Teknologi

Penjualan PC Dunia Anjlok 20 Persen, Ini Daftar Merek Laptop Terlaris 2026

M
Mughu
13 menit baca
Penjualan PC Dunia Anjlok 20 Persen, Ini Daftar Merek Laptop Terlaris 2026

Data IDC dan Omdia kuartal III 2026: pengiriman PC dunia turun sekitar 20%. Cek daftar 5 merek laptop terlaris, kenapa HP dan Dell paling terpukul, dampaknya ke

Pasar komputer dunia baru saja mencatat salah satu kuartal terburuknya. Menurut data awal IDC yang dirilis 8 Oktober 2026, pengiriman PC global pada kuartal III 2026 (Juli–September) hanya 62,7 juta unit, turun 20,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sehari kemudian, Omdia merilis angka yang senada: turun 21,2%.

Artikel ini akan menjelaskan daftar lima merek laptop dan PC terlaris di dunia saat ini, kenapa merek besar seperti HP dan Dell justru paling terpukul, apa penyebab penurunannya, dan bagaimana kondisi pasar laptop di Indonesia. Di bagian akhir ada juga catatan praktis buat yang sedang menimbang beli laptop baru dalam beberapa bulan ke depan, plus rangkuman reaksi warganet di X dan forum teknologi.

Daftar 5 merek laptop dan PC terlaris kuartal III 2026

Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami dulu satu hal. Data IDC dan Omdia menghitung pengiriman (shipment) dari pabrikan ke distributor dan toko, bukan jumlah unit yang dibeli konsumen di kasir. Meski begitu, angka ini tetap jadi patokan paling umum untuk melihat merek mana yang paling laku.

Berikut peringkat versi IDC untuk kuartal III 2026:

  1. Lenovo – 14,9 juta unit, pangsa pasar 23,8%, turun 22,6% dari tahun lalu.
  2. HP Inc. – 10,3 juta unit, pangsa 16,5%, turun 30,9% (penurunan paling dalam di lima besar).
  3. Dell Technologies – 7,6 juta unit, pangsa 12,1%, turun 25%.
  4. Apple – 5,9 juta unit Mac, pangsa 9,5%, turun 11,3%.
  5. Asus – 5,5 juta unit, pangsa 8,7%, turun hanya 8,6%.

Merek lain di luar lima besar, termasuk Acer, MSI, Huawei, dan merek lokal, totalnya mengirim 18,4 juta unit atau turun 14%.

Catatan: Angka IDC masih bersifat awal (preliminary). Biasanya ada revisi kecil beberapa minggu kemudian, tetapi urutan merek jarang berubah.

Versi Omdia: angkanya beda tipis, ceritanya sama

Omdia memakai metode hitung yang sedikit berbeda, jadi totalnya tidak persis sama dengan IDC. Versi Omdia, pengiriman desktop, notebook, dan workstation turun 21,2% menjadi 58,1 juta unit. Notebook turun 20,6% menjadi 46,4 juta unit, sedangkan desktop turun lebih dalam, yaitu 23,5% menjadi 11,7 juta unit.

Urutan mereknya tetap sama, hanya pangsa pasarnya yang terlihat lebih besar karena totalnya lebih kecil:

  • Lenovo tetap nomor satu dengan 14,9 juta unit dan pangsa sekitar 26%.
  • HP turun sekitar 31% ke 10,3 juta unit, pangsanya 18% atau hampir tiga poin lebih rendah dari tahun lalu.
  • Dell mengirim 7,6 juta unit dengan pangsa 13%.
  • Apple versi Omdia mengirim 6,8 juta unit, turun 11%, tetapi pangsanya naik lebih dari satu poin.
  • Asus mencatat penurunan paling kecil dengan 5,4 juta unit, dan pangsanya naik ke 9,3%.

Gartner juga merilis catatan awal pada 9 Oktober 2026. Lembaga riset ini menyebut pengiriman PC sudah merosot ke level kuartal I 2023, saat pasar masih lesu setelah euforia belanja di masa pandemi.

Kenapa HP dan Dell paling terpukul, sementara Apple dan Asus lebih tahan?

Yang menarik dari data kali ini, tiga merek terbesar justru turun lebih cepat dari pasar. Menurut IDC, Lenovo, HP, dan Dell secara gabungan kehilangan 4,2 poin pangsa pasar dalam setahun. Ada beberapa alasan yang disebut analis:

  1. Stok sudah ditimbun di awal tahun. Merek besar dan distributornya membeli stok dalam jumlah besar pada semester pertama untuk mengantisipasi kenaikan harga. Akibatnya, di kuartal III mereka tidak perlu mengirim banyak barang baru.
  2. Ketergantungan pada pasar korporat dan kelas menengah. HP dan Dell banyak menjual laptop kantor dalam jumlah besar. Segmen ini sangat sensitif harga, dan banyak perusahaan menunda pembaruan perangkat.
  3. Apple punya posisi premium. Pembeli Mac umumnya kurang terpengaruh kenaikan harga karena memang sudah siap membayar mahal. Omdia menyebut posisi premium inilah yang membatasi dampak harga tinggi bagi Apple.
  4. Asus kuat di segmen konsumen dan gaming. Asus mencatat penurunan paling kecil di lima besar dan pangsanya naik, baik versi IDC maupun Omdia.

Perlu diingat, pangsa pasar Apple dan Asus naik bukan karena penjualannya tumbuh. Keduanya tetap turun, hanya saja turunnya lebih lambat dibanding pesaing.

Penyebab utama: harga RAM dan SSD yang naik berlipat

Akar masalahnya masih sama dengan yang ramai dibahas sejak akhir 2025, yaitu krisis chip memori. Pembangunan pusat data AI menyedot kapasitas pabrik memori untuk HBM, sehingga pasokan RAM dan SSD untuk PC biasa makin sedikit dan harganya melonjak.

Beberapa angka yang menggambarkan seberapa parah kondisinya:

  • Omdia mencatat biaya material PC naik lebih dari 40% di semua kelas harga.
  • Porsi biaya RAM dan SSD dalam sebuah PC naik dari sekitar 15% menjadi hampir 40%, dengan harga komponen naik lebih dari empat kali lipat.
  • Selain memori, Omdia juga melaporkan kekurangan prosesor, kartu grafis, dan berbagai komponen IC lain.
  • Di AS, HP menaikkan harga perangkat klien sekitar 10–15%, Lenovo rata-rata sekitar 6%, dan Surface sekitar 11% menurut catatan IDC.

Jitesh Ubrani, direktur riset IDC, menjelaskan bahwa yang terjadi sekarang adalah efek dari penimbunan stok di semester pertama. "Vendor dan distributor memborong stok di awal tahun untuk mendahului kenaikan harga, dan itu merusak pola musiman biasa, di mana kuartal III biasanya lebih besar dari kuartal II," katanya.

Tips: Pembahasan lebih detail soal kenapa harga RAM dan SSD naik dan prediksi kapan bisa turun sudah dibahas terpisah di mughu.id. Artikel ini fokus ke dampaknya pada merek dan pembeli laptop.

Seberapa parah dibanding krisis sebelumnya?

Kepada PCMag, Ubrani menyebut penurunan 20,1% ini adalah yang terdalam untuk kuartal III sepanjang catatan IDC. Namun kalau dibandingkan semua kuartal, masih ada yang lebih parah, yaitu kuartal IV 2022 (turun 28,2%) dan kuartal I 2023 (turun 28,7%), saat pasar anjlok setelah ledakan belanja di masa pandemi.

Beberapa hal yang membuat penurunan kali ini terasa janggal:

  1. Kuartal III biasanya ramai. Ada musim kembali ke sekolah dan peluncuran produk baru menjelang akhir tahun. Kali ini pengiriman justru turun 9,1% dibanding kuartal II.
  2. Ini penurunan kedua berturut-turut. Kuartal II 2026 sudah turun 3,8%, dan kuartal III jauh lebih dalam.
  3. Prediksi ke depan masih suram. Omdia memperkirakan pasar PC turun lagi 24% di kuartal IV 2026 dan masih turun sekitar 7% sepanjang 2027.

Ben Yeh, analis utama Omdia, bahkan menyebut penurunan sekarang "mungkin baru awal dari siklus turun yang baru". Penyebabnya, kenaikan harga dari pabrikan belum sepenuhnya menutup lonjakan biaya komponen.

Kondisi pasar laptop di Indonesia

Indonesia ikut terseret arus yang sama, hanya polanya sedikit berbeda. Pada kuartal I 2026, IDC mencatat pasar PC Indonesia justru tumbuh 9,4% menjadi 982.000 unit. Pertumbuhan itu terjadi karena distributor dan pembeli buru-buru belanja sebelum harga naik lebih tinggi.

Peta merek di Indonesia juga berbeda dengan peringkat global:

  • Asus memimpin pasar PC Indonesia pada kuartal I 2026 dengan pangsa 21,9%.
  • Lenovo menempel ketat di posisi kedua dengan pangsa 21,4%.
  • Acer turun ke posisi keempat dengan pangsa 13,7%, padahal setahun sebelumnya masih 20,1%.

Masalahnya, IDC sudah memperingatkan bahwa lonjakan di awal tahun itu "meminjam" permintaan dari semester kedua. Untuk Indonesia, IDC memproyeksikan pengiriman kuartal III turun sekitar 35,4% dan kuartal IV turun 40,6%, sehingga sepanjang 2026 pasar PC diperkirakan turun 22,9%. Proyeksi ini lebih dalam dari rata-rata global.

Selain harga komponen, ada faktor lokal yang ikut menekan daya beli. IDC menyebut fluktuasi rupiah, kenaikan pajak untuk UMKM, dan naiknya harga BBM sejak Juni sebagai beban tambahan bagi pembeli di Indonesia.

Kenaikan harga juga sudah terasa langsung di toko. Sejak awal 2026, merek seperti Asus, Lenovo, Acer, dan HP menyesuaikan harga laptop di Indonesia. Kenaikannya dilaporkan berkisar Rp1 juta hingga Rp4 juta, terutama di laptop gaming dan kelas menengah.

Di sisi lain, merek tetap meluncurkan laptop baru yang mahal. Asus ProArt P16 dan P14 dengan chip Nvidia RTX Spark, misalnya, baru bisa dipesan di Indonesia mulai 9 Oktober 2026 dengan harga mulai sekitar Rp80 juta. Produk seperti ini menyasar kreator dan pengembang AI, bukan pembeli laptop harian.

Reaksi warganet di X dan forum teknologi

Kabar ini cepat menyebar di X. Unggahan Techmeme dan 9to5Mac soal data IDC dibagikan ulang oleh banyak akun teknologi, dan nada komentarnya kurang lebih sama: harga terlalu mahal, jadi wajar orang menunda beli.

Beberapa pola reaksi yang paling sering muncul:

  1. "Untung beli tahun lalu." Di X berbahasa Indonesia, ada warganet yang bersyukur sudah membeli laptop pada 2024. Ada juga yang mengecek ulang harga laptop yang dibelinya tahun lalu dan kaget karena sekarang naik hampir Rp3 juta.
  2. Beralih ke laptop bekas. Banyak yang mulai melirik laptop bisnis bekas keluaran 2019–2021 karena dinilai lebih masuk akal dibanding laptop baru murah dengan spek pas-pasan.
  3. PC lama masih cukup. Di forum Tom's Hardware, seorang pembaca menulis bahwa ia masih bekerja di platform Intel generasi ke-13 dan bermain game dengan AMD Ryzen 5600 lama, karena performanya masih memadai. Menurutnya, tidak ada alasan membayar harga ekstrem untuk perangkat yang tidak benar-benar dibutuhkan.
  4. Stok kosong di level kantor. Di forum TechPowerUp, ada pengguna yang mengaku perusahaannya sudah menunggu lima bulan untuk 10 unit laptop karena stok HP dan Dell kosong.
  5. Skeptis soal angka. Sebagian komentar menilai kenaikan harga membuat pendapatan pabrikan tetap aman, sehingga yang paling dirugikan sebenarnya konsumen.

Ada juga yang menyindir bahwa "tombol Copilot ternyata laku keras", merujuk pada gencarnya kampanye laptop AI di tengah penjualan yang justru turun.

Kapan waktu yang pas untuk beli laptop?

Tidak ada jawaban pasti, karena para petinggi industri sendiri berbeda pendapat. Namun ada beberapa petunjuk yang bisa dipakai sebagai pegangan:

  1. Promo jangka pendek mungkin muncul. IDC menyebut distributor khawatir menumpuk stok di tengah permintaan lemah. Kondisi ini bisa memicu promo dan diskon, tetapi IDC menegaskan harga tidak akan kembali ke level tahun lalu.
  2. Acer memprediksi harga masih naik dulu. CEO Acer Jason Chen memperkirakan harga PC Acer naik rata-rata 5–20% di kuartal IV 2026, memuncak sekitar pertengahan 2027, lalu mulai turun di paruh kedua 2027 seiring masuknya kapasitas memori baru dari China.
  3. Produsen memori lebih pesimistis. Micron memperkirakan kelangkaan berlanjut sampai 2027–2028, sementara SK hynix bahkan menyebut permintaan bisa terus melebihi pasokan hingga setelah 2030.

Dari sini, sikap paling aman bagi pembeli di Indonesia kira-kira seperti ini:

  • Kalau laptop lama masih jalan, menunda pembelian beberapa bulan bukan pilihan buruk, sambil memantau promo akhir tahun seperti 11.11 dan 12.12.
  • Kalau butuh sekarang untuk kuliah atau kerja, beli saja di momen promo dan pilih RAM yang cukup sejak awal. Upgrade RAM belakangan justru bisa lebih mahal.
  • Bandingkan konfigurasi, bukan cuma harga. Harga yang terlihat murah kadang datang dengan RAM 8GB atau SSD kecil, padahal komponen itulah yang paling mahal untuk ditambah nanti.
  • Laptop bekas bisa jadi alternatif, asalkan kondisi baterai, SSD, layar, dan engselnya dicek dengan teliti.

Peringatan: Hati-hati dengan penjual yang memanfaatkan isu kenaikan harga untuk memaksa pembeli cepat-cepat. Cek harga di beberapa toko resmi dan marketplace sebelum memutuskan.

Poin penting

  • IDC: pengiriman PC dunia kuartal III 2026 turun 20,1% menjadi 62,7 juta unit.
  • Omdia: turun 21,2% menjadi 58,1 juta unit, dengan prediksi kuartal IV turun 24%.
  • Lima besar dunia: Lenovo, HP, Dell, Apple, Asus. HP turun paling dalam (30,9%), Asus paling kecil (8,6%).
  • Penyebab utama: harga RAM dan SSD naik berlipat karena kapasitas memori tersedot pusat data AI, ditambah stok yang ditimbun di awal tahun.
  • Di Indonesia, Asus dan Lenovo bersaing ketat di puncak, dan IDC memproyeksikan pasar PC 2026 turun 22,9%.
  • Promo mungkin muncul, tetapi harga laptop diperkirakan tetap tinggi setidaknya sampai pertengahan 2027.

Referensi

  1. IDC (2026). PC Market Woes Continue: Shipments Fall 20.1% in Q3 2026 as Pull-In Hangover and Supply Constraints Bite
  2. Omdia (2026). Global PC shipments fall 21% in 3Q26 as pull-forward demand subsides
  3. Gartner (2026). Market Share Alert: Preliminary, PCs, Worldwide, 3Q26
  4. Tom's Hardware (2026). PC shipments tumble over 20% in 3Q26 as chip shortages bite
  5. TechPowerUp (2026). PC Shipments Drop 20.1% in Q3 2026, HP and Dell Hit Hardest
  6. PCMag (2026). With 20% Dip, Q3 Was a Historically Bad Quarter for PC Shipments
  7. Notebookcheck (2026). Global PC shipments plunge 20% as shortages push up prices
  8. InfotechLead (2026). Global PC Shipments Fall 20.1% in Q3 2026 as Higher Prices Hit Demand
  9. 9to5Mac (2026). IDC: Mac shipments drop 11% in Q3 as global PC market slides 20%
  10. IDC (2026). Indonesia PC Market Grows 9.4% in Q1 2026 Despite Component Pressures But Headwinds Are Building
  11. Mixed News (2026). Acer's chairman expects PC prices to rise up to 20% in Q4, then fall after mid-2027
  12. Tom's Hardware (2026). Acer CEO says memory makers are hyping 2030 shortage fears to protect margins
  13. CNBC Indonesia (2026). Harga Laptop-HP Naik Drastis di RI 2026, Model Ini Paling Terdampak
  14. Kompas.com (2026). Laptop AI Asus ProArt P16 dan P14 Bisa Dipesan di Indonesia, Harga mulai Rp 80 Juta
  15. Telecompaper (2026). Global PC shipments slump 21% in Q3 - Omdia

Pertanyaan Umum

Apa merek laptop terlaris di dunia tahun 2026?
Berdasarkan data IDC kuartal III 2026, Lenovo masih menjadi merek PC dan laptop terlaris di dunia dengan 14,9 juta unit dan pangsa pasar 23,8%. Posisi berikutnya ditempati HP, Dell, Apple, dan Asus. Urutan ini sama dengan versi Omdia.
Apa merek laptop terlaris di Indonesia?
Data IDC terbaru untuk Indonesia adalah kuartal I 2026. Saat itu Asus memimpin dengan pangsa pasar 21,9%, disusul sangat dekat oleh Lenovo dengan 21,4%. Acer turun ke posisi keempat dengan pangsa 13,7%.
Kenapa penjualan PC turun drastis di 2026?
Penyebab utamanya adalah harga RAM dan SSD yang melonjak karena kapasitas pabrik memori banyak dialihkan untuk pusat data AI. Selain itu, vendor dan distributor sudah menimbun stok di awal tahun, sehingga pengiriman di kuartal III anjlok. Harga yang tinggi juga membuat banyak orang dan perusahaan menunda pembelian.
Apakah harga laptop akan turun setelah penjualan anjlok?
Kemungkinan ada promo dan diskon jangka pendek karena distributor ingin menghabiskan stok. Namun IDC memperkirakan harga tidak akan kembali ke level tahun lalu. CEO Acer memprediksi harga baru mulai turun di paruh kedua 2027, sementara produsen memori memperkirakan kelangkaan bisa berlangsung lebih lama.
Lebih baik beli laptop sekarang atau menunggu?
Kalau laptop lama masih layak dipakai, menunggu promo akhir tahun seperti 11.11 dan 12.12 bisa jadi pilihan. Kalau memang butuh segera untuk kuliah atau kerja, beli di momen promo dan pilih kapasitas RAM yang cukup sejak awal, karena menambah RAM belakangan sekarang cukup mahal.
Apakah data IDC sama dengan jumlah laptop yang dibeli konsumen?
Tidak persis. IDC dan Omdia menghitung pengiriman dari pabrikan ke distributor dan toko, bukan unit yang dibeli konsumen. Karena itu, kuartal dengan pengiriman rendah bisa sebagian disebabkan toko yang sedang menghabiskan stok lama.

Kesimpulan

Kuartal III 2026 menjadi pengingat bahwa demam AI tidak hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga harga laptop di rak toko. Pengiriman PC dunia turun sekitar 20%, tiga merek terbesar kehilangan pangsa pasar, dan hanya Apple serta Asus yang relatif lebih tahan. Lenovo tetap menjadi merek PC terlaris di dunia, sementara di Indonesia Asus dan Lenovo masih bersaing ketat di puncak.

Untuk pembeli di Indonesia, kabar ini berarti harga laptop kemungkinan masih tinggi setidaknya sampai pertengahan 2027. Promo tetap bisa muncul karena stok menumpuk, jadi yang tidak terburu-buru sebaiknya memantau momen diskon dan membandingkan konfigurasi dengan teliti. Data kuartal IV yang keluar awal Januari 2027 akan menjadi petunjuk berikutnya apakah pasar mulai pulih atau justru makin lesu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar