Kecerdasan Buatan
Ideogram Kini Bisa Bikin Gambar Vektor SVG dari Teks, Ini Harga dan Cara Pakainya
Ideogram merilis Vector 1.0, model AI yang bisa bikin file SVG yang bisa diedit dari teks atau gambar. Ini fitur, harga API, cara pakai, dan manfaatnya buat des
Ideogram resmi merilis Ideogram Vector 1.0 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ini adalah model AI pertama dari Ideogram yang hasilnya bukan gambar piksel biasa, melainkan file vektor SVG yang bisa diedit. Cukup ketik deskripsi desain, atau unggah gambar JPG/PNG yang sudah ada, lalu model ini akan menghasilkan karya vektor yang tetap tajam di ukuran berapa pun.
Buat yang sering bikin logo, stiker, label kemasan, atau desain kaos, kabar ini cukup penting. Selama ini gambar dari AI hampir selalu berbentuk piksel, sehingga harus digambar ulang (tracing) sebelum bisa dicetak besar. Artikel ini akan menjelaskan apa saja kemampuan Ideogram Vector, berapa harganya, cara memakainya lewat aplikasi maupun API, apa saja batasannya, serta seberapa berguna model ini buat desainer dan pelaku UMKM di Indonesia.
Ideogram Vector 1.0 itu model apa?
Ideogram adalah startup AI gambar yang didirikan antara lain oleh Mohammad Norouzi, mantan peneliti Google. Sejak awal, Ideogram dikenal jago menulis teks dan tipografi di dalam gambar, sesuatu yang dulu sering jadi kelemahan generator gambar AI. Vector 1.0 adalah langkah berikutnya: tipografi rapi itu sekarang bisa keluar dalam bentuk vektor.
Secara singkat, ada dua cara kerja di model ini:
- Teks ke vektor (text-to-vector): menulis prompt seperti "logo minimalis kedai kopi dengan biji kopi dan huruf tebal", lalu model membuat SVG dari nol.
- Gambar ke vektor (image-to-vector): mengunggah gambar JPEG, PNG, atau WEBP, lalu model mengubahnya menjadi SVG yang bisa diperbesar tanpa pecah.
Model ini bersifat tertutup, artinya bobot modelnya tidak dibagikan. Aksesnya hanya lewat aplikasi Ideogram, API resmi, dan beberapa platform mitra seperti fal.
Catatan: SVG (Scalable Vector Graphics) menyimpan gambar sebagai kumpulan bentuk dan garis, bukan titik-titik piksel. Karena itu, logo SVG tetap mulus walau dicetak di kartu nama maupun baliho.
Fitur utama: tajam di semua ukuran dan gampang diedit
Kelebihan paling terasa dari Ideogram Vector adalah hasilnya bisa langsung dilanjutkan di aplikasi desain. Setiap bentuk di dalam SVG berdiri sebagai elemen sendiri, jadi satu bagian bisa diwarnai ulang, digeser, diputar, atau diubah ukurannya tanpa merusak bagian lain.

Berikut fitur yang ditonjolkan Ideogram di halaman produknya:
- Tajam di setiap ukuran: desain yang sama bisa dipakai untuk label kecil hingga poster besar tanpa tepi yang bergerigi.
- Warna bisa disesuaikan: palet warna di SVG bisa diganti agar cocok dengan warna brand atau koleksi produk.
- Kontrol per bentuk: setiap elemen bisa dipilih dan diubah satu per satu di editor vektor.
- Gradasi dan tipografi: model ini mendukung gradasi warna yang halus dan huruf yang rapi, dua hal yang biasanya sulit untuk alat auto-trace lama.
Hasilnya bisa diekspor ke Figma, Adobe Illustrator, Inkscape, atau editor vektor lain. Inkscape gratis, jadi yang belum punya lisensi Illustrator tetap bisa melanjutkan edit.
Pilihan mode saat mengubah gambar jadi vektor
Untuk fitur gambar ke vektor, Ideogram menyediakan dua mode yang perlu dipilih sesuai kebutuhan:
- Mode default: mempertahankan detail halus sebanyak mungkin. Cocok untuk ilustrasi yang ramai atau gambar dengan banyak gradasi.
- Mode simple: menggambar bentuk yang lebih sedikit dan lebih bersih. Cocok untuk logo, ikon, dan stiker yang perlu dipotong mesin cutting.
Ini sebenarnya pilihan antara kemiripan dengan gambar asli dan jumlah titik (anchor point) di dalam file. Belum ada mode yang memberi keduanya sekaligus, jadi ada baiknya mencoba dua mode untuk gambar yang sama lalu membandingkan hasilnya.
File yang diunggah boleh sampai 50 MB, dengan format JPEG, PNG, atau WEBP. Untuk logo lama yang cuma tersisa dalam bentuk foto atau JPG beresolusi rendah, fitur ini bisa jadi penyelamat.
Harga Ideogram Vector lewat API
Ideogram memasang harga per file SVG di halaman model dan dokumentasi API. Harga yang sama juga tercantum di fal.
| Jenis | Kualitas | Tanpa referensi | Dengan gambar referensi |
|---|---|---|---|
| Teks ke vektor | Low | US$0,13 | US$0,13 |
| Teks ke vektor | Medium | US$0,16 | US$0,16 |
| Teks ke vektor | High | US$0,20 | US$0,32 |
| Gambar ke vektor | Default / simple | US$0,10 | - |
Dengan asumsi kurs kira-kira Rp16.500 per dolar AS, satu SVG dari teks kualitas tinggi sekitar Rp3.300, sedangkan konversi gambar ke vektor sekitar Rp1.650 per gambar. Angka rupiah ini hanya perkiraan dan bisa berubah mengikuti kurs serta biaya kartu.
Tips: API Ideogram punya opsi
dry_run. Kalau diaktifkan, permintaan hanya divalidasi dan dihitung harganya tanpa benar-benar membuat gambar dan tanpa ditagih. Opsi ini berguna sebelum membuat satu set ikon dalam jumlah banyak.
Perbandingannya cukup menarik. Salah satu ulasan menyebut bengkel sablon di Amerika bisa meminta sekitar US$400 hanya untuk menggambar ulang logo JPG pelanggan menjadi vektor. Tentu hasil AI belum tentu sebaik desainer berpengalaman, tetapi untuk draf awal selisih biayanya jauh.
Cara pakai Ideogram Vector di aplikasi
Buat yang tidak ngoding, jalur paling mudah adalah lewat aplikasi web Ideogram. Langkah umumnya seperti ini:
- Buka halaman model Vector di situs Ideogram, lalu masuk dengan akun Ideogram.
- Pilih mulai dari ide (teks) atau mulai dari gambar.
- Untuk teks, tulis deskripsi desain sejelas mungkin: objek utama, gaya (flat, garis, retro), warna, dan teks yang ingin ditulis.
- Untuk gambar, unggah file JPG/PNG/WEBP, lalu pilih mode default atau simple.
- Bandingkan hasil vektor dengan gambar asli, lalu unduh file SVG.
- Buka SVG di Figma, Illustrator, atau Inkscape untuk merapikan warna dan bentuk.

Contoh prompt yang bisa dicoba untuk usaha kecil:
- "Logo flat warung bakso dengan mangkuk mengepul, huruf tebal 'Bakso Pak Kumis', warna merah dan krem"
- "Stiker lucu kucing oren memegang secangkir es teh, garis tebal, cocok untuk cutting sticker"
- "Ikon set 6 buah untuk toko online: keranjang, truk, dompet, kado, chat, bintang, gaya garis tipis"
Ideogram memang dikenal kuat di tipografi, jadi menuliskan nama usaha di dalam tanda kutip biasanya membantu model menulis hurufnya dengan benar.
Cara pakai lewat API untuk developer
Untuk developer, Ideogram menyediakan dua endpoint di API v2. Keduanya memakai multipart form data dan butuh header Api-Key.
Baca juga Kimi K3.1 Pro Resmi Rilis, Ini Spek, Harga API, dan Bedanya dengan Kimi K3
POST https://api.ideogram.ai/v2/svg/generate/ideogram-vector-1untuk teks ke vektor.POST https://api.ideogram.ai/v2/svg/vectorize/ideogram-vector-1untuk gambar ke vektor.
Contoh sederhana memakai curl:
curl -X POST "https://api.ideogram.ai/v2/svg/generate/ideogram-vector-1" \
-H "Api-Key: $IDEOGRAM_API_KEY" \
-F prompt="logo minimalis kedai kopi, huruf tebal 'Kopi Senja'" \
-F quality=medium
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Prosesnya asinkron. API tidak langsung mengirim file SVG, melainkan
generation_id. Hasilnya diambil dengan mengecek endpoint generations sampai muncul URL unduhan. - Bisa pakai webhook. Isi
webhook_url(wajib HTTPS) agar Ideogram mengirim hasil otomatis begitu selesai. Setiap kiriman ditandatangani dengan Ed25519 sehingga bisa diverifikasi. - Parameter tambahan meliputi
aspect_ratio,quality,num_images,seed, dan gambar referensi. - Hasil bersifat privat secara default, jadi desain klien tidak otomatis tampil di galeri publik.
Selain API resmi, fal sudah menyediakan model ini sejak hari peluncuran dengan nama ideogram/vector/text-to-vector dan ideogram/vector/image-to-vector. Tim ComfyUI juga sudah menyebut dukungan "segera hadir", tetapi saat artikel ini ditulis belum masuk rilis resmi.
flowchart LR
A[Prompt atau gambar JPG/PNG] --> B[API Ideogram Vector]
B --> C[generation_id]
C --> D{Cek status atau webhook}
D --> E[URL unduh file SVG]
E --> F[Edit di Figma / Illustrator / Inkscape]Batasan yang perlu diketahui
Walau menarik, Ideogram Vector 1.0 masih versi pertama dan punya beberapa keterbatasan:
- Belum ada fitur edit lewat API. Tidak ada endpoint untuk menyuruh model mengganti latar, menukar warna, atau menggeser bentuk dari SVG yang sudah jadi. Perubahan tetap dilakukan manual di editor vektor.
- Konversi gambar lebih sulit daripada membuat dari nol. Saat mengubah foto atau gambar ramai, model harus menebak bentuknya, sehingga hasil bisa kurang presisi.
- Model tertutup. Tidak bisa dijalankan sendiri di komputer lokal seperti beberapa model gambar open weight.
- Harga dalam dolar. Pembayaran API memakai kartu yang mendukung transaksi internasional.
Peringatan: Untuk logo yang akan didaftarkan sebagai merek, tetap cek keunikan desain dan aturan hak cipta. Hasil AI sebaiknya dijadikan bahan awal, lalu dirapikan dan dipastikan tidak mirip merek lain.
Manfaatnya buat desainer dan UMKM di Indonesia
Di Indonesia, kebutuhan desain vektor sangat dekat dengan keseharian usaha kecil. Banyak pelaku UMKM butuh logo untuk kemasan, stiker label produk, spanduk, dan desain kaos sablon. Percetakan dan tukang sablon hampir selalu meminta file vektor, bukan JPG dari WhatsApp.
Beberapa skenario yang paling relevan:
- Merapikan logo lama. Logo yang cuma tersisa sebagai foto atau JPG kecil bisa diubah jadi SVG, lalu dirapikan sebelum dikirim ke percetakan.
- Stiker dan cutting sticker. Mode simple cocok untuk desain dengan bentuk bersih yang mudah dipotong mesin.
- Desain kaos dan merchandise. File vektor memudahkan pemisahan warna untuk sablon.
- Ikon untuk toko online dan media sosial. Satu set ikon dengan gaya seragam bisa dibuat cepat untuk etalase Shopee, Tokopedia, atau feed Instagram.
- Freelancer desain. Desainer bisa memakai hasil AI sebagai draf cepat untuk ditunjukkan ke klien, lalu menghabiskan waktu di penyempurnaan.
Dari sisi biaya, harga sekitar Rp1.650 sampai Rp5.300 per file cukup terjangkau untuk percobaan, apalagi kalau dibandingkan dengan biaya gambar ulang manual. Yang perlu diingat, akses API butuh pembayaran dolar, dan prompt berbahasa Inggris biasanya memberi hasil lebih konsisten, meski nama usaha berbahasa Indonesia tetap bisa ditulis di dalam tanda kutip.

Posisi Ideogram Vector dibanding alat lain
Sebelum Vector 1.0, cara umum membuat vektor dari gambar AI adalah membuat gambar piksel dulu, lalu memakai fitur image trace di Illustrator atau alat konversi online. Masalahnya, hasil trace sering berantakan, terutama pada huruf dan gradasi.
Perbedaan utama Ideogram Vector:
- Menghasilkan SVG langsung, bukan piksel yang dikonversi belakangan.
- Kuat di tipografi, warisan dari model gambar Ideogram sebelumnya.
- Tersedia di app dan API sekaligus, sehingga bisa dipakai perorangan maupun dimasukkan ke aplikasi lain.
Di saat yang sama, persaingan alat desain AI makin ramai. Pada pekan yang sama, Canva juga merilis model pembuat gambar sendiri untuk penggunanya. Bedanya, fokus Ideogram kali ini jelas di file vektor yang siap cetak dan siap edit, area yang belum banyak digarap generator gambar lain.
Checklist
- Tentukan kebutuhan: membuat desain baru dari teks atau mengubah gambar lama jadi vektor
- Siapkan prompt yang jelas berisi objek, gaya, warna, dan teks dalam tanda kutip
- Untuk logo dan stiker, coba mode simple lebih dulu
- Bandingkan hasil dengan gambar asli sebelum diunduh
- Rapikan SVG di Figma, Illustrator, atau Inkscape
- Developer: pakai
dry_rununtuk cek biaya sebelum proses massal - Cek keunikan desain sebelum dipakai sebagai merek
Poin penting
- Ideogram Vector 1.0 rilis 22 Oktober 2026 dan menghasilkan file SVG yang bisa diedit.
- Ada dua fitur: teks ke vektor dan gambar ke vektor (JPEG/PNG/WEBP hingga 50 MB).
- Harga API mulai US$0,10 per konversi gambar dan US$0,13 sampai US$0,32 per SVG dari teks.
- Tersedia di aplikasi Ideogram, API resmi, dan fal; dukungan ComfyUI menyusul.
- Belum ada fitur edit SVG lewat API, jadi penyempurnaan tetap di editor vektor.
Referensi
- Ideogram (2026). AI Vector Generator: Ready-to-use SVG Artwork
- Ideogram Developer Docs (2026). Generate SVG
- Runtimewire (2026). Ideogram launches its first vector model for editable SVG design
- ArtRealmAI (2026). Ideogram Vector 1.0: Editable SVGs From a Prompt
- OrcaRouter (2026). Ideogram Vector 1.0: What the SVG File Actually Holds
- The Neuron (2026). Everything That Happened in AI Today, Friday, October 23
- Digest AI (2026). AI news for Friday, 23 October 2026
Pertanyaan Umum
Apakah Ideogram Vector bisa dipakai tanpa coding?
Berapa harga Ideogram Vector per gambar?
Apakah bisa mengubah logo JPG menjadi SVG?
File SVG dari Ideogram bisa dibuka di aplikasi apa?
Apakah Ideogram Vector bisa dijalankan di komputer sendiri?
Kesimpulan
Ideogram Vector 1.0 membawa generator gambar AI selangkah lebih dekat ke kebutuhan desain sehari-hari. Hasilnya berupa file SVG yang tajam di semua ukuran dan bisa diedit per bentuk, bukan sekadar gambar piksel yang harus digambar ulang.
Buat desainer, freelancer, dan pelaku UMKM di Indonesia yang sering berurusan dengan logo, stiker, kemasan, dan sablon, alat ini layak dicoba sebagai pembuat draf cepat. Harganya terjangkau per file, meski masih dalam dolar dan belum punya fitur edit otomatis. Hasil akhirnya tetap paling bagus kalau dirapikan sendiri di editor vektor sebelum dikirim ke percetakan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar