Kecerdasan Buatan
Claude Kini Bisa Dipakai Penuh di Google Cloud, Ini Beda Dua Pilihan dan Harganya
Claude Models on Google Cloud versi Anthropic managed resmi tersedia umum. Ini beda dua pilihan deploy, fitur yang didapat, soal harga dan tagihan, plus catatan
Anthropic dan Google Cloud resmi membuka jalur baru untuk memakai Claude. Mulai 22 Oktober 2026 waktu AS (23 Oktober pagi WIB), layanan Claude Models on Google Cloud (Anthropic managed) sudah tersedia umum alias generally available. Artinya, pengguna Google Cloud sekarang bisa memakai seluruh fitur Claude Platform langsung dari akun Google Cloud mereka.
Sebelumnya Claude memang sudah ada di Google Cloud lewat Vertex AI, yang sekarang dikenal sebagai Agent Platform. Bedanya, versi lama itu dijalankan oleh Google, sehingga fitur-fitur baru Claude sering datang belakangan. Versi baru ini dijalankan langsung oleh Anthropic di atas infrastruktur Google Cloud, jadi fitur baru bisa dipakai di hari yang sama dengan peluncurannya.
Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang berubah, perbedaan antara pilihan Anthropic managed dan Google managed, bagaimana soal harga dan tagihannya, fitur apa saja yang didapat, serta apa artinya buat developer dan perusahaan di Indonesia yang sudah memakai Google Cloud.
Apa yang diumumkan Anthropic dan Google Cloud
Pengumuman ini datang dari dua arah sekaligus. Anthropic mengunggahnya lewat akun resmi Claude di X dan blog Claude, sementara Google Cloud menerbitkan tulisan di blog resminya yang ditulis oleh Michael Gerstenhaber, VP Product Management Gemini di Google Cloud.
Inti pengumumannya bisa diringkas seperti ini:
- Ada pilihan deploy baru bernama Anthropic managed, dan statusnya sudah tersedia umum, bukan lagi uji coba.
- Pilihan lama tetap ada. Claude versi Google managed di Agent Platform (dulu Vertex AI) tidak dihapus.
- Model yang sama tersedia di kedua jalur sejak hari pertama, termasuk Claude Opus 5.5, Sonnet 5.5, Haiku 5.5, dan Claude Fable 5.1.
- Tagihan tetap lewat Google Cloud, dan pemakaian Claude bisa memotong komitmen belanja Google Cloud yang sudah ada.

Unggahan resmi Claude soal pengumuman ini cukup ramai. Dalam hitungan jam, postingan tersebut sudah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan mendapat ribuan like. Di kolom balasan dan kutipan, banyak developer langsung membahas satu hal: kalau dua pilihan ini modelnya sama dan harganya sama, sebenarnya mana yang lebih masuk akal untuk dipakai?
Beda Anthropic managed dan Google managed
Ini bagian yang paling sering membuat bingung. Kedua pilihan sama-sama berjalan di Google Cloud, sama-sama memakai login Google Cloud, dan sama-sama ditagih lewat Google Cloud. Perbedaannya ada pada siapa yang mengelola layanannya dan seberapa cepat fitur baru masuk.
Anthropic managed (pilihan baru)
Pada pilihan ini, Anthropic yang mengoperasikan Claude API dan bertindak sebagai pemroses data (data processor). Aturan yang berlaku adalah Commercial Terms milik Anthropic. Meski begitu, akses tetap memakai Google Cloud IAM, aktivitas tetap tercatat di Cloud Audit Logging, dan biaya tetap masuk ke tagihan Google Cloud.
Keunggulan utamanya adalah fitur. Semua fitur Claude Platform, termasuk yang masih beta, langsung bisa dipakai di hari yang sama saat diluncurkan di platform Claude sendiri. Untuk saat ini, endpoint yang tersedia adalah US dan Global.
Google managed (pilihan lama)
Pada pilihan ini, Google Cloud yang menjadi pemroses data, dengan perjanjian pelanggan Google Cloud yang sudah ada. Pilihan ini cocok untuk perusahaan yang punya aturan ketat soal keamanan dan lokasi data.
Fitur yang tersedia di jalur ini antara lain:
- VPC Service Controls untuk membatasi akses data di dalam batas jaringan perusahaan.
- Customer-Managed Encryption Keys (CMEK), yaitu kunci enkripsi yang dikelola sendiri oleh pelanggan.
- Data residency di wilayah AS, Uni Eropa, dan Asia Pasifik.
- Integrasi langsung dengan layanan Google seperti BigQuery dan Model Armor.
Kelemahannya, fitur baru Claude Platform baru masuk setelah Google selesai mengintegrasikannya ke infrastruktur mereka.

Tabel perbandingan singkat
| Aspek | Anthropic managed | Google managed |
|---|---|---|
| Model terbaru | Tersedia hari pertama | Tersedia hari pertama |
| Fitur dan beta Claude Platform | Tersedia hari pertama | Menyusul setelah diintegrasikan |
| Pemroses data | Anthropic | Google Cloud |
| Login | Google Cloud IAM | Google Cloud IAM |
| Tagihan | Google Cloud, memotong komitmen | Google Cloud, memotong komitmen |
| VPC-SC dan CMEK | Tidak tersedia | Tersedia |
| Lokasi endpoint | US dan Global | AS, Uni Eropa, Asia Pasifik |
Catatan: Salah satu pengguna X merangkumnya dengan cukup pas: tentukan dulu siapa yang ingin dijadikan pemroses data. Kalau butuh fitur terbaru, pilih Anthropic managed. Kalau butuh kepatuhan dan lokasi data yang ketat, pilih Google managed.
Fitur Claude yang langsung bisa dipakai
Daftar fitur yang ikut di jalur Anthropic managed cukup panjang. Menurut blog Claude, pengguna Google Cloud sekarang mendapat seluruh fitur Claude API, yang dikelompokkan menjadi tiga bagian besar.
Untuk membangun agen AI:
- Claude Managed Agents (beta) untuk menjalankan agen yang bekerja lama tanpa perlu mengurus server sendiri.
- Code execution untuk menjalankan kode Python, membuat grafik, dan menganalisis data langsung di dalam satu panggilan API.
- Computer use supaya Claude bisa mengoperasikan browser atau desktop.
- Agent skills untuk mengajari Claude alur kerja yang berulang agar hasilnya konsisten.
- Advisor strategy (beta), yaitu cara agar agen bisa berkonsultasi ke model penasihat yang lebih pintar.
Untuk menyambung ke data dan sistem lain:
- Files API untuk mengunggah dokumen dan memakainya di banyak percakapan.
- Citations supaya jawaban Claude merujuk ke sumber dokumen.
- Web search dan web fetch agar Claude bisa mengambil informasi terbaru dari internet.
- MCP connector (beta) untuk menyambungkan Claude ke alat lain tanpa menulis kode klien.
Untuk menghemat biaya dan mempercepat respons:
- Prompt caching untuk mengurangi biaya dan waktu tunggu saat konteks yang sama dipakai berulang kali.
- Batch processing untuk pekerjaan dalam jumlah besar yang tidak harus dijawab seketika.
Beberapa akun di X juga menyebut bahwa mode cepat (fast mode) untuk Claude Opus 5.5 ikut tersedia di jalur ini. Bagi tim yang sebelumnya merasa Vertex AI selalu tertinggal beberapa minggu dari API resmi Anthropic, poin ini mungkin yang paling penting.
Soal harga dan tagihan
Banyak yang mencari informasi harga Claude di Google Cloud, jadi bagian ini perlu dijelaskan dengan jelas.
Baca juga Kuota ChatGPT Kini Bisa Dipakai di Aplikasi Lain, Ini Cara Login dan Atur Batasnya
Menurut Google Cloud, kedua pilihan memakai harga yang sama, yaitu harga standar model Claude. Tidak ada biaya tambahan hanya karena memilih Anthropic managed. Yang berbeda hanyalah pengelolanya dan kecepatan fitur baru.
Beberapa hal penting soal tagihan:
- Satu invoice. Pemakaian Claude masuk ke tagihan Google Cloud yang sama dengan layanan lain, lewat Google Cloud Marketplace.
- Memotong komitmen. Kalau perusahaan sudah punya komitmen belanja (committed spend) di Google Cloud, pemakaian Claude bisa ikut mengurangi komitmen tersebut.
- Diskon tidak berlaku mundur. Anthropic mengingatkan, pelanggan yang sudah punya diskon sebaiknya menghubungi account executive Anthropic atau Google Cloud sebelum mulai memakai jalur baru. Diskon tidak bisa diterapkan ke pemakaian yang sudah lewat.
Tips: Karena tarif per token mengikuti harga standar Claude, cara paling mudah memperkirakan biaya adalah melihat halaman harga resmi Claude, lalu mengonversinya ke rupiah dengan kurs saat tagihan keluar. Untuk pemakaian berulang, prompt caching dan batch processing bisa memangkas biaya cukup signifikan.
Catatan penting soal Managed Agents dan keamanan
Dokumentasi resmi Claude memberi beberapa catatan yang sebaiknya diketahui sebelum menyalakan Managed Agents di Google Cloud.
Pertama, Managed Agents masih beta dan semua endpoint-nya memerlukan header managed-agents-2026-04-01. Kalau memakai SDK resmi, header ini sudah dipasang otomatis.
Kedua, Managed Agents sifatnya menyimpan status. Sesi bisa berjalan lama, bisa dilanjutkan setelah jeda, dan riwayat percakapan, isi sandbox, serta hasil kerja disimpan di server. Karena itu, fitur ini belum memenuhi syarat Zero Data Retention maupun perjanjian HIPAA. Data tersebut tetap bisa dihapus kapan saja lewat API.
Ketiga, ada satu hal yang sering terlewat oleh tim IT:
- Hak akses hanya dicek saat sesi atau deployment dibuat, bukan selama berjalan.
- Kalau akses Google Cloud seseorang dicabut, sesi yang dia buat tidak otomatis berhenti. Sesi itu perlu dihentikan dengan mengirim event
user.interrupt. - Deployment terjadwal juga tetap berjalan dan tidak mengecek ulang akses pembuatnya setiap kali jalan. Deployment perlu di-pause, diubah, atau diarsipkan secara manual.

Contoh sederhana pemanggilan Managed Agents dengan header beta terlihat seperti ini:
curl https://<endpoint-claude-di-google-cloud>/v1/agents \
-H "anthropic-beta: managed-agents-2026-04-01" \
-H "Authorization: Bearer $(gcloud auth print-access-token)" \
-H "content-type: application/json"
Peringatan: Saat ada karyawan keluar atau service account dirotasi, cek ulang semua sesi dan deployment yang pernah dibuat oleh identitas tersebut. Ini saran langsung dari dokumentasi Anthropic.
Buat developer dan perusahaan di Indonesia
Di Indonesia, Google Cloud cukup banyak dipakai oleh startup, perusahaan teknologi, sampai sektor keuangan. Karena itu, pengumuman ini punya beberapa dampak praktis.
1. Bayar lebih gampang. Selama ini, memakai API Claude langsung biasanya berarti membayar dengan kartu kredit dalam dolar ke Anthropic. Lewat Google Cloud, biaya Claude bisa masuk ke akun penagihan Google Cloud yang sudah dipakai perusahaan, termasuk yang ditagih lewat reseller atau partner lokal.
2. Komitmen belanja jadi lebih berguna. Perusahaan yang sudah teken komitmen besar di Google Cloud bisa memakai sisa komitmennya untuk Claude, tanpa perlu membuka kontrak baru dengan vendor AI lain.
3. Perhatikan lokasi data. Jalur Anthropic managed saat ini hanya punya endpoint US dan Global. Untuk perusahaan yang terikat aturan perlindungan data pribadi atau aturan sektor keuangan, jalur Google managed dengan data residency Asia Pasifik kemungkinan lebih aman dari sisi kepatuhan. Sebaiknya diskusikan dulu dengan tim legal atau kepatuhan sebelum memilih.
4. Cocok untuk tim yang membangun agen. Bagi developer yang sedang membuat agen AI untuk layanan pelanggan, analisis dokumen, atau otomasi internal, fitur seperti Managed Agents, code execution, dan MCP connector sekarang bisa dipakai tanpa keluar dari ekosistem Google Cloud.
Secara umum, tim kecil yang ingin mencoba fitur terbaru Claude akan lebih cocok dengan Anthropic managed. Sementara itu, bank, perusahaan asuransi, atau instansi dengan aturan data yang ketat sebaiknya tetap di Google managed sambil menunggu fitur baru masuk.
Reaksi dan perdebatan di media sosial
Di X, reaksi developer cukup beragam. Ada yang langsung menyambut baik karena login cukup memakai IAM Google Cloud tanpa perlu mengurus API key terpisah. Ada juga yang bertanya apakah layak pindah dari API Anthropic langsung ke Google Cloud hanya demi tagihan yang lebih rapi.
Perdebatan yang cukup sering muncul antara lain:
- Siapa yang sebaiknya jadi pemroses data? Sebagian merasa lebih nyaman kalau Google yang memegang data karena kontraknya sudah ada. Sebagian lain lebih memilih Anthropic demi fitur yang lebih lengkap.
- AWS lawan Google Cloud. Karena Claude Platform juga sudah tersedia di AWS, beberapa akun mulai membandingkan ekosistem agen di kedua cloud tersebut.
- Fitur yang dulu tertinggal. Banyak developer yang mengaku sering kecewa karena fitur beta Claude tidak langsung muncul di Vertex AI. Bagi mereka, jalur baru ini menyelesaikan masalah itu.
Dari reaksi tersebut, terlihat jelas bahwa yang paling dihargai bukan model baru, melainkan kemudahan administrasi: satu login, satu tagihan, dan fitur yang tidak lagi terlambat.
Cara mulai memakai Claude di Google Cloud
Bagi yang ingin mencoba, langkah awalnya cukup sederhana:
- Buka halaman Claude Models on Google Cloud (Anthropic managed) di Google Cloud Marketplace atau lewat tautan di blog Claude.
- Pilih proyek Google Cloud dan pastikan akun penagihan sudah aktif.
- Atur izin IAM untuk pengguna atau service account yang akan memanggil Claude.
- Baca dokumentasi di platform.claude.com bagian Claude Models on Google Cloud untuk endpoint dan contoh kode.
- Hubungi account executive dulu kalau perusahaan punya diskon khusus, supaya diskonnya tidak hangus.
- Tentukan pilihan: Anthropic managed atau Google managed
- Cek aturan lokasi data dan kepatuhan perusahaan
- Pastikan akun penagihan dan komitmen Google Cloud sudah benar
- Atur IAM dan audit log
- Konfirmasi diskon ke account executive sebelum mulai
Poin penting
- Claude Models on Google Cloud versi Anthropic managed sudah tersedia umum sejak 22 Oktober 2026.
- Model dan harganya sama dengan versi Google managed; yang beda adalah pengelola dan kecepatan fitur baru.
- Anthropic managed mendapat semua fitur Claude Platform di hari pertama, termasuk Managed Agents.
- Google managed tetap unggul untuk VPC-SC, CMEK, dan data residency.
- Endpoint Anthropic managed saat ini baru US dan Global.
Referensi
- Google Cloud Blog (2026). Expanding Claude availability and deployment choice on Google Cloud
- Claude by Anthropic (2026). Claude Platform is now available on Google Cloud
- Claude Docs (2026). Claude Models on Google Cloud
- Claude Docs (2026). Claude Models on Google Cloud (Anthropic managed)
- Claude Docs (2026). Claude Managed Agents overview
- Claude (@claudeai) di X (2026). Claude Models on Google Cloud (Anthropic managed) is now generally available
- Google Cloud di X (2026). Two ways to build with Claude models
Pertanyaan Umum
Apakah Claude di Google Cloud lebih mahal dibanding API Anthropic langsung?
Apa beda Anthropic managed dan Google managed?
Apakah Claude Managed Agents bisa dipakai di Google Cloud?
Apakah data bisa disimpan di wilayah Asia Pasifik?
Apakah perusahaan di Indonesia bisa langsung memakainya?
Kesimpulan
Kehadiran Claude versi Anthropic managed di Google Cloud membuat pilihan jadi lebih jelas. Perusahaan yang ingin fitur Claude terbaru, termasuk Managed Agents, kini bisa mendapatkannya tanpa keluar dari ekosistem Google Cloud dan tanpa tagihan terpisah.
Di sisi lain, jalur Google managed tetap relevan untuk tim yang mengutamakan keamanan dan lokasi data. Bagi developer dan perusahaan di Indonesia, keputusan terbaik biasanya bergantung pada satu pertanyaan sederhana: lebih butuh fitur terbaru, atau lebih butuh kepatuhan data yang ketat?
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar