Teknologi

Kacamata Pintar INMO GO3 Resmi Dijual, Ini Harga dan Speknya

M
Mughu
10 menit baca
Kacamata Pintar INMO GO3 Resmi Dijual, Ini Harga dan Speknya

INMO GO3 resmi dijual seharga US$509. Kacamata pintar ini punya layar MicroLED di kedua lensa, AI Gemini dan ChatGPT, terjemahan 98 bahasa, serta baterai yang b

INMO GO3 kini resmi dijual secara umum dengan harga US$509. Ini adalah kacamata pintar buatan INMO, perusahaan asal Chengdu, China, yang punya layar di kedua lensa, asisten AI berbasis Google Gemini dan ChatGPT, serta fitur terjemahan langsung ke puluhan bahasa. Kabar ini ramai lagi setelah 9to5Google dan TechTimes mengulasnya pada 21–22 Oktober 2026.

Yang bikin GO3 menarik bukan cuma AI-nya. Kacamata ini punya penutup kamera fisik untuk urusan privasi dan baterai yang bisa dicopot dalam lima detik, dua hal yang jarang ada di kacamata pintar lain. Bobotnya juga cuma sekitar 58 gram, hampir sama dengan Ray-Ban Meta yang malah tidak punya layar.

Artikel ini akan menjelaskan harga INMO GO3 kalau dirupiahkan, spesifikasi lengkapnya, fitur andalannya, perbedaannya dengan kacamata pintar lain, kekurangan yang disorot para pengulas, serta catatan buat pembaca di Indonesia yang tertarik membelinya.

Harga INMO GO3 dan cara belinya

INMO GO3 sebenarnya sudah dikenalkan sejak CES 2026 pada Januari lalu dan sempat meraih penghargaan dari Digital Trends di ajang tersebut. Setelah itu, INMO membuka kampanye Kickstarter pada April 2026, lalu sekarang barangnya sudah masuk tahap penjualan umum lewat situs resminya.

Berikut ringkasan harga dan opsi pembeliannya:

  1. Harga resmi: US$509, tercantum di situs INMO dan dikonfirmasi oleh ulasan 9to5Google.
  2. Kalau dirupiahkan: dengan kurs kasar sekitar Rp16.500 per dolar, harganya kira-kira Rp8,4 juta, belum termasuk ongkos kirim, bea masuk, dan pajak impor.
  3. Di Jepang: unggahan pengguna X yang membandingkan delapan kacamata AI menyebut GO3 dijual sekitar 99.800 yen, setara dengan Even G2 yang juga punya layar.
  4. Paket tambahan: ada opsi dengan sisipan lensa minus/plus (prescription insert) dan penutup kacamata hitam untuk dipakai di luar ruangan.

Catatan: Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal distributor atau garansi resmi INMO GO3 di Indonesia. Jadi, pembelian dari sini kemungkinan besar masih lewat situs global atau jasa titip.

Selama masa crowdfunding, INMO juga sempat menawarkan program reservasi: setor US$1 untuk mendapat potongan US$50 dari harga akhir. Ada juga paket bundel bersama aksesori INMO Speaker dan cincin pengontrol INMO Ring4.

Spek lengkap INMO GO3

Dari halaman resmi INMO dan ulasan ASCII.jp, spesifikasi GO3 cukup jelas. Ini adalah kacamata "lengkap" yang punya layar, kamera, mikrofon, dan speaker sekaligus.

Komponen Spesifikasi INMO GO3
Model IMG301
Layar MicroLED hijau di kedua lensa (binokular) + diffractive optical waveguide
Resolusi 640 × 480 piksel
Bidang pandang 30 derajat
Kecerahan Hingga 1.500 nits (bisa diatur)
Kamera 8 MP, sudut lebar 120 derajat, dengan penutup fisik
Audio 4 mikrofon, 2 speaker
Prosesor Dual-core, sistem RTOS
Penyimpanan 256 MB + 64 GB
Baterai 2 × 270 mAh (bisa dicopot), casing pengisi 1.300 mAh
Bahan Paduan aluminium + PA
Berat Sekitar 58 gram

Satu hal yang perlu dipahami: layarnya monokrom hijau, bukan layar warna penuh. Jadi, GO3 lebih cocok untuk menampilkan teks seperti terjemahan, notifikasi, arah jalan, atau naskah teleprompter, bukan untuk menonton video.

Kecerahan 1.500 nits termasuk tinggi untuk kategori ini. Menurut TechTimes, tingkat kecerahan itu membuat tampilan tetap terbaca di luar ruangan tanpa terlihat pudar, dan karena layarnya ada di dua mata, gambarnya lebih stabil dibanding desain satu layar.

Fitur andalan: terjemahan langsung dan AI Gemini

Fitur yang paling sering dibahas dari GO3 adalah terjemahan real-time. Kacamata ini menangkap suara lawan bicara, lalu menampilkan terjemahannya langsung di depan mata. Jadi, ngobrol dengan orang asing tidak perlu lagi sambil menyodorkan HP.

Berikut fitur-fitur utamanya:

  • Terjemahan 98 bahasa secara online, ditambah sejumlah bahasa yang bisa dipakai tanpa internet. Angka bahasa offline di sumber berbeda: 9to5Google menyebut 13 bahasa, sementara tabel di situs INMO mencantumkan 9 bahasa.
  • Asisten AI berbasis Google Gemini dan ChatGPT untuk menjawab pertanyaan, mengenali objek dari kamera, dan mencatat.
  • Teleprompter untuk presentasi atau rekaman video, dengan teks yang muncul di lensa.
  • Navigasi belokan demi belokan berbasis HERE Maps yang tampil langsung di bidang pandang.
  • Transkrip dan ringkasan rapat, plus bantuan menulis dan pencarian web dengan suara.
  • Ringkasan langsung di layar yang dijanjikan hadir lewat update berikutnya, sehingga tidak perlu buka aplikasi pendamping dulu.

Seorang pengguna di X yang mencoba fitur terjemahan simultan menulis bahwa teks hijau muncul di dalam lensa dan hasilnya "cukup lumayan". Akun resmi INMO juga memamerkan contoh agen properti yang memakai GO3 untuk melayani tiga klien dengan tiga bahasa berbeda dalam sehari.

Tips: Kalau tujuan utamanya untuk jalan-jalan ke luar negeri, cek dulu apakah bahasa tujuan masuk daftar offline. Sinyal di bandara atau stasiun luar negeri kadang tidak bisa diandalkan.

Baterai bisa dicopot dan penutup kamera fisik

Dua fitur ini yang membuat GO3 berbeda dari kebanyakan kacamata pintar di pasaran.

1. Baterai magnetik yang bisa ditukar

Baterai GO3 ada di ujung belakang gagang kacamata dan menempel dengan magnet. Dalam paket ada dua baterai 270 mAh dan casing pengisi. Saat satu baterai habis, tinggal copot dan ganti dengan yang sudah terisi, sementara baterai yang kosong diisi di casing.

Daya tahan per baterai menurut INMO kira-kira seperti ini:

  1. Standby: sekitar 8 jam lebih.
  2. Mode terjemahan: sekitar 3 jam terus-menerus.
  3. Mode teleprompter: sekitar 3,3 jam.
  4. Musik atau telepon: sekitar 4,5 jam.

Casing 1.300 mAh bisa mengisi baterai sekitar 3–4 kali penuh. Pengulas SmartGlasses.fyi mencatat satu baterai bertahan sekitar tiga jam saat terjemahan simultan terus tampil, sesuai klaim pabrik.

2. Penutup kamera yang benar-benar menutup lensa

Kacamata berkamera sering bikin orang di sekitar merasa tidak nyaman karena takut direkam diam-diam. Kebanyakan produsen hanya memakai lampu indikator, yang menurut TechTimes sudah terbukti bisa diakali.

INMO memilih cara yang lebih sederhana: penutup fisik yang digeser menutupi lensa kamera. Dengan begitu, orang di sekitar bisa langsung melihat bahwa kamera sedang tidak dipakai. Ini terdengar sepele, tapi justru jadi poin yang paling banyak dipuji di liputan media.

Perbedaannya dengan Ray-Ban Meta dan kacamata AI lain

Supaya lebih jelas posisinya, berikut perbandingan singkat GO3 dengan beberapa pesaing yang sering disebut dalam ulasan:

Aspek INMO GO3 Ray-Ban Meta Rokid Glasses Even G2
Layar Ada, di dua lensa Tidak ada Ada Ada
Kamera Ada, dengan penutup fisik Ada Ada Tidak disebut di ulasan
Baterai 2 × 270 mAh, bisa dicopot Tertanam 210 mAh, tertanam 192 mAh, tertanam
AI Gemini + ChatGPT Meta AI Asisten bawaan Asisten bawaan

Perbedaan paling besar ada di layar. Ray-Ban Meta pada dasarnya adalah kacamata audio dengan kamera, jadi terjemahannya dibacakan lewat suara. Sementara GO3 menampilkan teks langsung di depan mata.

Dalam perbandingan GO3 melawan Rokid Glasses, SmartGlasses.fyi menyimpulkan bahwa GO3 menang untuk terjemahan yang lama. Baterai Rokid habis sekitar dua jam saat terjemahan terus berjalan, dan kacamatanya harus dicas dulu karena baterainya tertanam. Di GO3, baterai cukup ditukar lalu kacamata dinyalakan ulang.

Kekurangan yang perlu diketahui sebelum beli

GO3 bukan tanpa cela. Beberapa catatan dari pengulas dan pengguna yang sudah mencobanya:

  • Gagang cukup tebal. Pengulas ASCII.jp mencatat berat aslinya 58,83 gram, sedikit lebih berat dari kacamata biasa, dengan gagang yang lebih tebal. Untuk kepala besar, ada rasa sedikit menjepit.
  • Harus restart setelah tukar baterai. SmartGlasses.fyi menyebut kacamata mati saat baterai dicopot, jadi tombol power perlu ditekan lagi.
  • Banyak barang kecil. Baterai cadangan dan casing dibawa terpisah dari kacamata, sehingga ada risiko ketinggalan atau hilang.
  • Kamera tidak istimewa. Beberapa ulasan menyebut kamera lambat menyala dan kualitasnya biasa saja.
  • Layar hanya hijau. Cocok untuk teks, tapi jangan berharap tampilan warna seperti layar HP.

Di X, ada juga pengguna Jepang yang membuat peringkat kepuasan pribadi dan memberi GO3 nilai 6 dari 10, di bawah Meta Glasses dan Rokid. Penilaian seperti ini tentu subjektif, tapi cukup jadi gambaran bahwa GO3 unggul di fitur, bukan di kenyamanan atau kualitas kamera.

Peringatan: Sistemnya memakai RTOS, bukan Android. Artinya, GO3 tidak bisa dipasangi aplikasi sembarangan seperti HP. Fiturnya terbatas pada yang disediakan INMO dan aplikasi pendampingnya.

Cocok buat siapa di Indonesia?

Dengan harga kira-kira Rp8,4 juta sebelum pajak impor, GO3 jelas bukan gadget iseng. Tapi untuk beberapa kebutuhan, fiturnya memang terasa berguna.

Beberapa kelompok yang paling mungkin terbantu:

  1. Pemandu wisata dan pelaku usaha pariwisata di Bali, Yogyakarta, atau Labuan Bajo yang sering berhadapan dengan turis dari berbagai negara.
  2. Pekerja yang sering dinas ke luar negeri, misalnya ke Jepang, Korea, atau China, di mana bahasa Inggris tidak selalu dipakai.
  3. Kreator konten dan pembicara yang butuh teleprompter tanpa harus memasang layar tambahan.
  4. Karyawan yang banyak rapat dan ingin transkrip serta catatan otomatis.

Hal yang perlu dicek sebelum membeli dari luar negeri:

  • Pastikan Bahasa Indonesia masuk daftar bahasa terjemahan online yang didukung, dan cek apakah termasuk mode offline.
  • Hitung total biaya termasuk bea masuk dan pajak impor untuk barang elektronik.
  • Tanyakan soal garansi, karena tanpa distributor resmi, klaim kerusakan bisa ribet dan lama.
  • Untuk pengguna kacamata minus, siapkan anggaran tambahan untuk sisipan lensa resep.

Poin penting

  • INMO GO3 resmi dijual seharga US$509, kira-kira Rp8,4 juta sebelum pajak.
  • Punya layar MicroLED hijau di kedua lensa, 640 × 480 piksel, hingga 1.500 nits.
  • AI memakai Gemini dan ChatGPT, terjemahan 98 bahasa plus beberapa bahasa offline.
  • Baterai bisa dicopot dalam lima detik dan ada penutup kamera fisik.
  • Berat sekitar 58 gram, tapi gagangnya cukup tebal.
  • Belum ada informasi resmi soal penjualan di Indonesia.

Referensi

  1. 9to5Google (2026). INMO GO3 smart glasses pack a display and Gemini integration with clever camera privacy
  2. TechTimes (2026). INMO GO3 Smart Glasses Brings MicroLED Displays, Gemini Integration, Unique Camera Privacy
  3. INMO (2026). INMO GO3 AI Glasses Official Product Page and Specification
  4. ASCII.jp (2026). AIグラス「INMO GO 3」実機レビュー
  5. SmartGlasses.fyi (2026). INMO GO3 review: a week of strengths and frustrations
  6. SmartGlasses.fyi (2026). INMO GO3 vs Rokid Glasses: Comparing two camera smart glasses
  7. X / @9to5Google (2026). INMO GO3 smart glasses pack a display and Gemini integration
  8. X / @inmo_lens (2026). INMO GO3 real-time translation on house showings
  9. X / @gzgamersgen (2026). Live translation on the INMO GO3
  10. X / @okaasannoouchi (2026). Perbandingan delapan kacamata AI di Jepang

Pertanyaan Umum

Berapa harga INMO GO3?
Harga resmi INMO GO3 adalah US$509. Kalau dihitung kasar dengan kurs sekitar Rp16.500 per dolar, harganya kira-kira Rp8,4 juta, belum termasuk ongkos kirim, bea masuk, dan pajak impor ke Indonesia.
Apakah INMO GO3 sudah dijual resmi di Indonesia?
Sampai saat ini belum ada pengumuman distributor atau garansi resmi INMO GO3 di Indonesia. Pembelian dari Indonesia kemungkinan masih lewat situs resmi INMO global atau jasa titip.
Apakah INMO GO3 bisa dipakai tanpa internet?
Sebagian fitur bisa. Terjemahan offline didukung untuk sejumlah bahasa, yaitu 13 bahasa menurut 9to5Google atau 9 bahasa menurut tabel di situs INMO. Fitur AI seperti Gemini dan ChatGPT tetap butuh koneksi internet.
Berapa lama baterai INMO GO3 bertahan?
Satu baterai 270 mAh tahan sekitar 3 jam untuk terjemahan, sekitar 4,5 jam untuk musik atau telepon, dan lebih dari 8 jam saat standby. Karena ada dua baterai yang bisa ditukar dan casing yang bisa mengisi ulang 3–4 kali, pemakaian bisa berlanjut seharian.
Apa bedanya INMO GO3 dengan Ray-Ban Meta?
Perbedaan utamanya ada di layar. INMO GO3 punya layar di kedua lensa sehingga terjemahan, navigasi, dan teks AI tampil di depan mata. Ray-Ban Meta tidak punya layar dan lebih mengandalkan suara. GO3 juga punya baterai yang bisa dicopot serta penutup kamera fisik.
Apakah pengguna kacamata minus bisa memakai INMO GO3?
Bisa. INMO menyediakan sisipan lensa resep (prescription insert) yang dipasang di bingkai tambahan. Opsi ini dijual sebagai paket atau aksesori terpisah.

Kesimpulan

INMO GO3 adalah salah satu kacamata pintar paling lengkap di kelas harganya. Kacamata ini punya layar di dua lensa, AI Gemini dan ChatGPT, terjemahan puluhan bahasa, baterai yang bisa ditukar, serta penutup kamera fisik yang menjawab kekhawatiran soal privasi.

Di sisi lain, gagangnya cukup tebal, layarnya hanya hijau, dan kameranya biasa saja. Untuk pembaca di Indonesia, tantangan terbesarnya adalah belum adanya penjualan dan garansi resmi, sehingga harga akhir bisa jauh di atas Rp8,4 juta. Kalau kebutuhan utamanya terjemahan saat bepergian atau teleprompter, GO3 layak dipertimbangkan. Kalau sekadar ingin kacamata berkamera untuk foto dan musik, pilihan lain mungkin lebih pas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar