Tips

TV Samsung Masih Melacak Tontonan, Begini Cara Matikannya

M
Mughu
10 menit baca
TV Samsung Masih Melacak Tontonan, Begini Cara Matikannya

Studi Northeastern menemukan TV Samsung dan Vizio masih mengirim data mirip ACR setelah pelacakan dimatikan. Simak hasil studinya, merek yang aman, dan cara mem

Studi terbaru dari Northeastern University menemukan bahwa TV Samsung (Tizen) dan Vizio masih mengirim lalu lintas data yang mirip pelacakan tontonan, meski fitur pelacakannya sudah dimatikan di pengaturan. Fitur yang dimaksud bernama ACR (automatic content recognition), yaitu teknologi yang mengambil cuplikan gambar atau suara dari layar untuk mengenali apa yang sedang ditonton.

Hasil riset berjudul "Watching the Watchers" ini dibahas Ars Technica, CyberInsider, dan beberapa media teknologi lain pada akhir Oktober 2026. Kabar baiknya, tidak semua merek bermasalah. Opt-out di LG, Sony Google TV, Amazon Fire TV, dan VIDAA (Hisense) terlihat bekerja penuh dalam pengujian para peneliti.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu ACR dengan bahasa sederhana, apa saja temuan studinya, merek mana yang lebih aman, dan cara mematikan pelacakan di TV Samsung, LG, serta Google TV. Ada juga catatan khusus buat pemilik smart TV di Indonesia, karena model yang diuji adalah TV pasar Amerika Serikat.

ACR di smart TV, cara TV mengenali tontonan

ACR bekerja diam-diam di latar belakang. TV mengambil "sidik jari" kecil dari gambar atau suara yang tampil di layar, lalu mengirimkannya ke server untuk dicocokkan dengan database konten.

Hasilnya, produsen TV dan mitranya bisa tahu acara, iklan, atau film apa yang sedang ditonton. Data ini lalu dipakai untuk:

  1. Iklan bertarget, misalnya iklan di menu utama TV yang disesuaikan dengan kebiasaan nonton.
  2. Rekomendasi konten di aplikasi bawaan TV.
  3. Pengukuran iklan, yaitu mengecek apakah iklan TV benar-benar ditonton orang.
  4. Dijual atau dibagikan ke pihak lain, sesuai kebijakan privasi masing-masing merek.

Yang membuat ACR sensitif, teknologi ini tidak hanya membaca aplikasi streaming. Dalam studi ini, ACR juga aktif saat TV menampilkan siaran antena dan perangkat yang dicolok lewat HDMI, seperti set-top box atau konsol game.

Catatan: Menurut makalah tersebut, 82% rumah tangga di AS pada 2025 sudah punya smart TV yang mendukung ACR. Angka untuk Indonesia belum ada, tapi Samsung, LG, dan TV Google TV juga sangat umum dipakai di sini.

Hasil studi Northeastern: Samsung dan Vizio paling bermasalah

Para peneliti menjalankan 5.943 eksperimen pada 12 TV dari 10 produsen, yang mencakup delapan sistem operasi TV utama di AS. Setiap TV diuji dalam kondisi pelacakan aktif dan dimatikan, dengan berbagai skenario tontonan.

Berikut ringkasan temuannya untuk TV Samsung (Tizen) setelah ACR dimatikan:

  • 30 dari 30 pengujian di aplikasi streaming bawaan Samsung masih menunjukkan lalu lintas mirip ACR.
  • 41 dari 60 pengujian siaran antena masih menunjukkan pola yang sama.
  • 18 dari 30 pengujian lewat HDMI juga begitu.
  • 6 dari 30 pengujian di aplikasi Tubi ikut terdeteksi.

Untuk Vizio, hasilnya lebih parah. Server di Amazon Kinesis yang diduga menjadi tujuan data ACR tetap menerima lalu lintas di 100% skenario setelah opt-out, bahkan saat TV sedang diam. Peneliti menulis bahwa pengaturan opt-out "tidak punya efek yang terlihat" pada lalu lintas ke server itu.

Roku juga masih mengirim data mirip ACR, tapi hanya saat memakai aplikasi The Roku Channel. Perilaku ini sudah disebut dalam syarat layanan Roku, dan pada TV TCL berbasis Roku keterangannya juga muncul di layar pengaturan.

Catatan penting: datanya terenkripsi

Ada satu batasan besar yang perlu dipahami. Lalu lintas yang ditemukan peneliti terenkripsi, sehingga isi datanya tidak bisa dibaca. Para peneliti sendiri menulis bahwa perilaku ini "mengindikasikan potensi pelanggaran privasi, tapi kami tidak bisa memastikannya tanpa akses ke isi data".

Salah satu peneliti, Mammadov, mengatakan kepada Ars Technica bahwa kemungkinan lain tetap ada, misalnya bug atau data yang dikirim lalu dibuang di server. Namun menurutnya, membuang data di server adalah cara yang tidak efisien untuk menghormati pilihan opt-out pengguna. Ars Technica menyebut sudah meminta tanggapan dari Samsung dan Vizio.

Jadi, kesimpulan yang adil adalah begini:

  1. Belum terbukti Samsung mengumpulkan data tontonan setelah opt-out.
  2. Sudah terbukti TV Samsung yang diuji tetap mengirim lalu lintas ke server ACR dalam banyak skenario.
  3. Pengguna tetap disarankan mematikan semua pengaturan pelacakan, karena itu langkah paling mudah yang bisa dilakukan.

Peringatan: Studi ini juga menemukan satu server MQTT tanpa autentikasi yang dalam sampel tiga jam membocorkan 57 juta hasil deteksi ACR dari lebih dari satu juta TV. Celah ini sudah dilaporkan dan diperbaiki, tapi kasus ini menunjukkan data tontonan bisa bocor kalau dikelola dengan buruk.

Merek yang opt-out-nya bekerja

Tidak semua TV bermasalah. Dalam pengukuran peneliti, opt-out ACR bekerja penuh di empat sistem operasi berikut:

  • webOS (TV LG)
  • Google TV di TV Sony
  • VIDAA OS (dipakai Hisense dan, dalam studi ini, TV Supersonic)
  • Fire OS (Amazon Fire TV)

Artinya, di TV-TV itu tidak ada lalu lintas mirip ACR setelah pelacakan dimatikan, di semua skenario yang diuji. Studi juga menemukan dua penyedia masih mengirim data tontonan lewat jalur yang tidak terenkripsi, tapi laporan media yang dirujuk di sini tidak menyebut merek tersebut secara terang.

Cara matikan ACR di TV Samsung

Walaupun hasil studi menunjukkan opt-out Samsung tidak selalu efektif, mematikan pengaturan ini tetap mengurangi data yang dipakai untuk iklan bertarget. Nama menu bisa sedikit berbeda tergantung tahun dan model TV, tapi alurnya biasanya seperti ini:

  1. Tekan tombol Home di remote, lalu buka Pengaturan (Settings).
  2. Pilih Semua Pengaturan, lalu masuk ke Umum & Privasi (General & Privacy).
  3. Buka Ketentuan & Privasi (Terms & Privacy).
  4. Matikan Layanan Informasi Tayangan (Viewing Information Services). Inilah pengaturan ACR di TV Samsung.
  5. Di menu yang sama, matikan juga Iklan Berbasis Minat (Interest-Based Ads) dan setel ulang ID iklan kalau tersedia.
  6. Cek juga persetujuan untuk pengenalan suara kalau tidak pernah memakai perintah suara.

Tips: Kalau menu di atas tidak ketemu, cari kata "Privasi" atau "Ketentuan" di menu pengaturan, lalu baca satu per satu persetujuan yang pernah disetujui saat pertama kali menyalakan TV.

Cara matikan pelacakan di TV LG dan Google TV

Untuk merek lain yang banyak dipakai di Indonesia, langkahnya juga tidak sulit. Sekali lagi, nama menu bisa berbeda antarversi.

TV LG (webOS):

  1. Buka Pengaturan, lalu Semua Pengaturan.
  2. Masuk ke Umum (General), lalu Sistem dan Pengaturan Tambahan.
  3. Matikan Live Plus, yaitu fitur pengenalan konten milik LG.
  4. Di bagian Perjanjian Pengguna, tolak persetujuan untuk informasi tayangan dan iklan bertarget.

TV dengan Google TV atau Android TV (Sony, TCL, Xiaomi, dan banyak merek lain):

  1. Buka Pengaturan, lalu cari menu Privasi.
  2. Matikan Penggunaan & Diagnostik kalau tidak mau mengirim data pemakaian.
  3. Buka Iklan, lalu pilih untuk tidak memakai personalisasi iklan atau hapus ID iklan.
  4. Cek juga pengaturan privasi dari produsen TV, karena beberapa merek punya fitur pengenalan konten sendiri di luar menu Google.

Langkah tambahan lewat router

Peneliti dan sejumlah media menyarankan lapisan tambahan di level jaringan. Cara ini cocok buat yang sudah biasa mengutak-atik router atau DNS di rumah.

  1. Pakai DNS pemblokir iklan dan pelacak, misalnya NextDNS, AdGuard DNS, atau Pi-hole di jaringan rumah.
  2. Blokir domain ACR yang dikenal untuk merek TV tertentu, kalau daftar domainnya tersedia di layanan DNS yang dipakai.
  3. Pisahkan jaringan TV, misalnya memakai jaringan tamu (guest Wi-Fi), supaya TV tidak satu jaringan dengan laptop dan ponsel.
  4. Putuskan internet TV kalau hanya dipakai untuk HDMI atau antena. Cara ini paling ampuh, tapi aplikasi streaming jadi tidak bisa dipakai.

Catatan: Memblokir domain tertentu bisa membuat fitur TV seperti pembaruan perangkat lunak atau aplikasi bawaan ikut terganggu. Coba satu per satu dan cek apakah TV masih berjalan normal.

Yang relevan buat pemilik smart TV di Indonesia

Ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum panik. Studi ini menguji TV pasar Amerika Serikat, jadi hasilnya belum tentu sama persis dengan TV yang dijual resmi di Indonesia. Pengaturan, server, dan kebijakan data bisa berbeda per negara.

Meski begitu, beberapa hal tetap relevan:

  • Samsung adalah salah satu merek TV paling populer di Indonesia, dan sistem Tizen juga dipakai di model yang dijual di sini.
  • Menu Layanan Informasi Tayangan juga muncul di banyak TV Samsung Indonesia saat pertama kali disetel, dan banyak orang langsung menekan "Setuju" tanpa membaca.
  • Google TV dan Android TV sangat umum di TV merek TCL, Xiaomi, Sharp, dan Polytron, jadi pengaturan privasi Google juga perlu dicek.
  • Indonesia sudah punya UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), yang memberi hak kepada pemilik data untuk menarik persetujuan. Mematikan pengaturan ACR adalah bentuk paling sederhana dari hak itu.

Buat yang sedang berencana beli TV baru, hasil studi ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan, selain kualitas panel dan harga. Merek dengan opt-out yang terbukti bekerja, seperti LG atau TV berbasis Google TV dari Sony, memberi rasa aman sedikit lebih besar.

Samsung vs LG vs Google TV soal privasi

Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut ringkasan hasil studi untuk merek yang umum di Indonesia:

Sistem TV Opt-out ACR bekerja? Catatan dari studi
Samsung Tizen Tidak selalu Lalu lintas mirip ACR masih muncul di lebih dari 60% skenario
LG webOS Ya Tidak ada lalu lintas mirip ACR setelah opt-out
Sony Google TV Ya Opt-out bekerja penuh
Hisense VIDAA Ya Opt-out bekerja penuh
Roku (TCL) Sebagian Kecuali di The Roku Channel, sesuai syarat layanan

Tabel ini hanya merangkum hasil pengujian satu tim peneliti pada TV tertentu. Pembaruan perangkat lunak dari produsen bisa mengubah perilaku TV kapan saja.

Checklist

  • Matikan Layanan Informasi Tayangan di TV Samsung
  • Matikan Iklan Berbasis Minat dan setel ulang ID iklan
  • Matikan Live Plus di TV LG
  • Cek menu Privasi dan Iklan di Google TV atau Android TV
  • Pertimbangkan DNS pemblokir pelacak di router
  • Putuskan internet TV kalau hanya dipakai untuk HDMI atau antena

Poin penting

  • Studi Northeastern menguji 12 TV dari 10 produsen lewat 5.943 eksperimen.
  • TV Samsung dan Vizio masih mengirim lalu lintas mirip ACR setelah opt-out.
  • Isi datanya terenkripsi, jadi pengumpulan data belum bisa dipastikan.
  • LG, Sony Google TV, Fire TV, dan VIDAA lolos pengujian opt-out.
  • Mematikan pengaturan pelacakan tetap disarankan untuk semua merek.

Referensi

  1. Northeastern University (2026). Watching the Watchers: Privacy Analysis of U.S. Smart TV Automatic Content Recognition
  2. Ars Technica (2026). Does opting out of smart TV tracking work? Research finds "suspicious" traffic
  3. CyberInsider (2026). Smart TV privacy study finds tracking persists even when opting out
  4. The Boston Report (2026). Does Turning Off TV Tracking Work? New Study Says Not Always
  5. The Tech Signal (2026). Smart TV ACR opt-outs fall short on Samsung and Vizio
  6. TechRepublic (2026). This Week in Tech: Apple Gets Touchy as AI Clocks In
  7. Samsung Newsroom (2024). Samsung TVs and Displays Tizen OS

Pertanyaan Umum

Apakah TV Samsung benar-benar memata-matai penonton?
Belum bisa dipastikan. Studi Northeastern menemukan TV Samsung yang diuji tetap mengirim lalu lintas mirip ACR setelah pelacakan dimatikan, tetapi datanya terenkripsi sehingga isinya tidak bisa diperiksa. Para peneliti menyebutnya potensi pelanggaran privasi, bukan bukti pasti.
Apa nama pengaturan ACR di TV Samsung?
Di TV Samsung, ACR biasanya bernama Layanan Informasi Tayangan atau Viewing Information Services. Menu ini ada di Pengaturan, Umum & Privasi, lalu Ketentuan & Privasi, meski letaknya bisa sedikit berbeda tergantung model.
Merek smart TV apa yang opt-out pelacakannya bekerja?
Dalam studi ini, opt-out bekerja penuh di LG webOS, Sony Google TV, Amazon Fire TV, dan VIDAA OS yang dipakai Hisense. Samsung Tizen dan Vizio masih menunjukkan lalu lintas mirip ACR, sementara Roku hanya di aplikasi The Roku Channel.
Apakah hasil studi ini berlaku untuk TV di Indonesia?
Studi ini menguji TV pasar Amerika Serikat, jadi hasilnya belum tentu sama untuk TV yang dijual resmi di Indonesia. Meski begitu, sistem operasinya sama, sehingga mematikan pengaturan pelacakan tetap langkah yang masuk akal.
Apakah mematikan internet TV bisa menghentikan ACR?
Ya, tanpa koneksi internet TV tidak bisa mengirim data ACR ke server. Kekurangannya, aplikasi streaming, pembaruan perangkat lunak, dan fitur pintar lain juga ikut tidak berfungsi.

Kesimpulan

Studi Northeastern menunjukkan bahwa mematikan pelacakan di smart TV tidak selalu menghentikan lalu lintas data ke server ACR, terutama di TV Samsung dan Vizio yang diuji. Isi datanya memang belum terbukti, tetapi hasil ini cukup jadi alasan untuk mengecek ulang pengaturan privasi TV di rumah.

Langkah paling mudah adalah mematikan Layanan Informasi Tayangan dan Iklan Berbasis Minat di TV Samsung, Live Plus di TV LG, serta pengaturan iklan di Google TV. Buat yang ingin lebih aman, DNS pemblokir pelacak atau memutus internet TV yang hanya dipakai untuk HDMI bisa jadi lapisan tambahan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar