Software
Google Rilis Gemini API CLI, Bisa Bikin Gambar dan Video AI Langsung dari Terminal
Google merilis Gemini API CLI (gemini-api), alat baris perintah untuk teks, gambar, video, musik, suara, dan transkrip dari terminal. Ini fitur, cara install, c
Google merilis alat baru untuk developer bernama Gemini API CLI, dengan nama perintah gemini-api. Versi pratinjau eksperimentalnya diumumkan lewat blog Google AI Studio pada 19 Oktober 2026, dan saat ini sudah sampai seri v0.4.x. Dengan alat ini, berbagai kemampuan Gemini bisa dipanggil langsung dari terminal, mulai dari menulis teks sampai membuat gambar, video, musik, dan suara.
Yang membuat alat ini menarik bukan hanya karena bisa dipakai manusia. Google merancangnya supaya agen coding seperti Claude Code, Codex, Cursor, OpenClaw, atau Hermes bisa memakainya dengan rapi. Agen cukup menjalankan satu perintah, lalu hasil gambar atau video langsung tersimpan sebagai file di disk.
Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan Gemini API CLI, perbedaannya dengan Gemini CLI yang dulu, cara memasangnya, bagaimana biayanya, serta catatan singkat buat developer di Indonesia yang mau mencobanya minggu ini.
Yang baru dari Gemini API CLI
Gemini API CLI adalah program kecil tanpa dependensi tambahan. Programnya dibuat dengan bahasa Go, berupa satu file biner, dan berjalan di macOS, Linux, serta Windows. Kodenya terbuka di GitHub dengan lisensi Apache 2.0, dan rilis terbaru yang tercatat pada 19 Oktober 2026 adalah v0.4.3.
Secara garis besar, ini fitur utamanya:
- Teks dan penalaran, lewat perintah
generateuntuk mencoba prompt. - Gambar dan video, lewat perintah
imagedanvideoyang hasilnya langsung disimpan ke folder. - Musik dan suara, termasuk text-to-speech.
- Analisis file, seperti dokumen, gambar, sampai video YouTube.
- Transkrip audio, untuk mengubah rekaman jadi teks.
- Managed Agents, yaitu agen yang dikelola Google, misalnya untuk riset mendalam.
Menurut ringkasan README yang dikutip beberapa media, model bawaannya cukup baru. Perintah teks, analisis, dan transkrip memakai Gemini 3.8 Flash, gambar memakai Nano Banana 2.1, video memakai Gemini Omni 1.1 Flash, musik memakai Lyria 3.5, dan suara memakai Gemini 3.8 Flash TTS. Model lain tetap bisa dipilih lewat opsi --model.
Catatan: Google menyebut alat ini masih eksperimental. Dokumentasinya bahkan menulis bahwa ini bukan produk Google yang didukung resmi, jadi perubahan besar antarversi masih mungkin terjadi.
Beda Gemini API CLI dengan Gemini CLI yang dulu
Banyak orang langsung bingung karena namanya mirip. Gemini CLI yang lama adalah agen coding interaktif di terminal. Untuk pengguna gratis, Google AI Pro, dan Ultra, layanan itu berhenti melayani permintaan sejak 18 Juni 2026 dan digantikan Antigravity CLI (perintah agy).
Gemini API CLI berbeda tujuan. Alat ini bukan agen coding, melainkan "jalur eksekusi" yang rapi untuk memanggil Gemini API. Perbedaannya kira-kira seperti ini:
- Gemini CLI lama: agen yang ngobrol, menulis kode, dan mengedit file di proyek.
- Antigravity CLI: pengganti Gemini CLI untuk kerja agen coding sehari-hari.
- Gemini API CLI: alat perintah untuk memanggil model Gemini secara langsung, cocok dipakai manusia maupun agen lain.
Jadi, Gemini API CLI justru bisa dipasangkan dengan agen coding apa pun. Agen tetap bekerja di proyek, sementara urusan bikin gambar, video, atau transkrip diserahkan ke gemini-api.
Kenapa ini penting buat agen coding
Tanpa alat khusus, agen AI sering menebak-nebak nama model, menulis skrip SDK sekali pakai, lalu memasukkan data gambar mentah dalam format base64 ke konteksnya. Cara ini boros token dan rawan salah. Gemini API CLI dibuat untuk menggantikan semua itu dengan satu perintah shell yang jelas.
Ada beberapa fitur yang memang dirancang untuk agen:
- Bisa dicek tanpa internet. Setiap perintah punya
--help,--usage(format KDL yang mudah dibaca mesin), dan--schemauntuk melihat struktur permintaan. - Mode uji coba. Opsi
--dry-runmemvalidasi permintaan tanpa memanggil API, dan kredensial disembunyikan dari keluaran. - Keluaran rapi. Ada
--output-format jsonatau format ringkastoon, plus filter--jqbawaan. - Kode keluar yang jelas. Angka 0 berarti sukses, 1 gagal saat berjalan atau dari API, 2 salah pemakaian, dan 3 gagal autentikasi.
- File langsung ke disk. Perintah media hanya mencetak lokasi file ke layar, jadi gampang disambung dengan perintah lain.
Seorang developer Jepang di Zenn menulis bahwa setelah alat ini diberikan ke Claude Code, agennya tidak perlu diajari cara memakainya. Yang ia tulis hanya satu baris berisi model yang mau dipakai. Pengalaman seperti ini memang yang dikejar Google lewat desain perintah yang bisa "menjelaskan dirinya sendiri".
Cara install Gemini API CLI
Pemasangannya cukup singkat. Ada tiga jalur resmi yang disediakan Google.
1. macOS dan Linux
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/google-gemini/gemini-api-cli/main/scripts/install.sh | bash
2. Windows (PowerShell)
iwr -useb https://raw.githubusercontent.com/google-gemini/gemini-api-cli/main/scripts/install.ps1 | iex
3. Lewat Go
go install github.com/google-gemini/gemini-api-cli/cmd/gemini-api@latest
Selain itu, file biner siap pakai juga tersedia di halaman Releases GitHub. Tinggal unduh, lalu taruh di folder yang masuk PATH.
Tips: Di Windows, installer menambahkan folder
%LOCALAPPDATA%\Programs\gemini-apike PATH. Kalau agen coding sudah terbuka sebelum instalasi, tutup lalu buka lagi supaya PATH barunya terbaca.
Siapkan API key dari Google AI Studio
Sebelum bisa dipakai, Gemini API CLI butuh API key dari Google AI Studio. Kuncinya bisa dibuat langsung di situs AI Studio dengan akun Google biasa.

Baca juga 1Password Kini Bisa Dipakai Agen AI Tanpa Bocorkan Password, Ini Cara Kerja dan Harganya
Ada beberapa cara menyimpan kunci tersebut:
- Variabel lingkungan, misalnya
export GEMINI_API_KEY="kunci-anda". - Keychain sistem operasi, lewat
gemini-api configure --api-key "kunci-anda". Ini menyimpan kunci di Keychain macOS, Secret Service di Linux, atau Credential Manager di Windows. - File konfigurasi di
~/.config/gemini-api/config.yaml. - Tampilan interaktif, cukup jalankan
gemini-api configure.
Setelah itu, cek pengaturannya dengan dua perintah berikut:
gemini-api whoami
gemini-api generate "Halo dari terminal" --dry-run
Perintah whoami menunjukkan dari mana kunci dibaca, sedangkan --dry-run memastikan permintaan sudah benar tanpa memakai kuota.
Peringatan: Jangan tulis API key langsung di file seperti
CLAUDE.md,AGENTS.md, atau repo publik. Simpan di keychain supaya tidak ikut ter-commit.
Contoh pemakaian sehari-hari
Setelah terpasang, perintah dasarnya terasa seperti mengetik permintaan biasa. Berikut beberapa contoh dari dokumentasi resmi:
# Lihat perintah dan model yang tersedia
gemini-api explore
gemini-api models
# Bikin gambar dan video, hasilnya disimpan ke ./assets/
gemini-api image "Ikon isometrik database terdistribusi" --out ./assets/
gemini-api video "Kamera bergerak pelan di bengkel yang terang" --out ./assets/
# Bandingkan dua tangkapan layar desain
gemini-api analyze --input before.png --input after.png "Ringkas perubahan desainnya"
Beberapa pemakaian yang masuk akal untuk kerja harian:
- Bikin aset cepat, misalnya ikon, ilustrasi blog, atau gambar placeholder untuk aplikasi.
- Cek perubahan UI, dengan membandingkan screenshot sebelum dan sesudah.
- Transkrip rapat atau podcast, lalu hasilnya diolah lagi di skrip.
- Ringkas video YouTube untuk bahan riset.
Untuk file yang diunggah lewat Files API, Google menyimpannya selama sekitar 48 jam. Jadi file besar tidak perlu diunggah ulang selama masih dalam rentang waktu itu.
Managed Agents dan jadwal otomatis
Selain memanggil model, Gemini API CLI juga bisa mengatur Managed Agents. Fitur ini sudah diperkenalkan di Google I/O pada Mei 2026, yaitu agen yang berjalan di lingkungan Linux terisolasi milik Google, lengkap dengan alat dan kemampuan menjalankan kode.
Lewat CLI, developer bisa melakukan beberapa hal:
- Membuat kerangka agen dengan
gemini-api agents init nama-agen. - Menguji agen di lokal dengan
gemini-api agents test --prompt "...". - Menyebarkan agen ke platform dengan
gemini-api agents create. - Mengelola agen, termasuk melihat daftar dan menghapusnya.
Menurut laporan AICoder, CLI ini juga bisa mengatur lingkungan sandbox, kredensial di sisi server, webhook, dan pemicu terjadwal (cron) untuk agen tersebut. Artinya, agen yang sudah jadi bisa dijalankan rutin tanpa server sendiri.
Biaya: alatnya gratis, pemakaian API tetap dihitung
Gemini API CLI sendiri gratis dan open source. Yang dihitung biayanya adalah pemanggilan model di Gemini API, sesuai tarif yang tertera di halaman harga resmi Google AI.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan soal biaya:
- Teks biasanya murah, tetapi gambar, video, dan musik jauh lebih mahal per permintaan.
- Gunakan
--dry-runsaat menguji alur kerja, supaya tidak ada biaya sebelum perintahnya benar. - Pantau pemakaian di dashboard Google AI Studio, terutama kalau perintah dijalankan otomatis oleh agen.
- Batasi akses agen ke perintah yang mahal, misalnya video, kalau tidak benar-benar dibutuhkan.
Catatan: Karena agen bisa menjalankan perintah berkali-kali tanpa ditunggui, biaya bisa naik diam-diam. Pasang batas anggaran di akun Google Cloud yang terhubung dengan API key.
Catatan buat developer di Indonesia
Kabar baiknya, Gemini API sudah bisa diakses dari Indonesia tanpa VPN, dan API key bisa dibuat di AI Studio dengan akun Google biasa. Jadi Gemini API CLI juga bisa langsung dicoba dari laptop di sini.
Beberapa hal praktis yang relevan:
- Pembayaran memakai kartu yang mendukung transaksi internasional, karena tagihan Google Cloud umumnya dalam dolar AS.
- Prompt bahasa Indonesia bisa dipakai, tetapi untuk gambar yang butuh tulisan, tetap cek ejaannya sebelum dipakai di materi promosi.
- Koneksi internet berpengaruh pada perintah video dan unggah file besar. Untuk kuota seluler, sebaiknya batasi pemakaian video.
- Cocok untuk agensi dan UMKM digital yang sering butuh aset visual cepat, asalkan ada yang paham terminal.
Buat tim kecil yang sudah memakai Claude Code, Codex, atau Cursor, cara paling mudah adalah menambahkan beberapa baris petunjuk di AGENTS.md atau CLAUDE.md. Google sendiri menyarankan agen diminta membaca --help atau --usage dulu, lalu memakai --dry-run sebelum menjalankan perintah sungguhan.
Kelebihan dan kekurangannya
Setelah melihat fitur dan dokumentasinya, berikut gambaran singkat kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan:
- Ringan, cukup satu file tanpa dependensi.
- Satu pintu untuk teks, gambar, video, musik, suara, dan transkrip.
- Ramah agen, dengan skema, dry-run, dan kode keluar yang jelas.
- Open source, jadi perilakunya bisa dicek sendiri.
Kekurangan:
- Masih eksperimental, sehingga perintah bisa berubah antarversi.
- Bukan produk yang didukung resmi, jadi tidak cocok sebagai satu-satunya fondasi sistem produksi.
- Butuh pemahaman terminal, kurang ramah buat pengguna awam.
- Biaya media bisa membengkak kalau dipakai agen tanpa batas.
Untuk dipakai di CI atau alur kerja otomatis, README menyarankan mengunci versi tertentu supaya tidak tiba-tiba rusak saat ada rilis baru.
Checklist
- Install
gemini-apilewat script, PowerShell, ataugo install - Buat API key di Google AI Studio
- Simpan kunci di keychain dengan
gemini-api configure - Jalankan
gemini-api whoamidan--dry-run - Coba
gemini-api imagedengan folder--out - Pasang batas anggaran di akun Google Cloud
- Kunci versi CLI kalau dipakai di CI
Poin penting
- Gemini API CLI dirilis 19 Oktober 2026 sebagai pratinjau eksperimental v0.4.x.
- Satu biner Go untuk macOS, Linux, dan Windows, open source Apache 2.0.
- Mendukung teks, gambar, video, musik, suara, analisis file, transkrip, dan Managed Agents.
- Berbeda dari Gemini CLI lama yang sudah diganti Antigravity CLI.
- Alatnya gratis, tetapi pemanggilan Gemini API tetap berbayar sesuai tarif.
Referensi
- Google AI Studio (2026). Introducing the Gemini API CLI
- GitHub google-gemini (2026). gemini-api-cli README
- GitHub google-gemini (2026). gemini-api-cli DOCS.md
- AICoder (2026). Google 发布 Gemini API CLI 实验预览
- Zenn (2026). Gemini API の公式 CLIをClaude Code に渡す
- Epoch 0 (2026). 2026-10-23 Daily AI Digest
- MarkTechPost (2026). Google Launches Antigravity 2.0 at I/O 2026
- VentureBeat (2026). Google's Managed Agents API promises one-call deployment
- Pick Right (2026). Google shuts down Gemini CLI for consumer tiers
- Google AI for Developers (2026). Gemini API key documentation
Pertanyaan Umum
Apakah Gemini API CLI sama dengan Gemini CLI?
Apakah Gemini API CLI gratis?
Bisa dipakai di Windows?
Agen coding apa saja yang bisa memakainya?
Apakah aman dipakai untuk sistem produksi?
Kesimpulan
Gemini API CLI adalah cara baru yang ringkas untuk memakai Gemini dari terminal. Dengan satu perintah, developer maupun agen coding bisa membuat gambar, video, musik, suara, transkrip, sampai mengelola Managed Agents tanpa menulis skrip SDK sendiri.
Statusnya memang masih eksperimental, jadi lebih cocok untuk dicoba di proyek pribadi atau alur kerja tim kecil dulu. Buat developer di Indonesia yang sudah punya API key di Google AI Studio, alat ini layak dipasang sekarang, asalkan pemakaian dan anggarannya tetap dipantau.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar