Teknologi
Sony Setop Kaset Game PlayStation Mulai 2028, Ini Nasib PS5 dan Koleksi Lama
Sony akan menghentikan produksi kaset game baru PlayStation mulai Januari 2028. Ini jadwalnya, nasib PS5 versi disc dan koleksi kaset lama, komentar Ken Kutarag
Buat banyak gamer di Indonesia, kaset PlayStation bukan sekadar wadah game. Kaset bisa dijual lagi setelah tamat, ditukar dengan teman, atau dipakai tukar tambah di toko game langganan. Kebiasaan itu akan berubah besar, karena Sony resmi menghentikan produksi kaset (disc) untuk semua game baru PlayStation mulai Januari 2028.
Kabar ini sebenarnya sudah diumumkan lewat PlayStation Blog pada 1 Juli 2026. Namun topiknya kembali ramai minggu ini setelah Ken Kutaragi, sosok yang dijuluki "Bapak PlayStation", ikut bicara dan menyebut kaset fisik hanyalah "metafora" untuk rasa memiliki game. Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang sebenarnya diumumkan Sony, bagaimana nasib PS5 versi disc dan koleksi kaset lama, kenapa banyak gamer kecewa, serta apa artinya buat pemain di Indonesia.
Apa yang diumumkan Sony
Pengumuman resminya ditulis oleh Sid Shuman dari Sony Interactive Entertainment. Isinya cukup singkat, tetapi dampaknya panjang. Berikut poin-poin utamanya:
- Mulai Januari 2028, produksi disc untuk semua game baru yang rilis di konsol PlayStation dihentikan.
- Setelah tanggal itu, game baru hanya dijual dalam format digital, baik lewat PlayStation Store maupun lewat toko ritel.
- Kalau membeli di toko, yang didapat adalah kode unduhan digital, bukan kaset.
- Game yang sudah rilis, atau yang dijadwalkan rilis dalam bentuk disc sebelum Januari 2028, tidak terdampak.
Alasan yang disampaikan Sony adalah perubahan selera konsumen. Menurut Sony, minat pada format digital sudah jauh melampaui disc fisik, sehingga langkah ini disebut sebagai "arah yang alami".
Catatan: Yang dihentikan adalah produksi kaset untuk game baru. Kaset yang sudah beredar tidak tiba-tiba mati, dan konsol yang punya pemutar disc tetap bisa membacanya.
Angka di balik keputusan Sony
Keputusan ini tidak muncul begitu saja. Menurut laporan Ars Technica, pada tahun fiskal Sony yang berakhir 31 Maret 2026, unduhan digital mencakup 78 persen pembelian game versi penuh. Setahun sebelumnya angkanya 76 persen.
Ada juga beberapa fakta lain yang membuat langkah ini terasa lebih final:
- Hanya anak perusahaan Sony (Sony Digital Audio Disc Corporation) yang memproduksi disc PlayStation. Jadi kalau Sony berhenti, praktis tidak ada pihak lain yang membuat kaset game PlayStation baru.
- Pada hari yang sama, Sony juga mengumumkan penutupan PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita, dengan akses di Amerika Serikat berakhir pada Juli 2027.
- Beberapa hari sebelumnya, Rockstar mengumumkan bahwa GTA 6 akan rilis tanpa versi disc. Jadwal rilisnya disebut jatuh pada 19 November.
Kalau dirangkai, polanya jelas. Industri game besar memang sedang bergerak ke model digital, dan Sony memilih memberi tanggal pasti untuk PlayStation.
Komentar Ken Kutaragi yang bikin ramai lagi

Topik ini kembali jadi perbincangan setelah Ken Kutaragi diwawancarai oleh VGC dan kutipannya dimuat The Verge pada 24 Oktober 2026. Kutaragi adalah tokoh yang memimpin lahirnya PlayStation pertama, jadi pendapatnya tentu menarik perhatian.
Inti pernyataannya kira-kira begini:
- Ia memahami kenapa banyak orang kesal, karena kaset fisik sudah menjadi simbol "memiliki" game.
- Menurutnya, di perangkat yang selalu terhubung internet seperti smartphone, orang tidak merasa butuh media fisik dan tetap merasa kontennya aman.
- Ia menilai mempertahankan disc tidak masuk akal secara ekonomi, dan menyebut penolakan itu lebih ke soal mentalitas.
Di X, kutipan ini memancing reaksi beragam. Banyak akun berita game menyebarkannya dengan nada netral, tetapi ada juga pemain yang mengingatkan bahwa seri seperti Crash Bandicoot, Uncharted, dan The Last of Us tumbuh besar lewat kaset fisik. Beberapa laporan juga menyebut Kutaragi menyinggung harga hardware game yang terus naik karena kelangkaan komponen.
Kenapa banyak gamer kecewa
Reaksi negatif bukan cuma soal nostalgia. Ada beberapa alasan praktis yang sering diangkat:
- Lisensi, bukan kepemilikan. Menurut syarat layanan PlayStation, membeli game di PlayStation Store berarti membeli lisensi pribadi untuk memakai produk itu, bukan memiliki produknya. Lisensi juga tidak bisa dipindahtangankan kecuali hukum setempat mewajibkan.
- Tidak bisa dijual lagi. Jurnalis game Vikki Blake, seperti dikutip BBC, menyebut langkah ini sebagai pukulan bagi hak konsumen. Ia menyoroti pemain berpenghasilan terbatas yang selama ini mengandalkan tukar tambah atau pinjam game dari teman.
- Pelestarian game. Kalau sebuah game ditarik dari toko digital, pemain baru tidak punya cara resmi untuk mendapatkannya.
- Kasus yang sudah terjadi. Sebelum pengumuman ini, sebagian pengguna PlayStation sempat diberi tahu bahwa ratusan film dan serial Studio Canal yang sudah dibeli akan dihapus dari perpustakaan digital mereka karena lisensinya habis.
Jadi, kekhawatirannya cukup konkret: konten digital bisa hilang karena urusan lisensi, dan pemain tidak punya banyak kendali.
Nasib PS5 versi disc dan koleksi kaset lama

Pertanyaan yang paling sering muncul tentu: kalau sudah punya PS5 versi disc atau tumpukan kaset, apakah semuanya jadi sia-sia? Jawabannya tidak, setidaknya berdasarkan pengumuman resmi.
Berikut gambaran yang bisa dipegang:
- Kaset yang sudah dimiliki tetap bisa dimainkan di konsol yang punya pemutar disc.
- Game yang rilis dalam bentuk disc sebelum Januari 2028 tetap diproduksi dan dijual sesuai rencana.
- PS5 versi disc tetap berguna untuk koleksi lama, film Blu-ray, dan game yang masih punya versi fisik.
- Yang berubah adalah game baru setelah Januari 2028, yang hanya tersedia dalam format digital.
Tips: Kalau masih galau memilih PS5 versi disc atau digital, pertimbangkan koleksi kaset yang sudah dimiliki. Kalau koleksinya banyak dan masih sering dimainkan, versi disc atau tambahan disc drive tetap masuk akal.
Sony belum memberi detail apakah konsol generasi berikutnya masih akan memiliki pemutar disc. Untuk saat ini, pengumuman resminya hanya membahas produksi kaset game baru.
Dampaknya buat gamer di Indonesia
Di Indonesia, kaset fisik punya peran yang cukup besar. Pasar kaset bekas ramai, baik di toko game, marketplace, maupun grup komunitas. Banyak pemain membeli kaset baru, menamatkannya, lalu menjualnya lagi untuk menutup sebagian biaya game berikutnya. Kebiasaan ini yang paling terdampak.
Beberapa hal yang perlu disiapkan pemain di sini:
- Kuota dan kecepatan internet. Game AAA modern berukuran besar, jadi unduhan digital butuh koneksi yang stabil. Pemain dengan internet terbatas akan merasakan perubahan ini paling berat.
- Ruang penyimpanan. Tanpa kaset, semua game harus diunduh ke SSD konsol. Banyak pemain kemungkinan perlu menambah SSD M.2 di PS5.
- Akun dan region. Pembelian digital terikat ke akun PSN. Pastikan akun aman, aktifkan verifikasi dua langkah, dan pahami region akun yang dipakai.
- Pantau diskon PlayStation Store. Karena tidak bisa jual kembali, harga promo digital dan PlayStation Plus jadi lebih penting untuk menghemat biaya.
- Kode digital di toko. Toko ritel lokal kemungkinan akan beralih menjual kode unduhan, sehingga belanja di toko tetap bisa dilakukan meskipun barangnya bukan kaset.
Peringatan: Hati-hati dengan tawaran "akun game murah" atau berbagi akun dari pihak tidak jelas. Selain melanggar aturan, risiko akun diblokir dan game hilang cukup besar.
Kapan perubahan ini mulai terasa

Baca juga Cara Hilangkan Iklan di Android TV Tanpa Root, Pakai CleanYourTV yang Lagi Viral
Perubahan resminya baru berlaku Januari 2028, tetapi tandanya sudah terlihat lebih awal. Berikut garis waktunya:
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| Akhir Juni 2026 | Rockstar mengumumkan GTA 6 rilis tanpa versi disc |
| 1 Juli 2026 | Sony mengumumkan akhir produksi disc untuk game baru dan penutupan PS Store PS3/Vita |
| Oktober 2026 | Ken Kutaragi menyebut kaset fisik sebagai "metafora" kepemilikan |
| 19 November 2026 | Jadwal rilis GTA 6 dalam format digital |
| Juli 2027 | Akses PS Store PS3 dan PS Vita di Amerika Serikat berakhir |
| Januari 2028 | Produksi disc untuk game baru PlayStation resmi berhenti |
Artinya, sepanjang 2027 masih ada game baru yang mungkin keluar dalam versi disc. Bagi kolektor, periode ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk membeli kaset game baru PlayStation.
Banding singkat: Sony dan platform lain
Sony bukan satu-satunya yang bergerak ke digital, tetapi Sony termasuk yang paling tegas memberi tanggal. Secara umum, gambarannya seperti ini:
- PlayStation: produksi disc game baru berhenti Januari 2028, toko ritel menjual kode digital.
- PC (Steam dan toko lain): sudah lama hampir sepenuhnya digital, sehingga pemain PC tidak merasakan perubahan apa pun.
- Konsol lain: belum ada pengumuman serupa yang sejelas Sony. Pemain yang sangat mementingkan kaset fisik perlu memantau kebijakan masing-masing platform.
Bagi pemain yang sudah terbiasa dengan PC atau langganan seperti PlayStation Plus, perubahan ini mungkin tidak terlalu terasa. Yang paling merasakan dampaknya adalah kolektor dan pemain yang mengandalkan pasar kaset bekas.
Checklist
- Cek koleksi kaset yang masih sering dimainkan sebelum memilih PS5 versi disc atau digital
- Siapkan ruang penyimpanan tambahan seperti SSD M.2 untuk game digital
- Amankan akun PSN dengan verifikasi dua langkah
- Pantau promo PlayStation Store dan PlayStation Plus
- Kalau kolektor, catat game yang masih rilis dalam versi disc sebelum 2028
Poin penting
- Produksi kaset untuk game baru PlayStation berhenti mulai Januari 2028.
- Kaset lama tetap bisa dimainkan, dan game disc yang rilis sebelum 2028 tidak terdampak.
- Membeli game digital berarti membeli lisensi, bukan memiliki produk.
- Ken Kutaragi mendukung langkah Sony dan menyebut kaset fisik sebagai "metafora" kepemilikan.
- Gamer Indonesia perlu menyiapkan kuota internet, ruang penyimpanan, dan keamanan akun.
Referensi
- PlayStation Blog (2026). Physical disc production ending in January 2028 for new games releasing on PlayStation consoles
- BBC News (2026). PlayStation will stop releasing games on discs in 2028
- Ars Technica (2026). Sony announces end of PlayStation discs, parts of digital store in the same day
- Game Informer (2026). PlayStation Will Cease Production Of Physical Discs For New Games In January 2028
- The Verge (2026). Ken Kutaragi calls physical media just a 'metaphor' for owning games
- VGC (2026). Wawancara Ken Kutaragi tentang kaset fisik
- Reuters (2026). Sony akhiri versi disc untuk game baru PlayStation
- X (2026). Reaksi pemain dan akun berita game soal komentar Ken Kutaragi
Pertanyaan Umum
Kapan Sony berhenti memproduksi kaset game PlayStation?
Apakah kaset PS5 yang sudah saya punya masih bisa dimainkan?
Apakah PS5 versi disc masih layak dibeli?
Apakah GTA 6 tersedia dalam bentuk kaset?
Apa maksud Ken Kutaragi soal kaset fisik sebagai metafora?
Kesimpulan
Keputusan Sony menghentikan produksi kaset game baru mulai Januari 2028 menandai berakhirnya era panjang media fisik di PlayStation. Dengan porsi pembelian digital yang sudah mencapai 78 persen, langkah ini memang sejalan dengan kebiasaan mayoritas pemain, dan Ken Kutaragi pun ikut mendukungnya.
Namun bagi gamer di Indonesia yang terbiasa jual beli kaset bekas, perubahan ini cukup terasa. Kaset lama tetap aman dimainkan, tetapi mulai sekarang ada baiknya menyiapkan kuota, ruang penyimpanan, dan keamanan akun agar transisi ke game digital berjalan lebih mulus.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar