Software

Ramai GitHub Sering Down dan Roku Pindah ke GitLab, Ini Kronologi dan Alternatifnya

M
Mughu
10 menit baca
Ramai GitHub Sering Down dan Roku Pindah ke GitLab, Ini Kronologi dan Alternatifnya

GitHub mencatat 34 gangguan kritis sejak April 2026 dan Roku memindahkan repo developernya ke GitLab. Ini kronologi, data gangguan, reaksi developer, dan altern

Keluhan "GitHub down lagi" makin sering muncul di linimasa developer beberapa bulan terakhir. Puncaknya terjadi akhir pekan kemarin, ketika pengumuman Roku yang memindahkan seluruh repositori developernya dari GitHub ke GitLab naik ke halaman depan Hacker News pada 24 Oktober 2026. Warganet langsung menebak alasannya: GitHub terlalu sering bermasalah.

Roku sendiri tidak pernah menyebut alasan kepindahannya. Namun, datanya memang mencolok. Menurut riwayat di halaman status resmi GitHub, ada 34 insiden berlabel kritis sejak April 2026, dan 18 insiden hanya dalam 24 hari pertama bulan Oktober.

Artikel ini akan menjelaskan kronologi gangguan GitHub tahun ini, apa sebenarnya yang dilakukan Roku, bagaimana reaksi komunitas developer, serta alternatif GitHub dan cara mengamankan proyek buat developer di Indonesia yang sehari-hari bergantung pada GitHub.

Kronologi GitHub sering down sepanjang 2026

Gangguan GitHub tahun ini bukan satu kejadian besar saja, tetapi rentetan yang terus bertambah. Berikut beberapa momen yang paling banyak dibicarakan:

  1. April 2026: GitHub mulai memakai label "critical" di halaman statusnya. Sejak saat itu, tercatat 34 insiden kritis sampai 24 Oktober.
  2. 28 April 2026: Mitchell Hashimoto, pembuat terminal Ghostty, mengumumkan proyeknya akan keluar dari GitHub. Kutipannya cukup pedas: GitHub disebut bukan lagi tempat untuk kerja serius kalau memblokir pengguna berjam-jam setiap hari.
  3. 17 Agustus 2026: Gangguan terbesar tahun ini. Masalah dimulai pukul 06.40 waktu Pasifik (20.40 WIB) dan baru dinyatakan selesai sekitar 7,5 jam kemudian. Website, review kode, GitHub Actions, sampai Copilot ikut tumbang.
  4. 7 Oktober 2026: Dua insiden kritis dalam sehari yang menyerang Git Operations, Issues, Actions, dan Pull Requests.
  5. 22–23 Oktober 2026: Issues, Pull Requests, pencarian, Actions, dan Packages melambat dan sering error selama kurang lebih 9 jam 25 menit, dari sekitar 22.31 WIB sampai 07.56 WIB keesokan harinya.
  6. 24 Oktober 2026: Model Grok 4.6 dan Grok 4.7 di GitHub Copilot sempat terganggu sekitar 40 menit karena masalah di penyedia model. Pengguna diminta memilih model lain atau mode Auto.

Catatan: Label "critical" baru dipakai GitHub sejak April 2026, jadi sebagian lonjakan angka bisa jadi karena cara melabeli yang berubah. Itu sebabnya perbandingan yang lebih adil adalah gabungan insiden "major" dan "critical".

Angka gangguan GitHub: naik lebih dari dua kali lipat

Data paling rapi soal ini dikumpulkan Matt Busel dari Tensorust, yang menarik seluruh riwayat insiden dari halaman status GitHub pada 24 Oktober 2026. Hasilnya cukup jelas:

  • Dari November 2024 sampai Maret 2026, GitHub mencatat 308 insiden, dengan 55 di antaranya berlabel major. Rata-ratanya sekitar 3,2 insiden serius per bulan.
  • Dari April 2026 sampai 24 Oktober 2026, ada 157 insiden, terdiri dari 34 kritis dan 25 major. Rata-ratanya naik menjadi 8,4 insiden serius per bulan.
  • Dari 50 insiden terakhir (12 Agustus sampai 23 Oktober), 13 terkait Copilot atau model AI, 19 mengenai GitHub Actions, dan 5 mengenai operasi Git.

Jadi, meski labelnya berubah, jumlah gangguan serius tetap lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Busel juga memberi pandangan pribadi bahwa GitHub kini lebih banyak dijadikan etalase Copilot, sementara bagian "membosankan" seperti Git, Issues, dan CI kebagian sisa perhatian. Ini adalah opini penulisnya, bukan pernyataan resmi GitHub.

Apa penyebab GitHub sering bermasalah?

GitHub sudah memberi penjelasan terbuka untuk gangguan besar 17 Agustus. Dalam laporan pascainsiden, CTO GitHub Vlad Fedorov menulis bahwa lonjakan trafik mencapai puncak baru dan satu komponen infrastruktur penting di pusat data Central US gagal menambah kapasitas mengikuti lonjakan itu.

Ada beberapa faktor lain yang ikut memperparah keadaan:

  1. Bug di VS Code. Menurut laporan GeekWire, sebuah bug di Visual Studio Code mengirim trafik sekitar 10 kali lipat dari biasanya ke layanan login Copilot, sehingga Copilot lumpuh lebih lama dibanding layanan lain.
  2. Pindahan ke Azure. Fedorov menyebut Azure kini melayani sekitar 58% beban platform GitHub, naik dari 12% pada Mei. Proses migrasi sebesar ini jelas berisiko.
  3. Error rate tinggi. Saat gangguan, DevOps.com melaporkan error sekitar 20% di web dan API, bahkan mendekati 50% untuk unduhan konten mentah dan arsip repositori.

GitHub saat ini punya lebih dari 225 juta pengguna menurut GeekWire. Dengan skala sebesar itu, gangguan beberapa jam saja sudah cukup menghentikan pekerjaan jutaan developer di seluruh dunia, termasuk tim-tim di Indonesia yang memulai sprint pada Senin pagi.

Duduk perkara Roku pindah ke GitLab

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Roku mengumumkan kepindahan repositori developernya lewat blog resmi pada 15 Oktober 2026, lalu disusul pengumuman di forum developer pada 16 Oktober. Pengumuman itu baru viral setelah masuk halaman depan Hacker News pada 24 Oktober.

Isi pengumuman Roku cukup teknis dan tidak menyinggung soal gangguan sama sekali:

  • Semua sumber daya developer, termasuk SDK open source RSG 2.0, dokumentasi, contoh aplikasi, dan tooling, kini ada di gitlab.com/rokudev.
  • Nama repositori tidak berubah. Alamat yang dulu di github.com/rokudev sekarang ada di gitlab.com/rokudev.
  • Developer diminta memperbarui bookmark, remote Git, submodule, pipeline CI, dan URL file mentah.
  • Fitur "Suggest edits" untuk dokumentasi tidak didukung di GitLab. Usulan perbaikan dikirim lewat fork dan merge request.

Roku juga memberi peringatan menarik untuk tim yang memakai repositorinya sebagai bahan asisten AI atau agen coding. Indeks yang basi tidak akan memunculkan error, tetapi diam-diam menyajikan konten lama. Jadi URL sumber perlu diganti dan di-crawl ulang.

Peringatan: Roku tidak menyebut alasan kepindahan. Anggapan bahwa Roku pergi karena GitHub sering down adalah tebakan warganet Hacker News, bukan pernyataan perusahaan.

Reaksi developer: ramai pindah, tapi datanya berkata lain

Di thread Hacker News, salah satu balasan yang paling sering dikutip berbunyi kira-kira begini: "Memangnya selusin gangguan dalam beberapa bulan terakhir belum cukup jadi alasan?" Nada seperti ini memang mewakili rasa frustrasi banyak developer.

Roku juga bukan yang pertama. Beberapa proyek terkenal sudah lebih dulu angkat kaki:

  1. Zig pindah ke Codeberg pada November 2025. Andrew Kelley, pembuatnya, menulis bahwa prioritas dan budaya engineering GitHub sudah "membusuk".
  2. Ghostty mengumumkan keluar dari GitHub pada April 2026.
  3. Moritz Plassnig, CEO CloudBees, kepada DevOps.com menyebut Git hosting kini mulai jadi fitur di platform coding berbasis agen AI, dan GitHub tidak akan lama lagi menjadi pilihan default.

Namun, data dari ekosistem Rust menunjukkan cerita yang berbeda. Dari 1.000 crate Rust terpopuler, 979 masih ada di GitHub. Dari 2.999 crate baru yang terbit 21–24 Oktober, 90% tetap menunjuk ke GitHub, sementara Codeberg dan GitLab.com cuma kebagian 0,6%. Alasannya sederhana: pengguna sudah punya akun GitHub, login crates.io pun masih wajib lewat GitHub, dan GitHub Actions gratis. Pindah butuh banyak waktu, sedangkan bertahan "hanya" berarti sesekali kena gangguan.

Dampaknya buat developer di Indonesia

Buat developer di Indonesia, GitHub sudah jadi bagian dari rutinitas harian. Mulai dari tugas kuliah, portofolio untuk melamar kerja, sampai deploy aplikasi klien, hampir semuanya lewat GitHub. Gangguan besar seperti 17 Agustus terjadi pada malam hari WIB, sedangkan insiden 22–23 Oktober berlangsung semalaman sampai pagi, persis saat banyak tim lembur atau menjalankan job otomatis.

Beberapa hal yang paling terasa saat GitHub bermasalah:

  • Deploy macet. Banyak proyek di sini memakai GitHub Actions untuk deploy ke VPS, Vercel, atau hosting lokal. Kalau Actions error, rilis ikut tertunda.
  • Instal dependensi gagal. Paket Composer, npm, atau Go yang diambil langsung dari URL Git bisa gagal diunduh, terutama saat unduhan arsip error hingga 50%.
  • Copilot tidak bisa dipakai. Developer yang sudah terbiasa ngoding dibantu Copilot langsung merasa melambat.
  • Portofolio tidak bisa dibuka. Kalau rekruter membuka link GitHub saat sedang down, kesan pertama bisa kurang bagus.

Kabar baiknya, kode di laptop tetap aman. Git adalah sistem terdistribusi, jadi commit dan histori lokal tidak hilang ketika GitHub tumbang. Yang terganggu adalah semua layanan di sekitarnya.

Alternatif GitHub yang bisa dicoba

Tidak perlu langsung kabur dari GitHub. Pilihan paling realistis adalah menyiapkan cadangan. Berikut beberapa alternatif yang sudah dipakai proyek besar:

  1. GitLab.com. Pilihan Roku. Punya CI/CD bawaan, merge request, dan registry paket. Cocok untuk tim yang butuh fitur lengkap dalam satu tempat.
  2. Codeberg. Platform nonprofit berbasis Forgejo yang dipilih Zig. Cocok untuk proyek open source yang ingin lepas dari platform milik korporasi besar.
  3. Gitea atau Forgejo self-hosted. Ringan dan bisa dipasang di VPS murah. Cocok untuk tim kecil atau perusahaan yang ingin repositori privat di server sendiri.
  4. Bitbucket. Masih dipakai banyak perusahaan yang sudah memakai Jira dan produk Atlassian lain.

Perbedaannya dengan GitHub paling terasa di komunitas. Jumlah kontributor dan bintang repo di GitHub jauh lebih besar, jadi proyek open source yang butuh banyak pengguna biasanya tetap menaruh "rumah utama" di GitHub dan memakai platform lain sebagai cermin (mirror).

Cara bikin cadangan repo supaya tidak ikut macet

Cara paling mudah adalah membuat satu remote yang langsung push ke dua tempat sekaligus. Dengan begitu, setiap kali git push, kode otomatis terkirim ke GitHub dan GitLab. Contohnya seperti ini:

BASH
# Tambahkan GitLab sebagai alamat push kedua di remote origin
git remote set-url --add --push origin [email protected]:nama-akun/proyek.git
git remote set-url --add --push origin [email protected]:nama-akun/proyek.git

# Cek hasilnya, harus ada dua baris push
git remote -v

# Sekali push, terkirim ke dua tempat
git push origin main

Selain itu, ada beberapa langkah kecil yang layak dilakukan:

  • Jangan bergantung pada dependensi dari URL Git. Pakai versi yang sudah terbit di registry resmi seperti Packagist, npm, atau crates.io.
  • Siapkan jalur deploy manual. Simpan skrip deploy sederhana yang bisa dijalankan dari laptop kalau Actions sedang error.
  • Pantau githubstatus.com. Sebelum panik dan mengutak-atik konfigurasi, cek dulu apakah masalahnya memang dari GitHub.
  • Kalau pindah seperti Roku, jalankan git remote set-url origin <alamat-baru>, perbarui .gitmodules, lalu git submodule sync.

Tips: Fitur mirror bawaan GitLab bisa menarik isi repo GitHub secara berkala, jadi cadangan tetap jalan meski lupa push manual.

Checklist

  • Cek apakah proyek memakai dependensi langsung dari URL Git.
  • Tambahkan remote cadangan di GitLab, Codeberg, atau server sendiri.
  • Siapkan skrip deploy manual di luar GitHub Actions.
  • Simpan bookmark githubstatus.com untuk memastikan sumber gangguan.
  • Perbarui URL repo Roku ke gitlab.com/rokudev kalau sedang mengembangkan aplikasi Roku.

Poin penting

  • GitHub mencatat 34 insiden kritis sejak April 2026 dan 18 insiden di 24 hari pertama Oktober.
  • Insiden serius naik dari rata-rata 3,2 menjadi 8,4 per bulan.
  • Roku memindahkan repo developernya ke GitLab pada 15 Oktober 2026 tanpa menyebut alasan.
  • Mayoritas developer belum benar-benar pindah, tetapi menyiapkan mirror adalah langkah aman.

Referensi

  1. Roku Developer Blog (2026). Developer repositories moved from GitHub to GitLab
  2. Roku Developer Forum (2026). Roku developer repositories have moved to GitLab
  3. Tensorust (2026). GitHub outage history 2026: 34 critical, and 98% of Rust on it
  4. GeekWire (2026). GitHub outage disrupts developers worldwide in latest setback for Microsoft coding platform
  5. DevOps.com (2026). GitHub Hit by Widespread Outage, Halting Work for Global Developers
  6. StatusGator (2026). GitHub Outage History
  7. IsDown (2026). GitHub Project updates delayed
  8. GitHub Blog (2026). The August 17 outage, and the work ahead
  9. Hacker News (2026). Diskusi kepindahan repositori Roku ke GitLab

Pertanyaan Umum

Kenapa GitHub sering down belakangan ini?
GitHub menyebut lonjakan trafik yang melampaui kapasitas pusat data sebagai penyebab gangguan besar 17 Agustus 2026, diperparah bug VS Code yang membanjiri login Copilot. Saat ini GitHub juga sedang memindahkan sebagian besar bebannya ke Azure, yang sudah mencapai sekitar 58% beban platform.
Apakah Roku pindah ke GitLab karena GitHub sering down?
Belum ada konfirmasi. Roku hanya mengumumkan kepindahan dan cara memperbarui URL, tanpa menyebut alasan. Kaitan dengan gangguan GitHub adalah tebakan komunitas di Hacker News.
Apakah kode saya hilang kalau GitHub down?
Tidak. Git menyimpan seluruh histori di komputer masing-masing, jadi commit lokal tetap aman. Yang terganggu adalah push, pull, pull request, Actions, dan Copilot sampai layanan pulih.
Apa alternatif GitHub yang paling mudah untuk pemula?
GitLab.com paling mudah karena tampilannya mirip dan punya CI/CD bawaan. Codeberg cocok untuk proyek open source, sedangkan Gitea atau Forgejo cocok kalau ingin memasang sendiri di VPS.
Bagaimana cara push ke GitHub dan GitLab sekaligus?
Tambahkan dua alamat push pada remote origin dengan perintah . Setelah itu, satu kali akan mengirim kode ke kedua platform.

Kesimpulan

Rentetan gangguan GitHub sepanjang 2026 memang nyata, dan angkanya tercatat di halaman status GitHub sendiri. Kepindahan Roku ke GitLab ikut memanaskan obrolan, meski perusahaan itu tidak pernah bilang gangguan sebagai alasannya.

Buat developer di Indonesia, langkah paling masuk akal bukan buru-buru meninggalkan GitHub, tetapi menyiapkan cadangan: mirror ke GitLab atau Codeberg, kurangi dependensi dari URL Git, dan punya jalur deploy di luar GitHub Actions. Dengan begitu, pekerjaan tetap jalan meski GitHub sedang tumbang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar