Teknologi

WhatsApp Kini Bisa Pin Pesan Grup Selamanya

M
Mughu
11 menit baca
WhatsApp Kini Bisa Pin Pesan Grup Selamanya

WhatsApp merilis empat fitur grup baru: pin pesan tanpa batas waktu, kirim riwayat pesan ke anggota baru setelah bergabung, filter sebutan dan balasan, serta st

WhatsApp sekarang bisa menyematkan (pin) pesan di grup tanpa batas waktu. Sebelumnya, pesan yang di-pin hanya bertahan 24 jam, 7 hari, atau 30 hari, lalu hilang sendiri dari bagian atas obrolan. Opsi baru ini diumumkan lewat blog resmi WhatsApp pada 29 Oktober 2026 dan mulai diberitakan luas oleh media teknologi pada 30 Oktober 2026.

Pin pesan selamanya bukan satu-satunya perubahan. WhatsApp sekaligus merilis empat fitur untuk obrolan grup: pin tanpa batas waktu, kirim riwayat pesan ke anggota baru setelah mereka bergabung, filter untuk sebutan dan balasan yang belum dibaca, serta status grup yang hanya terlihat oleh anggota grup tertentu.

Artikel ini akan menjelaskan cara kerja keempat fitur tersebut, perbedaannya dengan fitur lama, cara mengecek apakah sudah tersedia di HP, dan kenapa fitur ini cukup berguna untuk grup-grup yang biasa dipakai orang Indonesia, mulai dari grup RT, grup kelas, sampai grup kantor.

Empat fitur baru grup WhatsApp, singkatnya

WhatsApp menyebut tujuan pembaruan ini adalah membantu pengguna mengejar obrolan yang tertinggal dan menemukan pesan yang penting tanpa harus menggulir ratusan chat. Berikut ringkasannya:

  1. Pin pesan selamanya. Pesan penting bisa tetap disematkan di atas grup tanpa perlu memilih batas waktu.
  2. Kirim riwayat pesan setelah anggota bergabung. Anggota grup bisa mengirim pesan-pesan terbaru ke orang yang baru masuk, cukup dengan mengetuk nama orang tersebut di obrolan.
  3. Filter sebutan dan balasan. Daftar chat punya filter baru untuk menampilkan grup yang berisi sebutan (mention) atau balasan yang belum dibaca.
  4. Status grup. Status bisa dibagikan khusus ke anggota satu grup, dan anggota lain bisa melihat, memberi reaksi, serta menambahkan status mereka sendiri.

Catatan: WhatsApp merilis fitur ini secara bertahap. Artinya, tidak semua akun langsung mendapatkannya di hari yang sama, meskipun aplikasinya sudah versi terbaru.

Keempat fitur ini sebenarnya menjawab masalah klasik grup WhatsApp: pengumuman penting tenggelam, anggota baru bingung karena tidak tahu konteks, dan balasan yang ditujukan ke kita hilang di antara obrolan lain.

Pin pesan selamanya: cara kerja dan batasnya

Fitur pin (di aplikasi berbahasa Indonesia disebut Sematkan) sudah lama ada di WhatsApp. Selama ini, pengguna wajib memilih durasi saat menyematkan pesan, yaitu 24 jam, 7 hari, atau 30 hari. Begitu waktunya habis, pesan otomatis lepas dari bagian atas obrolan.

Mulai pembaruan ini, WhatsApp menambahkan opsi agar pesan tetap tersemat selamanya kalau pengguna tidak ingin memilih batas waktu sejak awal. Pesan baru akan lepas kalau dilepas secara manual.

Langkah menyematkan pesan pada dasarnya tetap sama seperti sebelumnya:

  1. Buka grup WhatsApp yang dituju.
  2. Tekan lama pesan yang ingin disematkan.
  3. Pilih Sematkan dari menu.
  4. Saat diminta memilih durasi, pilih opsi tanpa batas waktu (kalau sudah tersedia di akun).

Beberapa hal yang tetap perlu diingat:

  • Jumlah pesan tersemat tetap dibatasi. Menurut laporan Gadgets360 dan Zee Business, WhatsApp masih membatasi hingga empat pesan yang di-pin dalam satu chat.
  • Admin bisa mengatur siapa yang boleh menyematkan. Di grup, pengaturan izin anggota menentukan apakah semua orang atau hanya admin yang bisa mengubah pesan tersemat.
  • Label menu bisa sedikit berbeda. WhatsApp belum merinci nama persis opsi "selamanya" di setiap bahasa, jadi tampilannya di HP bisa sedikit berbeda.

Untuk grup yang punya aturan tetap, link Zoom rutin, nomor rekening kas, atau jadwal piket, fitur ini menghemat banyak repot. Admin tidak perlu lagi menyematkan ulang pesan yang sama setiap bulan.

Kirim riwayat pesan ke anggota baru setelah bergabung

Masalah kedua yang dibereskan WhatsApp adalah anggota baru yang masuk grup tanpa konteks. Selama ini, orang yang baru ditambahkan hanya bisa melihat pesan setelah dia bergabung. Kalau ada pembahasan penting sebelumnya, anggota lain biasanya harus meneruskan pesan satu per satu atau mengirim tangkapan layar.

Awal tahun 2026, WhatsApp sudah merilis fitur Group Message History (riwayat pesan grup). Saat menambahkan anggota baru, pengguna bisa memilih untuk mengirim pesan terbaru, mulai dari 25 sampai maksimal 100 pesan, lewat sebuah tombol on/off.

Pembaruan Oktober ini menambahkan satu hal penting: riwayat pesan sekarang bisa dikirim setelah orang itu bergabung. Caranya menurut WhatsApp:

  1. Buka grup tempat anggota baru bergabung.
  2. Ketuk nama orang yang baru masuk di dalam obrolan.
  3. Pilih opsi untuk mengirim pesan terbaru kepadanya.

Ada beberapa aturan yang dijelaskan WhatsApp di blog resminya:

  • Pesan tetap terenkripsi end-to-end, sama seperti chat pribadi biasa.
  • Pengiriman riwayat harus dilakukan secara sadar. Tidak ada riwayat yang terkirim otomatis tanpa tindakan pengguna.
  • Admin bisa mematikan pengaturan ini untuk grup mereka, tetapi admin sendiri selalu bisa mengirim riwayat pesan.
  • Seluruh anggota grup diberi tahu saat riwayat dikirim, lengkap dengan waktu dan nama pengirim. Riwayat juga tampil berbeda dari pesan biasa.

Fitur ini cocok untuk grup kerja dan grup acara. Misalnya, panitia nikahan menambahkan vendor baru ke grup. Daripada mengulang semua detail, cukup kirim riwayat pesan terbaru supaya vendor langsung paham kesepakatan sebelumnya.

Filter sebutan dan balasan yang belum dibaca

Fitur ketiga ada di daftar chat, bukan di dalam grup. WhatsApp sudah punya filter di atas daftar chat seperti Semua, Belum dibaca, dan Grup. Sekarang ada filter baru untuk sebutan dan balasan (mentions and replies).

Fungsinya sederhana: filter ini menampilkan obrolan yang berisi sebutan nama kita (@nama) atau balasan langsung ke pesan kita yang belum dibaca. Jadi, kalau ikut banyak grup ramai, pengguna bisa langsung melihat bagian yang memang butuh tanggapan.

Beberapa contoh situasi yang terbantu:

  • Grup kantor yang isinya puluhan pesan per jam, padahal hanya satu dua pesan yang menyebut nama kita.
  • Grup kelas atau wali murid, saat guru membalas pertanyaan orang tua tertentu.
  • Grup komunitas yang ramai stiker dan obrolan santai, sehingga pertanyaan penting mudah terlewat.

Tips: Supaya filter ini berguna, biasakan memakai fitur sebutan (@nama) saat bertanya ke orang tertentu di grup. Dengan begitu, pesannya akan muncul di filter orang yang dituju.

Status grup: status khusus untuk anggota grup

Fitur keempat adalah status grup (group status). Selama ini, status WhatsApp dibagikan ke kontak berdasarkan pengaturan privasi status, misalnya semua kontak, kontak tertentu, atau semua kecuali beberapa orang.

Dengan status grup, pengguna bisa membagikan status khusus ke anggota satu grup. WhatsApp mencontohkan foto lari pagi yang cocok dibagikan ke grup klub lari, tetapi belum tentu cocok untuk grup keluarga.

Yang perlu diketahui tentang status grup:

  1. Semua anggota grup bisa melihat status tersebut.
  2. Anggota bisa memberi reaksi dan menambahkan status mereka sendiri ke status grup.
  3. Sama seperti status biasa, status grup hilang setelah 24 jam.

Untuk pengguna di Indonesia, fitur ini bisa jadi pengganti kebiasaan mengatur daftar "Kontak saya kecuali" setiap kali mau pasang status. Foto kegiatan arisan cukup dibagikan ke grup arisan, sementara foto kerja bakti cukup ke grup RT.

Cara cek apakah fitur baru sudah tersedia

Karena dirilis bertahap, langkah paling aman adalah memastikan aplikasi sudah versi terbaru, lalu mengecek fiturnya satu per satu:

  1. Perbarui WhatsApp dari Google Play Store (Android) atau App Store (iPhone).
  2. Cek pin selamanya: tekan lama sebuah pesan di grup, pilih Sematkan, lalu lihat apakah ada opsi tanpa batas waktu di pilihan durasi.
  3. Cek riwayat pesan: setelah ada anggota baru masuk grup, ketuk namanya di obrolan dan lihat apakah muncul opsi mengirim pesan terbaru.
  4. Cek filter sebutan: lihat deretan filter di atas daftar chat.
  5. Cek status grup: buka menu status atau info grup dan lihat apakah ada pilihan berbagi status ke grup.

Catatan: Kalau fitur belum muncul padahal aplikasi sudah terbaru, tidak perlu memasang APK dari situs tidak resmi. Tunggu saja beberapa hari sampai pekan, karena peluncuran bertahap memang dibagi per akun.

Hindari juga aplikasi modifikasi seperti WhatsApp versi "mod" yang menjanjikan fitur lebih cepat. Selain melanggar ketentuan WhatsApp, aplikasi seperti itu berisiko membuat akun diblokir dan data bocor.

Kenapa fitur ini terasa pas untuk grup di Indonesia

WhatsApp adalah aplikasi chat paling umum di Indonesia, dan budaya grupnya kuat sekali. Hampir setiap orang punya grup keluarga besar, grup alumni, grup RT, grup wali murid, grup kantor, sampai grup jual beli. Keempat fitur ini menyentuh masalah sehari-hari di grup-grup tersebut.

Beberapa contoh pemakaian yang paling terasa:

  • Grup RT/RW: pin selamanya untuk nomor satpam, jadwal ronda, dan nomor rekening iuran warga.
  • Grup wali murid: pin aturan grup dan jadwal pelajaran, lalu kirim riwayat pesan ke orang tua yang baru bergabung di tengah semester.
  • Grup UMKM dan reseller: pin daftar harga atau format pemesanan, serta pakai filter sebutan supaya pesanan yang menyebut nama admin tidak terlewat.
  • Grup kantor: kirim riwayat pesan ke karyawan baru agar langsung paham pembahasan proyek tanpa banjir pesan terusan.
  • Grup komunitas hobi: status grup untuk berbagi foto kegiatan tanpa membanjiri status seluruh kontak.

Bagi admin grup besar, fitur pin selamanya dan riwayat pesan bisa mengurangi pertanyaan berulang seperti "link-nya mana?" atau "tadi bahas apa?". Bagi anggota biasa, filter sebutan membantu supaya tidak terkesan cuek saat ditanya langsung di grup yang ramai.

Soal privasi yang perlu diperhatikan

Fitur riwayat pesan dan status grup sama-sama menyangkut siapa yang bisa melihat isi obrolan. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memakainya:

  • Pikirkan dulu sebelum mengirim riwayat. Riwayat pesan yang dikirim ke anggota baru bisa berisi obrolan pribadi atau data sensitif, misalnya nomor rekening atau alamat.
  • Admin sebaiknya mengecek pengaturan grup. Kalau grup berisi pembahasan rahasia, admin bisa mematikan opsi kirim riwayat untuk anggota.
  • Status grup terlihat semua anggota. Pada grup besar, status grup bisa dilihat orang yang tidak dikenal secara pribadi.
  • Pesan tersemat selamanya tetap terlihat terus. Hindari menyematkan informasi yang sifatnya sementara atau sensitif tanpa batas waktu.

WhatsApp menegaskan riwayat pesan tetap terenkripsi end-to-end dan semua anggota mendapat pemberitahuan saat riwayat dikirim. Jadi, fitur ini dibuat transparan, tetapi tanggung jawab memilih isi yang pantas dibagikan tetap ada pada pengguna.

Checklist

  • Perbarui WhatsApp ke versi terbaru dari toko aplikasi resmi.
  • Cek opsi Sematkan tanpa batas waktu di salah satu grup.
  • Sematkan ulang aturan grup atau informasi penting dengan opsi selamanya.
  • Atur izin anggota grup untuk menyematkan pesan dan mengirim riwayat.
  • Coba filter sebutan dan balasan di daftar chat.
  • Pertimbangkan status grup untuk foto yang hanya cocok untuk satu grup.

Referensi

  1. WhatsApp Blog (2026). Never miss what matters in your group chats
  2. WhatsApp Blog (2026). Introducing Group Message History: A more private way to catch up in group chats
  3. Gadgets360 (2026). WhatsApp Update Adds Four New Group Chat Features, Including Permanent Message Pins
  4. India Today (2026). WhatsApp group chats are getting 4 new features, including permanent pinned messages
  5. Zee Business (2026). WhatsApp introduces permanent message pins and 3 other group chat features
  6. Google Play (2026). WhatsApp Messenger

Pertanyaan Umum

Apakah pesan di grup WhatsApp sekarang bisa di-pin selamanya?
Bisa. Sejak pembaruan yang diumumkan WhatsApp pada 29 Oktober 2026, pengguna bisa menyematkan pesan tanpa memilih batas waktu. Sebelumnya, pilihan durasinya hanya 24 jam, 7 hari, atau 30 hari. Fitur ini dirilis bertahap, jadi mungkin belum muncul di semua akun.
Bagaimana cara pin pesan grup WhatsApp?
Tekan lama pesan yang ingin disematkan, pilih Sematkan, lalu pilih durasinya. Kalau opsi tanpa batas waktu sudah tersedia, pilih opsi tersebut agar pesan tetap di atas obrolan sampai dilepas secara manual.
Berapa banyak pesan yang bisa di-pin dalam satu grup?
Menurut laporan Gadgets360 dan Zee Business, WhatsApp masih membatasi hingga empat pesan tersemat dalam satu chat. Opsi selamanya hanya menghapus kewajiban memilih durasi, bukan menambah jumlah pesan yang bisa disematkan.
Apakah anggota baru grup WhatsApp bisa melihat chat lama?
Bisa, kalau ada anggota yang mengirimkan riwayat pesan kepadanya. Riwayat bisa dikirim saat menambahkan anggota atau setelah dia bergabung dengan mengetuk namanya di obrolan. Jumlahnya 25 sampai 100 pesan terbaru, tetap terenkripsi end-to-end, dan semua anggota mendapat pemberitahuan.
Bagaimana cara kerja status grup di WhatsApp?
Status grup adalah status yang hanya dibagikan ke anggota satu grup tertentu. Semua anggota bisa melihat, memberi reaksi, dan menambahkan status mereka sendiri. Seperti status biasa, status grup hilang setelah 24 jam.
Kenapa fitur baru grup WhatsApp belum muncul di HP saya?
WhatsApp meluncurkan fitur ini secara bertahap per akun. Pastikan aplikasi sudah versi terbaru dari Play Store atau App Store, lalu tunggu beberapa hari. Hindari memasang APK atau WhatsApp mod dari situs tidak resmi.

Kesimpulan

WhatsApp kini memungkinkan pesan grup disematkan selamanya, tanpa batas waktu 24 jam, 7 hari, atau 30 hari seperti sebelumnya. Bersamaan dengan itu, WhatsApp menambahkan pengiriman riwayat pesan ke anggota baru setelah mereka bergabung, filter sebutan dan balasan, serta status grup yang hanya terlihat oleh anggota grup tertentu.

Fitur-fitur ini dirilis bertahap, jadi langkah terbaik adalah memperbarui aplikasi dari toko resmi lalu mengecek menu Sematkan dan daftar filter chat. Untuk grup RT, kelas, kantor, dan UMKM di Indonesia, pembaruan ini bisa mengurangi pertanyaan berulang dan membuat informasi penting lebih mudah ditemukan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar