yang paling cocok untuk penggunanya.

Di Reddit, nadanya lebih terbelah. Sebagian pengguna di komunitas Gemini terkesan karena agen bisa bekerja di tab atau jendela terpisah, sementara sebagian lain di komunitas teknologi umum mengingatkan risiko prompt injection, yaitu perintah jahat yang disembunyikan di halaman web untuk membelokkan agen AI.

Soal keamanan ini memang bukan sekadar teori. Beberapa poin yang perlu diketahui:

  1. Google mengakui risikonya sendiri. Halaman bantuan Chrome menyebut auto browse masih eksperimental, bisa melakukan kesalahan, termasuk menyelesaikan pembelian tanpa izin, dan pengamannya tidak menjamin perlindungan dari semua risiko.
  2. Ada lapisan pengaman tambahan. Menurut tim keamanan Chrome, ada model pengawas terpisah yang mengecek setiap aksi sebelum dijalankan, pembatasan situs agar agen hanya membuka situs yang relevan, dan pendeteksi prompt injection secara real-time. Google juga menyediakan hadiah bug bounty hingga US$20.000 (sekitar Rp358 juta) untuk celah di batas keamanan agen ini.
  3. Pernah ada celah serius. Unit 42 dari Palo Alto Networks menemukan celah CVE-2026-0628 di panel Gemini Chrome. Celah ini memungkinkan ekstensi jahat membajak panel Gemini untuk menyalakan kamera dan mikrofon, mengambil tangkapan layar, dan membaca file lokal. Google sudah menambalnya pada awal Januari 2026, sebelum detailnya dipublikasikan.

Catatan: Kalau nanti auto browse sudah tersedia, sebaiknya jangan langsung dipakai untuk situs perbankan, dompet digital, atau data kesehatan. Mulailah dari tugas ringan seperti membandingkan harga, lalu tetap aktifkan konfirmasi untuk setiap pembayaran.

Kapan auto browse masuk Indonesia?

Sampai artikel ini ditulis, Google belum mengumumkan jadwal auto browse untuk Indonesia. Namun, pola peluncuran Gemini di Chrome sejauh ini bisa dipakai untuk membaca arah, asalkan tetap diingat bahwa ini perkiraan dan bukan janji resmi.

Waktu Kejadian
September 2025 Gemini di Chrome hadir di desktop untuk pengguna AS
Akhir Januari 2026 Auto browse dirilis sebagai pratinjau di AS (desktop)
11 Maret 2026 Gemini di Chrome masuk India, Selandia Baru, dan Kanada
21 April 2026 Gemini di Chrome resmi masuk Indonesia (desktop dan iOS)
18 Agustus 2026 Gemini di Chrome untuk semua pengguna Android AS, auto browse masuk Android AS
7 Oktober 2026 Auto browse dan Gemini di Chrome Android dibuka di India

Dari tabel ini, ada beberapa hal yang bisa dibaca:

  • Indonesia tertinggal sekitar enam minggu dari India untuk Gemini di Chrome versi awal. Kalau pola yang sama berulang, auto browse bisa saja menyusul dalam beberapa bulan, tetapi belum ada jaminan.
  • Hambatan terbesarnya justru bahasa. Auto browse masih mewajibkan perangkat berbahasa Inggris. Pengguna di India banyak yang memakai bahasa Inggris sehari-hari, sedangkan mayoritas pengguna di Indonesia memakai Chrome dan Android dalam bahasa Indonesia. Bisa jadi Google menunggu dukungan bahasa Indonesia siap lebih dulu.
  • Ekosistem belanja lokal juga berpengaruh. Contoh yang dipakai Google banyak menyasar situs AS. Agar terasa berguna di sini, agen perlu lancar memakai marketplace, situs tiket, dan formulir pemerintah lokal yang tampilannya sangat beragam.

Untuk saat ini, fitur Gemini di Chrome yang sudah bisa dipakai di Indonesia antara lain merangkum halaman, bertanya soal isi halaman, membandingkan isi beberapa tab, menghubungkan Gmail, Calendar, Maps, dan YouTube, serta mengedit gambar dengan Nano Banana 2. Untuk Android, Google Indonesia menjelaskan pada April lalu bahwa Gemini bisa dipanggil saat memakai Chrome dengan menekan dan menahan tombol daya.

Peringatan: Mengubah lokasi dengan VPN atau mendaftar memakai alamat luar negeri demi mencoba auto browse lebih awal bisa melanggar ketentuan layanan Google. Risikonya lebih besar lagi kalau agen tersebut diberi akses ke kartu pembayaran atau akun penting.

Banding singkat dengan agen browser lain

Auto browse bukan satu-satunya agen AI yang bisa mengendalikan browser. Laporan Unit 42 menyebut beberapa browser AI yang sudah beredar, yaitu ChatGPT Atlas dari OpenAI, Comet dari Perplexity, Copilot di Microsoft Edge, dan Gemini di Chrome. Perbedaannya bisa dirangkum seperti ini:

  • Jangkauan pengguna: Kelebihan terbesar Google adalah Chrome sudah terpasang di sangat banyak laptop dan ponsel Android. Pengguna tidak perlu memasang browser baru seperti saat mencoba Atlas atau Comet.
  • Integrasi aplikasi Google: Auto browse bisa memakai alat Gmail di belakang layar tanpa membuka tampilan Gmail. Namun, Ars Technica justru menemukan agen ini kesulitan memakai Google Sheets dan YouTube Music, dua produk Google sendiri.
  • Model bisnis: Auto browse hanya untuk pelanggan berbayar dengan batas harian yang jelas. Ars menyebut Google mengisyaratkan fitur ini bisa dibuka untuk pengguna gratis di masa depan, tetapi belum ada pengumuman resmi.
  • Asisten pribadi baru: Di luar browser, ada juga asisten seperti Meta Muse dan Hark Pro yang menjanjikan hal serupa, yaitu mengerjakan tugas online atas nama pengguna. Persaingan agen AI ini kemungkinan akan makin ramai sampai akhir 2026.

Poin penting

  • Auto browse adalah agen AI di Gemini di Chrome yang bisa belanja, mengisi formulir, dan memesan sesuatu atas nama pengguna.
  • Sejak 7 Oktober 2026, fitur ini tersedia di India untuk pelanggan AI Pro dan AI Ultra, di desktop dan Android.
  • Syaratnya antara lain usia 18 tahun, perangkat berbahasa Inggris, akun pribadi, dan bukan mode Penyamaran.
  • Batas harian 20 tugas untuk AI Pro dan 200 tugas untuk AI Ultra.
  • Harga Google AI Pro di Indonesia Rp309.000 per bulan, tetapi langganan dari Indonesia belum membuka auto browse.
  • Uji Ars Technica memberi rata-rata 6,5 dari 10, dan WIRED juga menemukan banyak kesalahan kecil yang butuh pengawasan.
  • Google belum mengumumkan jadwal untuk Indonesia; bahasa dan ekosistem lokal kemungkinan menjadi penentu.

Referensi

  1. Google Blog India (2026). Bringing Gemini in Chrome with auto browse to India
  2. The Verge (2026). Google's expanding its Gemini in Chrome 'auto browse' feature to India
  3. Google Chrome Help (2026). Ask Gemini in Chrome to complete tasks for you with auto browse
  4. Google Blog (2026). The new era of browsing: Putting Gemini to work in Chrome
  5. Google Blog (2026). Expanding Chrome's AI experiences to India, New Zealand and Canada
  6. Google Blog Indonesia (2026). Chrome dengan teknologi AI yang lebih pintar dan membantu hadir di Indonesia
  7. Google Gemini (2026). Google AI Pro & Ultra: harga paket Indonesia
  8. Ars Technica (2026). We let Chrome's Auto Browse agent surf the web for us, here's what happened
  9. WIRED (2026). I Let Google's 'Auto Browse' AI Agent Take Over Chrome. It Didn't Quite Click
  10. Unite.AI (2026). Gemini in Chrome Opens to All U.S. Android Users as Auto Browse Goes Mobile
  11. Unit 42 Palo Alto Networks (2026). Taming Agentic Browsers: Vulnerability in Chrome Allowed Extensions to Hijack New Gemini Panel
  12. Hacker News (2026). Diskusi komunitas: Putting Gemini to Work in Chrome
  13. Reddit r/GeminiAI dan r/technology (2026). Diskusi pengguna soal agen browser Chrome
  14. The Times of India (2026). Google launches 'Gemini in Chrome' in India: How it works and things to know

Pertanyaan Umum

Apakah auto browse Gemini di Chrome sudah bisa dipakai di Indonesia?
Belum. Per 7 Oktober 2026, auto browse resmi tersedia di Amerika Serikat dan India. Gemini di Chrome versi biasa sudah ada di Indonesia sejak April 2026 untuk merangkum halaman dan membandingkan tab, tetapi fitur agen yang bisa mengklik dan mengisi formulir sendiri belum dibuka untuk pengguna di Indonesia.
Berapa harga langganan untuk memakai auto browse?
Auto browse membutuhkan Google AI Pro atau Google AI Ultra. Di Indonesia, Google AI Pro dijual Rp309.000 per bulan, sedangkan Google AI Ultra Rp1.579.000 atau Rp3.399.000 per bulan tergantung batas pemakaiannya. Namun, berlangganan dari Indonesia saat ini belum otomatis membuka auto browse karena fiturnya masih dikunci per negara.
Berapa banyak tugas yang bisa dikerjakan auto browse per hari?
Menurut halaman bantuan Chrome, pelanggan Google AI Pro bisa meminta hingga 20 tugas berlapis per hari, sedangkan pelanggan Google AI Ultra hingga 200 tugas per hari. Ada juga batas jumlah tugas yang berjalan bersamaan, dan Chrome akan memberi tahu saat batasnya tercapai.
Apakah auto browse bisa membayar belanjaan tanpa izin?
Secara desain, auto browse akan berhenti dan meminta konfirmasi sebelum langkah sensitif seperti pembayaran atau mengirim pesan. Meski begitu, Google sendiri mengakui fitur ini masih eksperimental dan bisa melakukan kesalahan, termasuk menyelesaikan pembelian tanpa izin. Karena itu, pengguna tetap perlu mengawasi tugas yang melibatkan uang.
Apakah auto browse bisa dipakai di iPhone?
Belum. Halaman bantuan Chrome menyebut auto browse belum tersedia di Gemini di Chrome untuk iPhone dan iPad. Saat ini fitur tersebut hanya berjalan di Chrome desktop dan Chrome Android di negara yang didukung.
Apakah perlu memakai bahasa Inggris untuk mencoba auto browse?
Ya, untuk saat ini. Google menyebut auto browse hanya berjalan di perangkat yang bahasanya diatur ke bahasa Inggris, dengan rencana menambah bahasa lain dalam waktu dekat. Dukungan bahasa Indonesia belum diumumkan.

Kesimpulan

Masuknya auto browse ke India menunjukkan bahwa Google mulai membawa agen AI di Chrome keluar dari Amerika Serikat. Fitur ini menjanjikan banyak hal, mulai dari membandingkan harga, mengisi formulir panjang, sampai memesan tiket, dan jangkauannya sangat besar karena menempel langsung di browser yang paling banyak dipakai. Namun, hasil uji media menunjukkan auto browse masih sering butuh pengawasan dan belum bisa dipercaya penuh untuk tugas penting.

Bagi pengguna di Indonesia, belum ada alasan untuk buru-buru berlangganan Google AI Pro hanya demi auto browse, karena fiturnya memang belum dibuka di sini. Langkah yang lebih masuk akal adalah memaksimalkan fitur Gemini di Chrome yang sudah tersedia, sambil menunggu pengumuman resmi Google, terutama soal dukungan bahasa Indonesia yang tampaknya menjadi kunci utama.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar