Teknologi
WhatsApp Kini Punya Label Konten AI di Saluran, Ini Cara Pakai dan Aturannya
WhatsApp mulai menggulirkan label Konten AI untuk admin Saluran di Android dan iOS. Ini cara menambahkannya, konten apa saja yang wajib diberi label, batasnya,
WhatsApp sedang menggulirkan fitur baru untuk para admin Saluran (Channels). Namanya label Konten AI, sebuah tanda kecil yang menempel di pembaruan Saluran untuk memberi tahu pengikut bahwa gambar, video, atau media lain di dalamnya dibuat atau diedit dengan bantuan AI.
Fitur ini kembali ramai dibahas pada 23 Oktober 2026, setelah sejumlah media teknologi melaporkan bahwa label tersebut makin banyak muncul di versi beta Android dan iOS. Banyak orang langsung mengira WhatsApp akan menandai semua pesan buatan AI di chat pribadi. Ternyata tidak begitu. Label ini hanya berlaku untuk Saluran, dan sebagian besar masih bergantung pada kejujuran admin.
Artikel ini akan menjelaskan apa sebenarnya label Konten AI di WhatsApp, cara menambahkannya, konten apa saja yang termasuk, batas-batasnya, serta apa artinya buat admin Saluran dan pengikut di Indonesia.
Label Konten AI di WhatsApp itu fitur apa?
Label Konten AI adalah penanda resmi yang bisa ditambahkan admin ke sebuah pembaruan Saluran. Setelah ditambahkan, label ini terlihat oleh semua pengikut yang membuka Saluran tersebut, termasuk admin lain.
Menurut penjelasan WhatsApp yang dikutip WABetaInfo, konten AI didefinisikan sebagai "gambar, video, atau media lain yang dibuat atau diedit menggunakan alat AI". Jadi fokusnya ada di media, bukan teks biasa.
Beberapa hal pokok yang perlu diketahui:
- Hanya untuk Saluran. Label ini tidak muncul di chat pribadi, grup biasa, atau Komunitas.
- Dipasang oleh admin. Admin yang memutuskan kapan sebuah pembaruan perlu diberi label.
- Permanen. Begitu label dipasang, label tidak bisa dihapus lagi dari pembaruan tersebut.
- Bisa otomatis di negara tertentu. WhatsApp menyebut bisa mendeteksi dan memberi label sendiri pada konten AI di wilayah yang hukumnya mewajibkan.
Catatan: Label ini bukan detektor AI untuk semua pesan. WhatsApp tidak mengumumkan fitur yang otomatis menandai teks buatan AI di chat pribadi atau grup.
Perjalanan fiturnya: dari uji coba sampai mulai digulirkan
Fitur ini tidak muncul tiba-tiba. WABetaInfo, situs yang rutin membongkar versi beta WhatsApp, sudah memantau label ini sejak beberapa bulan lalu.
Urutannya kira-kira seperti ini:
- 5 Agustus 2026: WABetaInfo melaporkan WhatsApp sedang mengembangkan label konten AI untuk Saluran. Saat itu fiturnya belum bisa dicoba penguji beta.
- 31 Agustus 2026: Label mulai digulirkan ke sebagian penguji beta Android versi 2.26.34.5.
- 31 Agustus 2026: Di hari yang sama, label juga hadir di iOS lewat TestFlight versi 26.34.10.70. Sebagian pengguna versi stabil iOS juga disebut sudah mendapatkannya.
- 23 Oktober 2026: Laporan media seperti Gadgets Now kembali menyorot fitur ini karena makin banyak pengguna yang melihatnya, meski tanggal rilis luas belum diumumkan.

Pola ini cukup khas WhatsApp. Fitur baru biasanya dibuka bertahap, akun per akun, sehingga dua orang dengan versi aplikasi yang sama bisa melihat hasil yang berbeda. Jadi kalau opsi label belum muncul di HP, itu belum tentu karena aplikasinya ketinggalan versi.
Cara menambahkan label Konten AI di Saluran WhatsApp
Cara pakainya sederhana dan mirip dengan label kemitraan berbayar yang lebih dulu hadir. Label dipasang setelah pembaruan dikirim, bukan sebelum.
Langkah-langkahnya:
- Buka Saluran yang dikelola, lalu kirim pembaruan berisi gambar, video, atau media lain seperti biasa.
- Tekan dan tahan pembaruan tersebut sampai menu muncul. Di WhatsApp Web atau desktop, buka menu pada pembaruan itu.
- Pilih opsi Tambahkan label konten AI (di versi bahasa Inggris tertulis Add AI content label).
- Konfirmasi dengan menekan Tambahkan label.
- Label akan langsung tampil di gelembung pembaruan dan terlihat oleh semua pengikut.
Menurut panduan BitByteCore yang merujuk Pusat Bantuan WhatsApp, cara yang sama juga berlaku untuk status Saluran.
Peringatan: Karena label tidak bisa dicabut, pastikan memilih pembaruan yang benar. Kalau salah pasang, satu-satunya jalan adalah menghapus pembaruan itu untuk semua orang, lalu mengirim ulang tanpa label.
Untuk saat ini, belum ada tombol untuk memasang label sebelum mengirim. Jadi admin perlu membiasakan diri mengecek ulang setiap kali habis mengunggah konten hasil AI.
Konten apa saja yang perlu diberi label?
Bagian ini yang paling sering bikin bingung. WhatsApp tidak membatasi label hanya untuk konten buatan Meta AI. Gambar atau video yang dibuat dengan ChatGPT, Gemini, atau alat AI lain juga masuk kategori yang sama.
Contoh yang termasuk konten AI:
- Gambar yang dibuat penuh oleh AI, misalnya poster promo dari generator gambar.
- Video buatan AI, termasuk video pendek dengan avatar atau suara sintetis.
- Foto asli yang diedit dengan AI, misalnya latar diganti, objek dihapus, atau wajah dipercantik dengan fitur AI.
- Media lain seperti stiker atau ilustrasi yang dihasilkan alat AI.
WABetaInfo mencatat satu hal penting: seberapa banyak AI yang dipakai tidak jadi soal. Kalau sebuah media dibuat atau diedit dengan alat AI, bahkan untuk perbaikan kecil, admin diminta tetap memasang label.
Sebaliknya, label ini tidak ditujukan untuk teks biasa. Kalau admin menulis caption dengan bantuan chatbot, WhatsApp belum menjelaskan aturan khusus untuk itu.
Wajib atau sukarela?
Jawabannya: tergantung negara. WhatsApp menyebut bahwa di beberapa negara, admin Saluran diwajibkan oleh hukum setempat untuk memberi label pada konten AI. Di negara seperti itu, WhatsApp juga bisa mendeteksi dan memasang label secara otomatis.
Masalahnya, WhatsApp belum membuka daftar negaranya. Pusat Bantuan WhatsApp juga tidak menyebutkan wilayah mana saja yang masuk aturan wajib.
Baca juga Lenovo Yoga Tab Gen 2 vs Yoga Tab Plus Gen 2: Ini Beda Spek dan Harganya
Yang bisa disimpulkan sejauh ini:
- Di negara wajib, label menjadi kewajiban hukum dan bisa dipasang otomatis.
- Di negara lain, label bersifat sukarela, tetapi tetap tersedia sebagai bentuk keterbukaan.
- Kalau opsi label tidak muncul, bisa jadi akun belum kebagian rollout, atau negara tersebut memang belum masuk cakupan fitur.
Tips: Walaupun belum wajib di semua negara, memasang label sejak awal bisa menjaga kepercayaan pengikut, apalagi untuk Saluran yang sering membagikan promo atau berita.
Mirip label kemitraan berbayar yang sudah ada
Label Konten AI bukan label pertama di Saluran WhatsApp. Pada Juli 2026, WhatsApp lebih dulu menggulirkan label kemitraan berbayar (paid partnership) untuk menandai pembaruan yang merupakan konten sponsor.

Cara kerja keduanya hampir sama, tetapi tujuannya berbeda:
| Aspek | Label Konten AI | Label Kemitraan Berbayar |
|---|---|---|
| Fungsi | Menandai media buatan atau editan AI | Menandai konten sponsor atau kerja sama brand |
| Cara pasang | Tekan dan tahan pembaruan, pilih Tambahkan label konten AI | Tekan dan tahan pembaruan, pilih Tambahkan kemitraan berbayar |
| Bisa dihapus? | Tidak | Tidak, kecuali pembaruan dihapus lalu dikirim ulang |
| Pemasangan otomatis | Bisa, di negara yang mewajibkan | Tidak, sepenuhnya oleh admin |
| Mulai digulirkan | Agustus 2026 (beta) | Juli 2026 |
Dengan dua label ini, WhatsApp terlihat sedang merapikan Saluran supaya lebih mirip platform media sosial lain yang sudah lebih dulu punya label sponsor dan label AI, seperti Instagram dan Facebook.
Buat admin Saluran dan pengikut di Indonesia
WhatsApp adalah salah satu aplikasi paling banyak dipakai di Indonesia. Saluran juga makin sering dipakai media berita, kreator, toko online, sampai instansi untuk menyebarkan info. Karena itu, label ini cukup relevan buat banyak orang di sini.
Beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan:
- Buat UMKM dan toko online: banyak yang sekarang bikin foto produk dan poster promo dengan AI. Memberi label membantu pembeli tahu mana foto asli produk dan mana ilustrasi.
- Buat media dan kreator berita: label membantu membedakan foto kejadian asli dengan gambar ilustrasi AI. Ini penting di tengah maraknya hoaks visual.
- Buat pengikut: kalau melihat label Konten AI, artinya media itu tidak boleh langsung dianggap sebagai foto atau video kejadian nyata.
- Soal ketersediaan: sampai artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi bahwa label ini wajib di Indonesia. Opsinya juga mungkin belum muncul di semua akun.
Catatan: Label hanya membantu kalau dipakai dengan jujur. Selama sebagian besar pemasangan masih manual, pengikut tetap perlu kritis terhadap gambar atau video yang terlihat terlalu sempurna.
Untuk yang mengelola Saluran, langkah paling aman adalah membiasakan diri memasang label pada setiap media hasil AI mulai sekarang. Kalau suatu saat aturan di Indonesia berubah menjadi wajib, kebiasaan itu sudah terbentuk.
Batas dan kekurangan label ini
Fitur ini langkah yang baik, tetapi masih punya beberapa celah. Berikut catatan yang perlu diketahui sebelum terlalu berharap:
- Tidak menyentuh chat pribadi dan grup. Konten AI yang beredar lewat grup keluarga atau pesan berantai tetap tidak diberi tanda.
- Bergantung pada admin. Di luar negara yang mewajibkan, label hanya muncul kalau admin mau memasangnya.
- Tidak ada daftar negara. Admin sulit tahu apakah dirinya terkena aturan wajib atau tidak.
- Tidak bisa dibatalkan. Salah pasang berarti harus hapus dan kirim ulang pembaruan.
- Belum ada tanggal rilis luas. WhatsApp belum mengumumkan kapan semua pengguna bisa mendapatkannya.

Di sisi lain, label permanen justru punya kelebihan. Admin tidak bisa diam-diam mencabut label setelah kontennya viral, sehingga pengikut tetap mendapat informasi yang jujur.
Cara cek apakah fitur sudah tersedia di HP
Kalau penasaran apakah label ini sudah bisa dipakai, ada beberapa langkah sederhana:
- Perbarui WhatsApp ke versi terbaru lewat Google Play Store atau App Store.
- Untuk Android, versi beta yang disebut kompatibel adalah 2.26.34.5 atau yang lebih baru. Untuk iOS, versi TestFlight 26.34.10.70 atau yang lebih baru.
- Buka Saluran yang dikelola, kirim pembaruan berisi media, lalu tekan dan tahan pembaruan itu.
- Kalau opsi Tambahkan label konten AI belum ada, tunggu beberapa minggu karena rollout berjalan bertahap.
Yang perlu diingat, fitur ini hanya muncul untuk admin Saluran. Pengguna biasa yang hanya mengikuti Saluran tidak akan melihat opsi untuk memasang label, tetapi akan melihat labelnya di pembaruan yang sudah ditandai.
Checklist
- Perbarui WhatsApp ke versi terbaru di Android atau iOS.
- Cek apakah opsi Tambahkan label konten AI muncul di menu pembaruan Saluran.
- Pasang label pada setiap gambar, video, atau stiker hasil AI.
- Periksa ulang pembaruan sebelum memasang label karena tidak bisa dicabut.
- Gunakan label kemitraan berbayar terpisah untuk konten sponsor.
Poin penting
- Label Konten AI hanya berlaku untuk Saluran WhatsApp, bukan chat pribadi atau grup.
- Label mencakup media buatan atau editan alat AI apa pun, bukan hanya Meta AI.
- Label tidak bisa dihapus setelah dipasang.
- Di negara tertentu, label wajib menurut hukum dan bisa dipasang otomatis.
- Rollout masih bertahap di beta Android dan iOS, tanpa tanggal rilis luas.
Referensi
- WABetaInfo (2026). WhatsApp is testing an AI content label for channels
- WABetaInfo (2026). WhatsApp is rolling out AI content label for channels on Android
- WABetaInfo (2026). WhatsApp launches AI content label for channels on iOS
- Gadgets Now (2026). WhatsApp Is Rolling Out AI Labels, But Not For Every Chat Message
- BitByteCore Connect (2026). Making pictures for your WhatsApp business with Meta AI and the AI label on channels
- WABetaInfo (2026). Channel admins can now label paid partnerships on WhatsApp
- PhoneWorld (2026). WhatsApp Rolls Out Paid Partnership Label for Channels
- The News (2026). WhatsApp adds paid partnership label to channels
- Meta Business Help Center (2026). How to add a branded content tag to messages in your channel
Pertanyaan Umum
Apakah label Konten AI muncul di chat pribadi WhatsApp?
Apakah gambar buatan ChatGPT atau Gemini juga perlu diberi label?
Bisakah label Konten AI dihapus setelah dipasang?
Apakah label ini wajib di Indonesia?
Kenapa opsi label belum muncul di HP saya?
Kesimpulan
Label Konten AI adalah langkah WhatsApp untuk membuat Saluran lebih terbuka soal media buatan AI. Caranya mudah, cukup tekan dan tahan pembaruan lalu pilih Tambahkan label konten AI, tetapi label bersifat permanen dan untuk sementara hanya berlaku di Saluran.
Buat admin Saluran di Indonesia, terutama UMKM, kreator, dan media berita, memasang label sejak sekarang adalah kebiasaan yang baik meski belum diwajibkan. Buat pengikut, label ini membantu, tetapi sikap kritis terhadap gambar dan video yang beredar tetap diperlukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar