Kecerdasan Buatan

Kimi K3.1 Pro Resmi Rilis, Ini Spek, Harga API, dan Bedanya dengan Kimi K3

M
Mughu
11 menit baca
Kimi K3.1 Pro Resmi Rilis, Ini Spek, Harga API, dan Bedanya dengan Kimi K3

Moonshot AI resmi merilis Kimi K3.1 Pro dengan konteks 1 juta token dan harga API lebih murah 33%. Ini spek, hasil benchmark, harga, cara coba dari Indonesia, d

Moonshot AI resmi merilis Kimi K3.1 Pro pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ini adalah versi lanjutan dari Kimi K3 yang dilatih ulang dengan porsi post-training jauh lebih besar, dan hasilnya langsung bikin heboh: lembaga penguji independen Artificial Analysis menaruhnya di peringkat keempat dunia, hanya kalah dari tiga model tertutup.

Yang bikin banyak developer melirik, harga API-nya justru turun 33% dibanding K3, dan Moonshot berjanji merilis bobot modelnya secara terbuka paling lambat 4 November 2026. Artikel ini akan menjelaskan spesifikasi Kimi K3.1 Pro, hasil benchmark-nya, harga API dalam dolar dan kira-kira rupiah, perbedaannya dengan Kimi K3, serta catatan praktis buat yang mau mencobanya dari Indonesia.

Kimi K3.1 Pro itu model apa?

Kimi K3.1 Pro adalah model pertama dari seri baru K3.1. Moonshot menyebutnya sebagai model open-weight kelas 3 triliun parameter paling mampu yang pernah mereka buat. Fokus peningkatannya ada di empat area besar, yaitu coding, pembuatan objek 3D, riset keuangan, dan kemampuan agen AI yang bekerja sendiri dalam banyak langkah.

Ada dua varian yang dirilis bersamaan:

  1. Kimi K3.1 Pro, model utama dengan kemampuan penalaran paling kuat.
  2. Kimi K3.1 Pro Highspeed, varian yang menurut Moonshot 2–3 kali lebih cepat, cocok untuk aplikasi yang butuh respons instan.

Keduanya sudah bisa dipakai hari itu juga di Kimi.ai, aplikasi Kimi di HP, Kimi Work, Kimi Code, dan Kimi API. Untuk pelanggan Kimi Enterprise, aksesnya dimatikan secara default saat peluncuran, jadi admin perusahaan perlu menyalakannya sendiri.

Catatan: Saat artikel ini ditulis, bobot model belum bisa diunduh. Status "open-weight" baru benar-benar berlaku setelah Moonshot merilis file bobotnya, yang dijanjikan paling lambat 4 November 2026.

Spesifikasi Kimi K3.1 Pro

Dari sisi ukuran, K3.1 Pro tidak berubah dari K3. Perubahannya ada di proses pelatihan lanjutan, terutama reinforcement learning skala besar di ratusan bidang sekaligus. Moonshot bilang mereka merombak hampir semua lapisan sistem latihnya supaya setiap tambahan komputasi memberi hasil yang stabil.

Berikut ringkasan spesifikasinya:

  • Total parameter: 2,8 triliun (arsitektur Mixture-of-Experts)
  • Parameter aktif per token: 104 miliar
  • Jendela konteks: 1 juta token
  • Input: teks dan gambar
  • Mode penalaran: bisa diatur di level low, high, dan max
  • Panjang jawaban di API: default 131.072 token, bisa dinaikkan sampai 1.048.576 token
  • Ketersediaan bobot: dijanjikan rilis paling lambat 4 November 2026

Konteks 1 juta token itu artinya model bisa membaca dokumen yang sangat panjang dalam sekali jalan, misalnya ratusan halaman laporan keuangan atau satu repositori kode berukuran sedang. Ini berguna sekali untuk pekerjaan agen yang perlu "mengingat" banyak hal sekaligus.

Satu hal yang menarik, Moonshot mengaku sengaja membuang data latihan terkait serangan siber dari model ini. Tujuannya supaya rilis bobot terbuka nanti tidak ikut mendorong kemampuan peretasan ofensif ke level yang lebih berbahaya.

Hasil benchmark: seberapa dekat dengan Claude dan GPT?

Di sinilah K3.1 Pro paling banyak dibicarakan. Berdasarkan angka resmi dari Moonshot, model ini sudah sejajar atau mendekati model tertutup terkuat saat ini.

Beberapa angka dari Moonshot:

  1. Terminal-Bench 4.0 (tes agen coding di terminal): 65,7%, di atas GPT-6 Astra (58,2%) dan tipis di bawah Claude Opus 5.5 (66,4%).
  2. Kimi Code Bench 3.0 Long-horizon (tes internal Moonshot): 61,2%, naik dari K3 yang mencetak 55,95%.
  3. Tingkat halusinasi di tes internal Moonshot turun dari 23,4% pada K3 menjadi 8,3%.

Angka-angka di atas adalah klaim perusahaan sendiri. Untuk penilaian dari luar, Artificial Analysis memberi skor 55 di Intelligence Index mereka. Skor ini naik 11 poin dari Kimi K3 yang mendapat 44.

Posisi lengkapnya kira-kira seperti ini:

Menurut Artificial Analysis, begitu bobotnya dirilis, K3.1 Pro akan menjadi model open-weight dengan skor tertinggi. Jarak antara model terbuka terbaik dan model tertutup terbaik di indeks mereka juga akan menyempit dari 12 poin menjadi hanya 3 poin. Simon Willison, developer yang rutin mengulas model AI, menyebut ini pertama kalinya model yang (segera) terbuka mencetak skor setinggi itu dibanding model-model papan atas.

Artificial Analysis juga mencatat kenaikan besar di tugas agen:

  • GDPval-AA: 1.846 Elo, peringkat ketiga, naik 312 Elo dari K3
  • AutomationBench-AA (alur kerja aplikasi SaaS): naik dari 58% ke 73%
  • Humanity's Last Exam: naik dari 47% ke 52%
  • Tingkat halusinasi versi mereka: turun dari 53% ke 44%

Tips: Kenaikan paling terasa ada di tugas agen dan coding. Untuk soal pengetahuan umum dan sains, peningkatannya lebih kecil, jadi jangan berharap lompatan yang sama di semua jenis pertanyaan.

Harga API Kimi K3.1 Pro

Untuk developer, kabar soal harga ini mungkin yang paling penting. Moonshot memakai skema bayar sesuai pemakaian dengan tarif rata, tanpa tarif berbeda berdasarkan panjang konteks. Jadi memakai 10 ribu token atau 900 ribu token konteks, harga per tokennya tetap sama.

Berikut tarif per 1 juta token. Konversi rupiah di bawah ini hanya hitungan kasar dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar, jadi angka sebenarnya bisa sedikit berbeda.

Model Input Output Input dari cache
Kimi K3.1 Pro US$2 (± Rp33.000) US$10 (± Rp165.000) US$0,20 (± Rp3.300)
Kimi K3.1 Pro Highspeed US$4 (± Rp66.000) US$20 (± Rp330.000) sama dengan versi biasa

Beberapa hal yang perlu dicatat soal harga:

  1. Harga ini 33% lebih murah dibanding tarif Kimi K3.
  2. Menurut Simon Willison, tarifnya sama dengan GPT-6.1 Sol dan setengah harga Claude Opus 5.5.
  3. Ada biaya terpisah untuk menulis cache, dengan dua pilihan masa simpan, yaitu 5 menit dan 1 jam.
  4. Artificial Analysis menghitung biaya rata-rata per tugas di indeks mereka sekitar US$1,98, hampir sama dengan K3. Penyebabnya, K3.1 Pro memakai sekitar 55 ribu token output per tugas, 14% lebih banyak dari K3, sehingga penghematan per token sebagian "termakan" oleh jawaban yang lebih panjang.

Catatan: Di Kimi API, K3.1 Pro termasuk model flagship yang baru terbuka setelah akun melakukan top-up minimal US$1. Total top-up juga menentukan tier akun dan batas pemakaian seperti jumlah request per menit.

Bedanya Kimi K3.1 Pro dengan Kimi K3

Buat yang sudah memakai Kimi K3, pertanyaan paling wajar adalah apakah perlu langsung pindah. Secara ringkas, perbedaannya bisa dilihat seperti ini:

  • Ukuran model: sama, 2,8 triliun total dan 104 miliar aktif.
  • Pelatihan: K3.1 Pro mendapat komputasi post-training jauh lebih besar.
  • Skor Artificial Analysis: 55 untuk K3.1 Pro, dibanding 44 untuk K3.
  • Kemampuan agen: naik tajam, terutama di coding terminal dan otomasi aplikasi.
  • Halusinasi: lebih rendah menurut tes Moonshot maupun Artificial Analysis.
  • Harga API: 33% lebih murah per token.
  • Varian cepat: K3.1 Pro punya versi Highspeed 2–3 kali lebih cepat.

Dengan harga per token yang lebih rendah dan kemampuan yang lebih tinggi, hampir tidak ada alasan untuk bertahan di K3 bagi pengguna API, kecuali aplikasinya sudah disetel sangat spesifik untuk perilaku K3. Itu pun sebaiknya tetap diuji ulang karena K3.1 Pro cenderung menulis jawaban lebih panjang.

Moonshot juga sedang mempensiunkan seri K2. Menurut laporan Skimwire, pendaftar baru kehilangan akses ke K2 mulai 31 Oktober 2026, dan seluruh seri K2 akan dimatikan paling lambat akhir Desember. Jadi yang masih memakai K2 sebaiknya mulai migrasi dari sekarang.

Kemampuan baru: coding, 3D, dan riset keuangan

Selain angka benchmark, Moonshot memamerkan beberapa contoh pemakaian yang cukup konkret. Ini membantu menggambarkan untuk apa model ini paling cocok.

  1. Coding dan agen terminal. K3.1 Pro bisa menjalankan tugas pemrograman multi-langkah, memakai tools, dan menyelesaikan masalah dari awal sampai akhir. Ini yang membuat skor Terminal-Bench-nya melonjak.
  2. Pembuatan 3D. Moonshot memamerkan hasil seperti objek 3D modular, adegan game sederhana, dan desain mekanis. Di benchmark BenchCAD, Moonshot mengklaim skor 92,7%.
  3. Riset dan pekerjaan keuangan. Model ini diklaim mampu mengerjakan alur kerja keuangan secara utuh, termasuk mencetak skor terbaik di tes kerja kantoran OfficeQA Pro v2.

Untuk pengguna biasa, kemampuan ini terasa lewat Kimi Work (agen desktop untuk pekerjaan kantor) dan Kimi Code (agen coding). Jadi tidak harus lewat API untuk merasakan peningkatannya.

Cara coba Kimi K3.1 Pro dari Indonesia

Kabar baiknya, Kimi bisa diakses dari Indonesia tanpa ribet. Ada beberapa jalur yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Untuk pengguna umum:

  1. Buka Kimi.ai di browser atau pasang aplikasi Kimi di Android/iOS.
  2. Masuk dengan akun, lalu pilih model K3.1 Pro di pemilih model.
  3. Coba langsung untuk tugas seperti merangkum dokumen panjang, menulis kode, atau analisis data.

Untuk developer lewat API:

  1. Daftar di platform Kimi API dan lakukan top-up minimal US$1 supaya model flagship terbuka.
  2. Ambil API key, lalu cek nama model dan alamat endpoint yang persis di halaman panduan cepat Kimi K3.1 Pro pada dokumentasi Kimi API.
  3. Atur level penalaran (low, high, atau max) sesuai kebutuhan. Level lebih tinggi biasanya lebih akurat, tapi lebih lama dan memakai lebih banyak token.

Beberapa aturan teknis yang perlu diingat menurut dokumentasi resmi:

  • Parameter seperti temperature (1,0) dan top_p (0,95) sudah dikunci, jadi sebaiknya tidak dikirim di request.
  • Input gambar tidak menerima URL publik. Gambar harus dikirim dalam bentuk base64 atau format ms://.
  • Untuk percakapan multi-giliran dan tool calling, pesan asisten harus dikembalikan utuh tanpa diubah.
  • Fitur pencarian web sedang diperbarui dan belum disarankan untuk produksi.

Yang relevan buat pengguna dan developer di Indonesia

Buat startup dan developer lokal, K3.1 Pro menarik karena menawarkan kemampuan mendekati model papan atas dengan harga yang lebih ramah. Kalau dihitung kasar, satu juta token input sekitar Rp33.000 dan satu juta token output sekitar Rp165.000. Untuk chatbot layanan pelanggan atau agen internal kantor, hitungan ini cukup masuk akal.

Ada beberapa hal praktis yang patut dipertimbangkan:

  • Pembayaran pakai dolar. Top-up API memakai dolar AS, jadi biasanya butuh kartu kredit atau kartu debit yang mendukung transaksi internasional.
  • Bahasa Indonesia. Model besar sekelas ini umumnya sudah lancar berbahasa Indonesia, tapi tetap uji dulu untuk istilah lokal, bahasa gaul, atau dokumen hukum.
  • Data sensitif. Untuk data pelanggan atau data perusahaan, cek dulu kebijakan penyimpanan data Kimi. Perusahaan yang ketat soal data bisa menunggu bobot terbuka rilis lalu menjalankannya di server sendiri.
  • Server sendiri tidak murah. Model 2,8 triliun parameter butuh perangkat keras kelas pusat data. Jadi bagi kebanyakan tim kecil, memakai API tetap jauh lebih realistis daripada menjalankan model ini di PC atau laptop.

Peringatan: Angka benchmark dari Moonshot belum diaudit pihak luar secara penuh. Setelah bobot dirilis 4 November nanti, peneliti independen baru bisa menguji klaim-klaim tersebut dengan lebih teliti.

Checklist

  • Coba K3.1 Pro gratis lewat Kimi.ai atau aplikasi Kimi sebelum memakai API
  • Top-up minimal US$1 kalau mau akses K3.1 Pro lewat API
  • Bandingkan biaya per tugas, bukan cuma harga per token
  • Uji ulang prompt lama dari K3 karena jawaban K3.1 Pro cenderung lebih panjang
  • Migrasikan aplikasi dari K2 sebelum seri itu dimatikan akhir Desember
  • Pantau rilis bobot terbuka paling lambat 4 November 2026

Poin penting

  • Kimi K3.1 Pro rilis 23 Oktober 2026 dengan konteks 1 juta token.
  • Ukurannya 2,8 triliun parameter dengan 104 miliar parameter aktif.
  • Skor Artificial Analysis 55, peringkat keempat dunia.
  • Harga API US$2 input dan US$10 output per 1 juta token, turun 33% dari K3.
  • Varian Highspeed 2–3 kali lebih cepat dengan harga dua kali lipat.
  • Bobot terbuka dijanjikan paling lambat 4 November 2026.

Referensi

  1. Moonshot AI (2026). Kimi K3.1 Pro Tech Blog: Advancing Open Intelligence
  2. Kimi API Platform (2026). Kimi K3.1 Pro Quickstart
  3. Artificial Analysis (2026). Kimi K3.1 Pro launches at 4th on the Intelligence Index
  4. Simon Willison (2026). Introducing Kimi K3.1 Pro
  5. Skimwire (2026). Kimi K3.1 Pro: benchmarks, pricing, open weights Nov. 4
  6. Digest AI (2026). AI news for Friday, 23 October 2026

Pertanyaan Umum

Kapan Kimi K3.1 Pro dirilis?
Kimi K3.1 Pro dirilis Moonshot AI pada 23 Oktober 2026. Model ini langsung tersedia di Kimi.ai, aplikasi Kimi, Kimi Work, Kimi Code, dan Kimi API pada hari yang sama.
Berapa harga API Kimi K3.1 Pro?
Harganya US$2 per 1 juta token input, US$10 per 1 juta token output, dan US$0,20 untuk input dari cache. Varian Highspeed dipatok US$4 untuk input dan US$20 untuk output. Dengan kurs kasar Rp16.500, input sekitar Rp33.000 dan output sekitar Rp165.000 per 1 juta token.
Apakah Kimi K3.1 Pro benar-benar open source?
Belum sepenuhnya. Saat ini model baru bisa dipakai lewat aplikasi dan API. Moonshot berjanji merilis bobot model secara terbuka paling lambat 4 November 2026.
Apa bedanya Kimi K3.1 Pro dengan Kimi K3?
Ukuran modelnya sama, tetapi K3.1 Pro dilatih lebih lama dengan komputasi post-training yang jauh lebih besar. Hasilnya skor Artificial Analysis naik dari 44 ke 55, kemampuan agen dan coding meningkat tajam, halusinasi berkurang, dan harga API turun 33%.
Apakah Kimi K3.1 Pro bisa dipakai dari Indonesia?
Bisa. Kimi.ai dan aplikasinya bisa diakses dari Indonesia. Untuk API, pengguna perlu top-up minimal US$1 dengan metode pembayaran yang mendukung transaksi dalam dolar.
Apakah Kimi K3.1 Pro bisa dijalankan di laptop?
Secara praktis tidak. Dengan total 2,8 triliun parameter, model ini membutuhkan perangkat keras kelas pusat data meskipun bobotnya nanti dirilis. Untuk penggunaan pribadi atau tim kecil, jalur paling masuk akal tetap lewat aplikasi Kimi atau API.

Kesimpulan

Kimi K3.1 Pro adalah lompatan besar dari Moonshot AI. Dengan skor 55 di Artificial Analysis, model ini sudah duduk di peringkat keempat dunia dan hanya tertinggal tipis dari model tertutup milik Anthropic dan Meta, sementara harga API-nya justru turun 33% dibanding K3.

Buat developer di Indonesia, kombinasi konteks 1 juta token, kemampuan agen yang kuat, dan tarif setengah harga Claude Opus 5.5 membuat K3.1 Pro layak masuk daftar uji coba. Tetap uji dulu dengan kasus pemakaian sendiri, hitung biaya per tugas, dan tunggu rilis bobot terbuka 4 November untuk melihat apakah klaim Moonshot benar-benar terbukti di tangan peneliti independen.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar