Kecerdasan Buatan
Waddle World, Game Peliharaan AI Meta Mirip Tamagotchi
Waddle World adalah aplikasi peliharaan virtual 16-bit buatan Meta yang mengubah cerita harian jadi jurnal bergambar. Ini fitur, syarat usia 18+, ketersediaan y
Waddle World adalah aplikasi peliharaan virtual buatan Meta yang mirip Tamagotchi, tapi dibumbui AI. Pengguna menetaskan telur, merawat hewan piksel bergaya 16-bit, lalu bercerita soal harinya. Hewan itu kemudian menuliskan cerita tadi menjadi catatan jurnal lengkap dengan gambar coretan tangan. Aplikasinya gratis, khusus usia 18 tahun ke atas, dan untuk sementara baru tersedia di Filipina.
Kabar soal Waddle World mulai ramai setelah konsultan media sosial Matt Navarra membagikan tautan App Store dan Google Play-nya di X. Media teknologi seperti The Verge dan Engadget lalu memberitakannya, dan pada 30 Oktober 2026 giliran sejumlah media Indonesia ikut membahasnya. Daya tariknya jelas: Meta, perusahaan di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, ternyata membuat game peliharaan yang lucu.
Artikel ini akan menjelaskan cara kerja Waddle World, fitur-fiturnya, kenapa Meta menyebutnya "jurnal harian yang menyamar jadi peliharaan", bagaimana posisinya dibanding aplikasi AI Meta lain, dan apa artinya untuk pengguna di Indonesia yang penasaran ingin mencoba.
Waddle World dalam satu tarikan napas
Supaya gampang, berikut ringkasan fakta Waddle World berdasarkan halaman resminya di App Store dan liputan media:
- Pembuat: Meta Platforms, Inc.
- Jenis: game perawatan hewan virtual bergaya piksel 16-bit, kategori hiburan.
- Harga: gratis dimainkan.
- Batas usia: pengguna harus berusia 18 tahun atau lebih.
- Ketersediaan: baru di Filipina, untuk iPhone dan Android menurut liputan The Verge dan Engadget.
- Ukuran aplikasi iPhone: sekitar 61,7 MB, butuh iOS 17 atau lebih baru.
- Waktu muncul: listing-nya mulai terlihat di toko aplikasi sekitar akhir September hingga awal Oktober 2026, lalu ramai diberitakan pada akhir Oktober.
Catatan: Meta belum mengumumkan secara resmi rencana peluncuran Waddle World di negara lain, termasuk Indonesia. Semua informasi ketersediaan di artikel ini berasal dari listing toko aplikasi dan laporan media.
Yang menarik, Meta sendiri menegaskan di deskripsi aplikasinya bahwa Waddle World bukan chatbot, bukan asisten, dan bukan aplikasi produktivitas. Menurut Meta, aplikasi ini adalah "sebuah peliharaan dan sebuah tempat" yang bisa dikunjungi dua menit atau dua puluh menit, tanpa beban.
Cara kerja: tetaskan telur, rawat, lalu bercerita
Alur dasarnya mirip Tamagotchi yang populer di era 1990-an. Pengguna mulai dengan menetaskan telur untuk mendapatkan hewan peliharaan. Setelah itu, hewan tersebut perlu diberi makan dan diajak bermain supaya tetap senang.
![]()
Bedanya dengan Tamagotchi klasik ada pada bagian obrolan. Hewan di Waddle World bisa diajak bercerita, dan di sinilah AI milik Meta bekerja. Secara garis besar, prosesnya seperti ini:
- Tahan tombol mikrofon lalu ceritakan bagaimana hari itu berjalan. Kalau lebih nyaman mengetik, opsi teks juga tersedia.
- Hewan peliharaan mendengarkan, lalu menuliskan cerita tadi sebagai catatan jurnal dengan "suaranya sendiri", yaitu dari sudut pandang si hewan.
- Setiap catatan diberi gambar coretan (doodle) yang dibuat menyesuaikan isi cerita.
- Makin sering bercerita, hewan itu makin "mengenal" penggunanya. Meta menyebut hewan tersebut bisa memperhatikan pola minggu pengguna, hal yang bikin semangat, dan hal yang bikin capek.
Matt Navarra menggambarkannya dengan singkat sebagai "Tamagotchi ketemu ChatGPT". Engadget juga mencatat bahwa jawaban si hewan jelas ditenagai AI buatan Meta.
Fitur-fitur Waddle World yang perlu diketahui
Selain jurnal, Waddle World punya beberapa fitur pendukung yang membuatnya terasa seperti game santai. Berikut daftarnya berdasarkan deskripsi resmi di App Store:
- Mini-game singkat. Ada game menangkap bintang sambil menghindari bom, game menumpuk barang belanjaan di atas kepala peliharaan, dan game menyusun kata dari huruf acak. Tiap permainan cuma dua sampai tiga menit, tanpa papan peringkat.
- Prangko sebagai hadiah. Dari mini-game, pengguna mengumpulkan prangko (stamp) yang bisa dipakai untuk membeli makanan dan mainan bagi peliharaan.
- Kartu pos mingguan. Setiap minggu, hewan peliharaan mengirim kartu pos tentang sesuatu yang pernah diceritakan pengguna atau tentang dirinya sendiri.
- Pertanyaan harian. Contohnya "Cuaca seperti apa dirimu hari ini?" Cukup satu ketukan untuk menjawab, dan jawabannya membantu peliharaan lebih mengenal pengguna.
- Tanpa tekanan. Meta menekankan tidak ada streak yang harus dijaga dan tidak ada skor yang harus dikejar.
![]()
Poin terakhir cukup unik. Banyak aplikasi sekarang mengandalkan target harian supaya penggunanya terus kembali, mulai dari aplikasi belajar bahasa sampai media sosial. Waddle World justru menjual konsep sebaliknya: datang kapan saja, peliharaan tetap senang.
Kenapa disebut jurnal yang menyamar jadi peliharaan
Kalimat "a daily journal disguised as a pet" adalah cara Meta sendiri mendeskripsikan Waddle World. Artinya, inti aplikasi ini sebenarnya adalah kebiasaan menulis jurnal, sedangkan hewan peliharaannya adalah "bungkus" supaya kebiasaan itu terasa menyenangkan.
Logikanya cukup masuk akal. Banyak orang ingin rutin menulis jurnal, tapi berhenti setelah beberapa hari karena terasa seperti tugas. Dengan Waddle World, ceritanya cukup diucapkan sekitar dua puluh detik, lalu AI yang merapikannya jadi catatan bergambar. Hasilnya bisa dibaca ulang kapan-kapan.
Ada tiga hal yang membuat pendekatan ini berbeda dari aplikasi jurnal biasa:
- Input suara jadi utama. The Verge mencatat deskripsi aplikasi mendorong pengguna untuk bicara, bukan mengetik.
- Catatan ditulis ulang oleh "karakter". Jurnal tidak berupa teks mentah, melainkan cerita dari sudut pandang hewan peliharaan.
- Ada unsur visual. Setiap entri dilengkapi doodle, sehingga terasa seperti buku harian bergambar.
Tips: Jurnal bergaya seperti ini cocok untuk orang yang ingin mencatat suasana hati tanpa harus menulis panjang. Tapi tetap ingat, isi cerita itu diproses oleh sistem AI milik perusahaan.
Posisinya di antara aplikasi AI Meta lain
Waddle World bukan satu-satunya eksperimen Meta belakangan ini. Menurut The Verge dan Engadget, Meta sedang merilis banyak aplikasi kecil berbasis AI di pasar terbatas. Beberapa yang sudah terdengar:
- Style Sketch, aplikasi fesyen AI yang membuat lemari pakaian virtual dari foto Instagram atau Facebook. Aplikasi ini justru sudah tersedia di Indonesia, Singapura, dan Thailand.
- Vibes dan Pocket, dua aplikasi AI lain yang disebut ANTARA sebagai bagian dari ekspansi Meta di ranah aplikasi AI.
- Muse, agen AI pribadi Meta yang punya maskot lucu dan gadget kecil bernama Charm, sebagaimana disinggung The Verge.
![]()
Engadget menyebut bahwa sebelumnya bos Meta, Mark Zuckerberg, mengatakan perusahaan akan merilis jauh lebih banyak aplikasi karena AI membuat proses pembuatannya lebih mudah. Aplikasi-aplikasi ini juga membantu Meta mengajak lebih banyak orang memakai sistem AI-nya.
Pola rilisnya pun mirip. Meta tampaknya menguji aplikasi di satu atau beberapa negara Asia Tenggara dulu, melihat respons pengguna, lalu memutuskan apakah akan diperluas. Situs pelacak aplikasi IndieTower bahkan menandai Waddle World sebagai kandidat soft launch karena hanya muncul di satu storefront.
Kondisinya untuk pengguna di Indonesia
Ini bagian yang paling sering ditanyakan: apakah Waddle World bisa dimainkan di Indonesia? Jawabannya, untuk saat ini belum. Media Indonesia seperti Qoo Media dan Radar Bonang juga mencatat aplikasi ini belum muncul di App Store maupun Play Store Indonesia.
Baca juga Gemini di Android Kini Berkilau, Begini Cara Dapatnya
Meski begitu, ada beberapa alasan untuk tetap memantau:
- Indonesia sering jadi pasar uji Meta. Style Sketch membuktikan Meta tidak ragu merilis aplikasi AI barunya lebih dulu di Indonesia. CNBC Indonesia bahkan menyebut Indonesia termasuk negara pertama yang bisa mencobanya.
- Filipina dan Indonesia punya karakter pasar mirip. Keduanya adalah pasar besar pengguna Facebook dan Instagram di Asia Tenggara, sehingga kalau uji coba di Filipina berjalan baik, perluasan ke negara tetangga cukup masuk akal. Ini masih dugaan, bukan pengumuman resmi.
- Bahasa belum jelas. Belum ada informasi apakah Waddle World mendukung bahasa Indonesia. Jurnal suara akan jauh lebih menyenangkan kalau bisa bercerita dalam bahasa sehari-hari.
Peringatan: Jangan mengunduh file APK Waddle World dari situs tidak resmi. Media India Gadgets Now juga mengingatkan bahwa file dari luar toko resmi berisiko berisi malware atau aplikasi palsu yang meniru nama populer.
Kalau benar-benar penasaran, cara paling aman adalah menunggu aplikasinya muncul di Play Store atau App Store Indonesia. Cukup cari "Waddle World" sesekali dan pastikan pengembangnya tertulis Meta Platforms, Inc.
Soal privasi: cerita harian diproses AI
Karena intinya adalah jurnal, Waddle World pada dasarnya mengumpulkan cerita pribadi penggunanya. Meta sendiri menyebut makin banyak yang dibagikan, makin peliharaan "mengenal" penggunanya, termasuk pola minggu dan hal-hal yang membuat lelah.
Sebelum mencoba aplikasi jurnal berbasis AI mana pun, termasuk Waddle World nanti, ada beberapa hal yang sebaiknya dicek:
- Baca kebijakan privasi di halaman aplikasi, terutama soal apakah cerita dipakai untuk melatih AI.
- Batasi informasi sensitif, misalnya nomor identitas, alamat rumah, data keuangan, atau masalah kesehatan yang sangat pribadi.
- Cek izin mikrofon dan pastikan hanya aktif saat dipakai.
- Perhatikan batas usia 18+. Meski tampilannya lucu dan mirip game anak, aplikasi ini tidak ditujukan untuk anak-anak.
Engadget menilai strategi Meta memakai karakter imut sebagai cara mengajak orang memakai dan melatih model AI-nya. Penilaian ini wajar jadi pertimbangan sebelum menyerahkan cerita harian ke sebuah aplikasi.
Checklist
- Pahami bahwa Waddle World baru tersedia di Filipina, belum di Indonesia.
- Hindari APK dari situs tidak resmi.
- Pastikan pengembang di toko aplikasi tertulis Meta Platforms, Inc.
- Siapkan iPhone dengan iOS 17 atau lebih baru bila nanti tersedia.
- Baca kebijakan privasi sebelum mulai menulis jurnal.
- Ingat batas usia minimal 18 tahun.
Referensi
- Apple App Store (2026). Waddle World: AI Pet Journal
- The Verge (2026). Meta quietly launched an AI pet journal app
- Engadget (2026). Meta's Waddle World is a Tamagotchi-like AI pet app
- Engadget (2026). Meta quietly launches an AI fashion app for virtually trying on clothes
- Gadgets Now (2026). Meta launches Waddle World, a Tamagotchi-style AI pet journal app
- IndieTower (2026). Waddle World: AI Pet Journal on App Store
- Qoo Media (2026). Waddle World, Aplikasi AI Meta yang Padukan Hewan Virtual, Jurnal Harian, dan Mini-Game
- Radar Bonang (2026). Meta Rilis Waddle World, Aplikasi Peliharaan AI Mirip Tamagotchi
- ANTARA News (2026). Meta luncurkan aplikasi fesyen berbasis AI Style Sketch
- CNBC Indonesia (2026). Warga RI Jadi Nomor Satu, Begini Cara Pakai Style Sketch di Instagram
Pertanyaan Umum
Waddle World itu aplikasi apa?
Apakah Waddle World gratis?
Apakah Waddle World sudah bisa diunduh di Indonesia?
Apakah Waddle World sama dengan chatbot seperti ChatGPT?
Berapa batas usia untuk main Waddle World?
Apa bedanya Waddle World dengan Style Sketch?
Kesimpulan
Waddle World adalah cara Meta mencoba hal yang berbeda: memakai peliharaan virtual ala Tamagotchi untuk membuat orang rutin menulis jurnal dengan bantuan AI. Konsepnya santai, gratis, tanpa streak, dan dilengkapi mini-game serta kartu pos mingguan.
Untuk pengguna Indonesia, aplikasinya memang belum bisa diunduh secara resmi. Namun, melihat Style Sketch yang sudah masuk Indonesia lebih dulu, peluang Waddle World menyusul tetap terbuka. Sambil menunggu, sebaiknya hindari APK tidak resmi dan biasakan membaca kebijakan privasi sebelum menyerahkan cerita harian ke aplikasi AI mana pun.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar