Teknologi

Starlink Bisa Langsung Nyambung ke HP, Kapan Masuk Indonesia?

M
Mughu
14 menit baca
Starlink Bisa Langsung Nyambung ke HP, Kapan Masuk Indonesia?

Starlink Mobile alias Direct to Cell bikin HP biasa bisa dapat sinyal dari satelit tanpa BTS. Cek kabar terbaru Oktober 2026, negara yang sudah pakai, HP yang d

Minggu ini kabar soal Starlink yang bisa langsung nyambung ke HP kembali ramai. Dalam tiga hari, SpaceX mendapat izin FCC untuk meluncurkan 15.000 satelit khusus ponsel, lalu mengumumkan pembelian spektrum 800 MHz di Amerika Serikat yang membuat saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile turun sekitar 7% dalam perdagangan setelah jam bursa. Di Asia, Bangladesh baru saja menyalakan layanan yang sama lewat operator Banglalink.

Artikel ini akan menjelaskan apa yang sebenarnya diumumkan, bagaimana layanan Starlink Mobile (dulu dikenal sebagai Direct to Cell) bekerja di HP biasa, negara mana saja yang sudah memakainya, berapa tarifnya di negara tetangga, dan bagaimana status izinnya di Indonesia. Ada juga rangkuman reaksi warganet di X dan forum, plus hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berharap terlalu tinggi.

Kabar terbaru: tiga langkah besar SpaceX dalam seminggu

Rentetan kabar ini datang berdekatan, jadi wajar kalau banyak orang bingung mana yang benar-benar baru. Berikut urutannya:

  1. 6 Oktober 2026 – izin 15.000 satelit. FCC (regulator telekomunikasi AS) menyetujui konstelasi baru Starlink Mobile berisi 15.000 satelit. FCC juga memberi pengecualian sehingga SpaceX boleh menjual layanan seluler lewat satelit tanpa harus menyewa spektrum dari operator darat.
  2. 6 Oktober 2026 – Bangladesh menyala. Banglalink, operator terbesar ketiga di Bangladesh, meluncurkan layanan satelit-ke-HP bertenaga Starlink. Bangladesh menjadi negara pertama di Asia Selatan yang memakainya.
  3. 8 Oktober 2026 – beli spektrum 800 MHz. SpaceX sepakat membeli seluruh portofolio spektrum 800 MHz milik Grain Management, yaitu hingga 14 MHz berpasangan yang berlaku nasional di AS. Nilai transaksinya tidak diungkap dan masih menunggu persetujuan FCC.

Elon Musk menyebut kesepakatan spektrum itu sebagai "kesepakatan yang sangat besar" lewat akun X-nya. Menurut SpaceX, pita 800 MHz menutup salah satu celah teknis terbesar yang tersisa, sehingga Starlink Mobile bisa berkembang menjadi operator seluler utama di Amerika Serikat.

Catatan: Grain Management sendiri baru membeli spektrum ini dari T-Mobile. Transaksinya rampung Agustus 2026 dengan nilai US$2,9 miliar tunai ditambah lisensi spektrum lain.

Starlink Mobile adalah layanan yang membuat HP biasa bisa terhubung ke satelit Starlink di orbit rendah, tanpa antena parabola, tanpa router, dan tanpa ganti HP. Satelitnya berperan seperti menara BTS yang melayang di luar angkasa. Karena itu industri telekomunikasi sering menjulukinya "BTS di langit".

Perlu dibedakan, layanan ini terpisah dari Starlink internet rumahan yang sudah dijual di Indonesia sejak 2024. Starlink rumahan memakai antena khusus dan router, sedangkan Starlink Mobile memakai konstelasi satelit sendiri yang bicara langsung ke modem HP.

Alurnya kira-kira seperti ini:

flowchart LR
    A[HP biasa 4G/5G] -->|Tidak ada sinyal BTS| B[Otomatis pindah ke jaringan satelit]
    B --> C[Satelit Starlink Mobile di orbit rendah]
    C --> D[Stasiun bumi Starlink]
    D --> E[Jaringan operator seluler mitra]
    E --> F[Internet, SMS, aplikasi chat]
    A -->|Sinyal BTS kembali| G[Balik otomatis ke jaringan biasa]

Beberapa poin pentingnya:

  • Tidak perlu perangkat tambahan. Cukup HP 4G LTE atau 5G yang didukung dan kartu SIM dari operator mitra.
  • Aktif saat tidak ada sinyal BTS. Begitu sinyal biasa kembali, HP otomatis pindah lagi ke jaringan darat.
  • Butuh langit terbuka. Untuk generasi sekarang, layanan bekerja paling baik di luar ruangan, jauh dari gedung tinggi atau pohon yang rapat.
  • Kecepatan masih terbatas. Versi pertama di AS lewat T-Mobile (namanya T-Satellite) memakai sekitar 650 satelit dengan kecepatan data diperkirakan sekitar 4 Mbps.

Kenapa spektrum 800 MHz bikin heboh?

Masalah terbesar layanan satelit ke HP selama ini adalah sinyalnya susah tembus ke dalam gedung. Di sinilah pita 800 MHz berperan. Frekuensi rendah punya jangkauan luas dan lebih mudah menembus tembok, sehingga sering dijuluki "frekuensi emas".

SpaceX menjelaskan pembagian tugasnya seperti ini:

  1. Spektrum 2 GHz (mid-band) dipakai untuk kapasitas besar, yaitu kecepatan dan jumlah pengguna.
  2. Spektrum 800 MHz (low-band) dipakai sebagai lapisan jangkauan supaya sinyal tetap masuk saat pengguna berada di dalam gedung.
  3. Sebagian besar HP yang beredar sudah mendukung pita 800 MHz, jadi pengguna tidak perlu membeli perangkat baru.

Dengan kombinasi ini, SpaceX mengklaim Starlink Mobile akan menjadi operator pertama yang memakai spektrum satelit sekaligus spektrum darat. Targetnya adalah layanan yang andal di dalam ruangan, di luar ruangan, di daerah tanpa sinyal, dan di mana pun di antaranya.

Konstelasi generasi kedua yang baru disetujui FCC juga menjanjikan kecepatan hingga 150 Mbps per pengguna, setara 5G. SpaceX bahkan berencana memadukan satelit dengan femtocell kecil di darat untuk melayani area pinggiran kota dan perkotaan.

Aspek Starlink Mobile generasi 1 Starlink Mobile generasi 2 (rencana)
Jumlah satelit Sekitar 650 Hingga 15.000
Perkiraan kecepatan Sekitar 4 Mbps Hingga 150 Mbps per pengguna
Penggunaan dalam ruangan Terbatas, perlu langit terbuka Ditargetkan bisa lewat spektrum 800 MHz
Status Sudah jalan di beberapa negara Peluncuran satelit mulai sekitar 2027

Peringatan: Penggunaan penuh spektrum EchoStar untuk generasi kedua baru bisa dilakukan setelah tahap kedua transaksi SpaceX–EchoStar selesai, yang dijadwalkan pada 30 November 2027. Sebelum itu, SpaceX hanya boleh melakukan uji coba di pita tersebut.

Starlink Mobile tidak dijual langsung ke konsumen, tetapi lewat kerja sama dengan operator seluler lokal. Model ini penting untuk dipahami karena kemungkinan besar akan sama jika suatu saat masuk Indonesia.

Berikut beberapa contoh yang sudah berjalan atau sedang disiapkan:

  1. Amerika Serikat – lewat T-Mobile dengan nama T-Satellite. Ini adalah versi pertama Starlink Mobile.
  2. Filipina – lewat Globe Telecom. Filipina menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan Starlink Direct to Cell secara komersial, setelah Globe mendapat izin nasional dari regulator NTC pada pertengahan 2026.
  3. Bangladesh – lewat Banglalink, diluncurkan 6 Oktober 2026 sebagai yang pertama di Asia Selatan.
  4. Jepang – NTT Docomo menargetkan layanan satelit langsung ke HP pada awal tahun fiskal 2026, sementara Rakuten menggandeng AST SpaceMobile dengan target akhir 2026.

Kisah Filipina cukup menarik untuk Indonesia. Negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau itu selama ini kesulitan menjaga sinyal di daerah terpencil. Saat gempa magnitudo 7,8 melanda sebagian wilayah Mindanao pada Juni 2026, layanan Globe Starlink sempat membantu komunikasi darurat bagi lebih dari 150.000 pelanggan di daerah terdampak.

Berapa tarifnya di negara tetangga?

Karena dijual lewat operator, harga Starlink Mobile berbeda di tiap negara. Dua contoh terdekat dari kawasan kita bisa jadi gambaran kasar.

Globe Starlink di Filipina (prabayar):

  • Globe Starlink 99: ₱99 untuk 30 hari, berisi 2 GB data satelit dan 100 SMS satelit ke semua operator.
  • Globe Starlink 299: ₱299 untuk 90 hari, berisi 10 GB data satelit dan 500 SMS satelit.
  • Pascabayar GPlan ₱1.499 ke atas: gratis Globe Starlink hingga 12 bulan dengan 10 GB data satelit.
  • Paket Platinum: Globe Starlink sudah termasuk, dengan SMS dan data satelit tanpa batas.

Banglalink di Bangladesh:

  • Gratis selama bulan pertama untuk pengguna paket internet atau paket campuran apa pun.
  • Mulai bulan kedua tetap gratis untuk paket bulanan tertentu.
  • Ada jatah 5 SMS satelit gratis setiap bulan.

Polanya jelas: operator memakai satelit sebagai nilai tambah supaya pelanggan betah, bukan sebagai produk utama yang mahal. Analis Juniper Research bahkan memperkirakan layanan satelit langsung ke HP berbasis langganan akan tetap menjadi pasar niche dalam lima tahun ke depan, sehingga operator lebih mungkin membundelnya dengan paket premium.

Tips: Di Filipina, layanan ini tidak mendukung streaming video, torrent, unduhan besar, dan game online. Fokusnya pada pesan, peta, cek cuaca, dan komunikasi darurat.

HP apa saja yang bisa dipakai?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya: HP 4G atau 5G biasa, tetapi tetap ada daftar perangkat yang didukung di tiap operator.

Berikut gambaran dari layanan yang sudah berjalan:

  1. Filipina (Globe): untuk sekarang hanya Android dan HarmonyOS tertentu. Dukungan iPhone disebut "segera hadir". Beberapa panduan perjalanan menyebut seri Samsung Galaxy S24 dan S25 termasuk yang sudah terkonfirmasi.
  2. Bangladesh (Banglalink): cukup HP 4G dan kartu SIM Banglalink, tanpa perangkat khusus.
  3. Pengaturan di HP: pengguna Globe diminta menyalakan Data Roaming, karena HP membaca jaringan satelit seperti jaringan roaming.

Jadi, kalau layanan ini nanti hadir di Indonesia, besar kemungkinan HP yang sudah ada di saku bisa dipakai. Namun daftar resminya akan ditentukan oleh operator dan produsen HP, bukan oleh Starlink sendiri.

Sampai artikel ini ditulis pada 9 Oktober 2026, belum ada izin resmi layanan Starlink langsung ke HP di Indonesia. Belum ada juga operator lokal yang mengumumkan kerja sama Direct to Cell dengan SpaceX.

Yang sudah terjadi sejauh ini:

  • Starlink internet rumahan sudah resmi di Indonesia sejak 2024. Izinnya untuk layanan ISP dan jaringan tertutup VSAT, bukan layanan seluler langsung ke HP.
  • Komdigi sudah membuka kajian. Pada Oktober 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital merilis dokumen Call for Information soal teknologi NTN-D2D (Non-Terrestrial Network Direct-to-Device) di pita 2 GHz, dan membuka konsultasi publik hingga 9 November 2025. Tujuannya memperluas sinyal ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
  • Starlink menganggap Indonesia pasar penting. Laporan industri menyebut Indonesia masuk daftar pendek Starlink bersama Filipina untuk perluasan layanan 4G/LTE dari satelit.
  • Belum ada pengumuman apakah SpaceX akan mengajukan permohonan spektrum serupa di Indonesia.

Sikap operator juga patut dicatat. Telkomsel sejak 2024 menyatakan berharap pemerintah menjaga persaingan yang setara, termasuk soal badan usaha lokal, pajak, PNBP, kualitas layanan, TKDN, dan keamanan data. Telkomsel juga berharap, jika layanan Direct to Cell diizinkan, penerapannya dilakukan lewat kerja sama dengan operator seluler yang sudah ada.

Di sisi lain, operator lokal juga baru saja berinvestasi besar di jaringan darat. Dalam lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz terbaru, XL Axiata menawar sekitar Rp1,06 triliun untuk blok 2x15 MHz, Telkomsel sekitar Rp642,5 miliar untuk 2x10 MHz, dan Indosat sekitar Rp507,5 miliar untuk 2x10 MHz.

Jadi, kapan bisa masuk Indonesia?

Belum ada tanggal resmi, dan siapa pun yang menyebut tanggal pasti saat ini sedang menebak. Namun dari pola negara lain, ada beberapa syarat yang hampir pasti harus dipenuhi dulu:

  1. Regulasi NTN-D2D selesai. Komdigi perlu menuntaskan aturan pemakaian pita 2 GHz untuk satelit langsung ke HP.
  2. Ada operator mitra. Seperti Globe di Filipina dan Banglalink di Bangladesh, Starlink Mobile hampir selalu masuk lewat operator lokal.
  3. Izin regulator untuk operator itu. Banglalink, misalnya, baru mendapat persetujuan regulator BTRC sebulan sebelum peluncuran.
  4. Kewajiban lokal dipenuhi. Mulai dari badan usaha, pajak, hingga aspek kedaulatan data yang sejak awal disorot operator dan pemerintah.

Kalau ingin gambaran waktu, Filipina butuh sekitar empat bulan dari pengumuman kemitraan Globe pada Februari 2026 hingga izin komersial nasional pada pertengahan tahun. Indonesia tentu bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung keputusan regulator dan operator.

Catatan: Yang paling realistis untuk ditunggu adalah pengumuman kerja sama antara salah satu operator besar (Telkomsel, Indosat, atau XLSmart) dengan penyedia satelit, entah Starlink atau pesaingnya seperti AST SpaceMobile dan Amazon.

Reaksi warganet di X dan forum

Kabar spektrum 800 MHz langsung jadi bahan obrolan di X. Banyak akun pasar saham menyoroti penurunan saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile, sementara saham perusahaan menara seperti Crown Castle dan American Tower justru disebut naik dalam perdagangan setelah jam bursa.

Beberapa sudut pandang yang muncul:

  • Optimis: sebagian pengguna menganggap Starlink kini punya "campuran spektrum seperti operator seluler sungguhan", sehingga ancamannya ke operator besar makin nyata.
  • Skeptis: sejumlah pihak di industri, termasuk CFO T-Mobile, meragukan pendekatan satelit plus femtocell bisa menggantikan jaringan seluler darat.
  • Komunitas pesaing kecewa: di Reddit r/ASTSpaceMobile, sebelumnya ramai spekulasi bahwa spektrum Grain bisa jatuh ke AST SpaceMobile. Kesepakatan dengan SpaceX membuat skenario itu buyar.
  • Dari Filipina: di r/GlobeTelecom, pengguna membahas penilaian jujur soal harga promo Globe Starlink setelah layanannya resmi aktif.

Warganet Indonesia di X juga ikut bereaksi. CNBC Indonesia mengangkat kabar ini dengan judul peringatan bagi Telkomsel, Indosat, dan XL. Ada pula pengguna yang mengeluhkan sinyal operator dan IndiHome yang hilang di rumahnya lalu bersyukur sudah pakai Starlink rumahan, serta komentar yang mengingatkan bahwa saat Starlink pertama masuk, penolakan dari pihak operator cukup keras.

Yang perlu diperhatikan sebelum berharap terlalu tinggi

Starlink langsung ke HP memang menjanjikan, tetapi ada beberapa batasan yang perlu dipahami supaya ekspektasinya pas:

  1. Bukan pengganti sinyal di kota. Untuk sekarang, fungsinya terutama sebagai cadangan di daerah tanpa BTS, laut, gunung, atau saat bencana.
  2. Kecepatan generasi sekarang masih rendah. Sekitar 4 Mbps cukup untuk chat, peta, dan SMS, tetapi belum nyaman untuk streaming.
  3. Perlu langit terbuka. Di dalam rumah atau di bawah pohon rapat, koneksi bisa gagal sampai jaringan generasi kedua dan pita 800 MHz benar-benar aktif, itu pun baru di AS.
  4. Harga dan paket tergantung operator. Kalau masuk Indonesia, tarifnya akan ditentukan operator mitra, bukan harga langganan Starlink rumahan yang saat ini mulai Rp510.000 per bulan untuk Residensial Lite.
  5. Waspada penipuan. Selama belum ada pengumuman resmi, tawaran "aktivasi Starlink di HP" lewat pesan berantai atau toko online hampir pasti tidak resmi.

Untuk nelayan, pekerja tambang, pendaki, relawan bencana, dan warga di daerah 3T, teknologi ini bisa sangat berguna. Indonesia punya ribuan pulau dan banyak titik tanpa sinyal, jadi wajar kalau layanan ini paling ditunggu di luar kota besar.

Poin penting

  • FCC menyetujui 15.000 satelit Starlink Mobile pada 6 Oktober 2026.
  • SpaceX membeli spektrum 800 MHz dari Grain Management pada 8 Oktober 2026, masih menunggu persetujuan FCC.
  • Spektrum 800 MHz ditujukan agar sinyal satelit bisa masuk ke dalam gedung.
  • Filipina (Globe) dan Bangladesh (Banglalink) sudah memakai Starlink langsung ke HP.
  • Tarif Globe mulai ₱99 untuk 30 hari, sedangkan Banglalink gratis dengan paket tertentu.
  • Di Indonesia belum ada izin; Komdigi masih mengkaji regulasi NTN-D2D di pita 2 GHz.
  • Layanan ini kemungkinan besar akan masuk lewat kerja sama dengan operator lokal.

Referensi

  1. Via Satellite (2026). SpaceX Moves to Acquire Nationwide Low-Band Spectrum for Starlink Mobile
  2. Grain Management (2026). Grain Management Announces Definitive Agreement to Sell Nationwide 800 MHz Spectrum Portfolio to SpaceX
  3. PCMag (2026). FCC Green Lights SpaceX's 15,000 Satellites for Starlink Mobile
  4. Telecompetitor (2026). SpaceX Gets FCC Nod for New 15K-Satellite Direct-to-Device Constellation
  5. The Daily Star (2026). Banglalink Launches Starlink-Powered Satellite-to-Mobile Service
  6. Globe Telecom (2026). Globe Starlink Philippines: Satellite-to-Mobile Service
  7. TelecomsTech News (2026). Direct-to-Cell Satellite Services Find Their Proving Ground in Asia
  8. CNBC Indonesia (2026). Starlink Mulai Rebut Bisnis Seluler, Warning Buat Telkomsel-Indosat-XL
  9. CNBC Indonesia (2026). Era Starlink Langsung Nyambung ke HP Makin Dekat
  10. Kompas.com (2025). Komdigi Kaji Internet Satelit Langsung ke HP Tanpa Sinyal BTS, Mirip Starlink
  11. detikINET (2024). Starlink Rambah Bisnis Seluler, Telkomsel Buka Suara
  12. Bloomberg (2026). SpaceX Agrees to Buy Nationwide Low-Band Spectrum License Portfolio
  13. Reddit r/ASTSpaceMobile dan r/GlobeTelecom (2026). Diskusi komunitas soal spektrum Grain dan tarif Globe Starlink

Pertanyaan Umum

Kesimpulan

Starlink langsung ke HP sudah bukan sekadar konsep. Layanan ini sudah berjalan di Amerika Serikat, Filipina, dan Bangladesh, sementara langkah SpaceX minggu ini, mulai dari izin 15.000 satelit sampai pembelian spektrum 800 MHz, menunjukkan ambisi untuk menjadi operator seluler sungguhan di AS.

Untuk Indonesia, pintunya baru terbuka sedikit. Komdigi sudah mengkaji regulasi satelit langsung ke HP, tetapi izin dan operator mitranya belum ada. Selama menunggu, sebaiknya anggap layanan ini sebagai cadangan sinyal untuk daerah terpencil dan situasi darurat, bukan pengganti paket data harian, dan abaikan tawaran aktivasi yang tidak resmi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar