Software
Kasus Photopea vs PhotoSuite yang Sempat Viral di GitHub
Pembuat Photopea menuding PhotoSuite menyalin kodenya dengan bantuan AI, lalu repo-nya kena DMCA dan muncul lagi sebagai PhotoSplice. Ini kronologi, argumen ked
Nama Photopea pasti tidak asing buat banyak orang di Indonesia. Editor foto berbasis browser ini sering jadi andalan pelajar, admin media sosial, sampai pelaku UMKM yang butuh "Photoshop gratis" tanpa instal apa pun. Awal Oktober 2026, pembuatnya, Ivan Kutskir, tiba-tiba ramai dibicarakan karena menuding sebuah proyek open source bernama PhotoSuite menyalin hasil kerjanya selama belasan tahun.
Kasusnya tidak berhenti di kolom komentar. Repo PhotoSuite di GitHub akhirnya diblokir lewat laporan DMCA (permintaan penghapusan karena pelanggaran hak cipta), lalu proyek yang mirip muncul lagi dengan nama baru, PhotoSplice. Artikel ini akan menjelaskan kronologinya, argumen dari kedua pihak, reaksi warganet di X dan Hacker News, serta apa artinya buat pengguna di Indonesia yang sedang mencari alternatif Photoshop yang aman.
Kronologi kasus Photopea vs PhotoSuite
Drama ini berjalan sekitar dua minggu, dari issue GitHub pertama sampai repo baru muncul. Berikut urutan kejadiannya berdasarkan catatan GitHub dan liputan media teknologi:
- Awal Oktober 2026: PhotoSuite mulai dibagikan luas di media sosial sebagai "Photoshop untuk Linux" yang gratis, open source, dan meniru tampilan Photoshop CS6 hampir satu banding satu.
- 4 Oktober 2026: akun resmi photopea membuka issue nomor 77 berjudul "Photopea developer concerns" di repo
eolix/photosuite. Saat itu repo tersebut punya sekitar 718 bintang dan 33 fork. - 5–6 Oktober 2026: kasus naik ke Hacker News dengan judul "Photopea creator weighs in on Photosuite project". Thread itu mengumpulkan 193 poin dan 126 komentar, dan Ivan ikut turun langsung menjawab.
- 14 Oktober 2026: Photopea mengirim notifikasi DMCA ke GitHub. Isinya menyebut seluruh repo PhotoSuite melanggar hak cipta, sekaligus mencantumkan sekitar sepuluh repo lain yang berisi salinan atau versi offline Photopea.
- 16 Oktober 2026: repo PhotoSuite dan tautan unduhannya mengembalikan kode HTTP 451, tanda akses diblokir karena alasan hukum.
- 20 Oktober 2026: developer yang sama merilis PhotoSplice di
eolix/photosplicedan situs photosplice.com, dengan klaim teknis yang berbeda.
Catatan: issue nomor 77 sempat dilabeli "question" dan "further information is requested" tanpa penyelesaian resmi. Sampai artikel ini ditulis, belum ada putusan pengadilan soal siapa yang benar.
Tudingan dari pembuat Photopea
Ivan sudah mengerjakan Photopea sejak 2012. Menurut notifikasi DMCA-nya, aplikasi itu terdiri dari sekitar 5 MB kode, sebagian besar JavaScript. Karena Photopea berjalan di browser, kodenya memang bisa dilihat siapa saja, tetapi Ivan menegaskan bahwa itu bukan berarti boleh disalin.
Beberapa poin utama tudingannya:
- Kode yang identik. Ivan menunjukkan potongan kode PhotoSuite yang menurutnya cocok dengan kode Photopea versi 2021 yang sudah di-minify, sampai ke nama properti yang tidak umum seperti
nonAffineTransformdanImpr. Ia bilang nama-nama itu keputusan desainnya sendiri, bukan aturan wajib dari format PSD. - Dibantu AI. Di Hacker News, Ivan menulis bahwa proyek seperti PhotoSuite "bisa dibuat dari file pp.js saya dalam dua jam memakai Claude". Ia menduga AI dipakai untuk membaca ulang kode yang diacak (obfuscated) lalu menulis ulang bentuknya supaya tidak terlihat mirip.
- Kredit yang hilang. Ivan meyakini README PhotoSuite awalnya tidak menyebut Photopea sama sekali, sebelum ia menulis komentar pertamanya. Ia juga kesal karena ribuan orang membagikan PhotoSuite tanpa tahu siapa pembuat aslinya.
- Sering diabaikan. Ivan mengaku sudah berkali-kali melaporkan repo serupa ke GitHub, tetapi merasa tidak ditanggapi. Itu sebabnya ia memilih bicara terbuka.
Kalimat paling tajam dari issue-nya adalah saat ia meminta developer PhotoSuite membuat editor foto sendiri, bukan "mencuri" milik orang lain. Kalimat inilah yang membuat kasusnya cepat menyebar.

Jawaban dari developer PhotoSuite
Pembuat PhotoSuite memakai nama samaran @eolix dan tidak pernah membuka identitas aslinya. Dari catatan publik yang ada, posisinya bisa diringkas seperti ini:
- Mengaku terinspirasi. README PhotoSuite menyebut Photopea sebagai inspirasi utama dan "prior art". Yang jadi perdebatan adalah kapan kalimat itu ditambahkan.
- Bersedia menghapus. Menurut liputan LavX News, @eolix menyatakan mau menghapus bagian kode yang terbukti melanggar, asalkan ditunjukkan secara spesifik.
- Lisensi bebas. PhotoSuite mendeklarasikan dirinya berlisensi MIT atau Apache-2.0, artinya siapa pun boleh memakai dan memodifikasinya. Masalahnya, lisensi itu hanya sah kalau kodenya memang milik si pemberi lisensi.
Ada satu detail menarik dari balasan akun @grok di X. Akun itu mencatat bahwa repo GitHub resmi Photopea tidak berisi kode editor, karena Photopea memang bukan open source. Di sisi lain, PhotoSuite memakai beberapa pustaka buatan Ivan yang memang berlisensi MIT, seperti UPNG.js, UTIF.js, dan Typr.js. Pustaka kecil itu boleh dipakai, tetapi editor utamanya tetap tertutup.
Tips: kalau melihat proyek yang bilang "terinspirasi" dari aplikasi lain, cek apakah aplikasi asalnya open source atau tidak. Kode yang bisa dilihat di browser tetap dilindungi hak cipta.
DMCA, repo diblokir, lalu muncul PhotoSplice
Notifikasi DMCA tertanggal 14 Oktober 2026 kini tercatat publik di repo github/dmca. Di formulir itu, Photopea menjawab "No" untuk pertanyaan apakah karyanya berlisensi open source, dan meminta konten yang dilaporkan dihapus. Photopea juga menulis bahwa semua repo yang dilaporkan dimiliki akun "incognito", sehingga pemiliknya tidak bisa dihubungi langsung.
Hasilnya, akses publik ke repo PhotoSuite dinonaktifkan. Situs PhotoCraft mencatat bahwa per 16 Oktober, repo dan tautan unduhan Mac serta Windows mengembalikan HTTP 451, padahal situs produknya masih menautkan ke rilis tersebut.

Empat hari kemudian, Linux Creators melaporkan kemunculan PhotoSplice. Beberapa hal yang mereka temukan:
- Proyek baru ini dipublikasikan oleh pengguna yang sama, dan README-nya masih berjudul "PhotoSuite".
- PhotoSplice mengklaim sudah meninggalkan Tauri, WebView, dan JavaScript. Sekarang semuanya disebut ditulis dengan Rust di atas mesin PhotoCraft dari suite ArtCraft.
- File NOTICE menyebut PhotoSplice sebagai versi modifikasi PhotoCraft dan menegaskan tidak punya hubungan dengan tim ArtCraft.
- Saat dicek, repo itu punya 339 commit tetapi nol bintang dan nol fork.
PhotoCraft sendiri jadi pembanding dalam kasus ini. Proyek itu ditulis dengan Rust dan disebut dibangun lewat proses clean-room, yaitu menulis ulang fungsi tanpa pernah melihat kode asli dari pesaing. Linux Creators menutup ulasannya dengan nada skeptis: nama dan arsitekturnya boleh baru, tetapi pertanyaan "kodenya dari mana" belum terjawab.

Kenapa kasus ini ramai di X dan Hacker News
Kasus ini menyentuh kekhawatiran besar di dunia software tahun ini: AI bisa menyalin aplikasi tertutup dengan sangat cepat. Ivan sendiri menulis di Hacker News bahwa AI suatu saat bisa membaca ulang semua kode yang pernah dipublikasikan, termasuk yang selama ini dianggap tertutup.
Reaksi warganet terbelah. Beberapa contoh yang muncul di X:
- Akun @neroking menulis dalam bahasa Mandarin bahwa ia berpihak ke pembuat asli. Menurutnya, kalau memang memakai hasil kerja orang selama bertahun-tahun, setidaknya jangan menghapus nama pembuatnya.
- Akun @ClarkAsakuraEl mengaku suka PhotoSuite dan kecewa saat ingin mengunduh rilis terbaru, repo-nya sudah kena DMCA.
- Akun @gabeweb menyebut PhotoSuite sebagai "fork dari fork Photopea" dan menilai pembuat Photopea wajar protes.
- Ada juga pengguna Linux yang tetap mencari alternatif dengan dukungan file PSD, karena GIMP belum bisa membaca smart object Photoshop dengan baik.
Di Hacker News, banyak komentar mendukung Ivan karena ia mengerjakan Photopea hampir sendirian. Sebagian lain menyoroti sisi teknis: seberapa mirip sebuah kode boleh dianggap "terinspirasi", dan kapan sudah termasuk salinan.
Peringatan: tudingan pemakaian AI untuk menyalin kode masih berupa klaim dari Ivan. Belum ada audit independen yang dipublikasikan, jadi jangan langsung menyimpulkan PhotoSplice versi baru juga hasil salinan.
Soal hak cipta: kode terlihat bukan berarti bebas pakai
Banyak orang mengira semua kode yang bisa dibaca di browser itu bebas dipakai. Anggapan ini keliru, dan kasus Photopea jadi contoh jelasnya.
Hal yang perlu dipahami:
Baca juga Telegram Android Kena Bug Panggilan Suara, Cek Versinya
- Tanpa lisensi berarti hak dilindungi penuh. Kalau sebuah software tidak menyertakan lisensi open source, pembuatnya tetap memegang semua hak. Melihat kodenya boleh, menyalin dan mendistribusikan ulang tidak.
- Lisensi tidak bisa "dipinjam". Menempelkan lisensi MIT pada kode milik orang lain tidak membuat kode itu jadi bebas. Lisensi hanya sah kalau diberikan pemilik hak cipta.
- Di Indonesia juga dilindungi. UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta memasukkan program komputer sebagai ciptaan yang dilindungi. Jadi prinsip yang sama berlaku buat developer lokal.
- Menulis ulang dengan AI tetap berisiko. Mengubah nama variabel atau struktur dengan bantuan AI belum tentu menghapus status "turunan" dari karya asli. Pendekatan yang lebih aman adalah clean-room seperti yang diklaim PhotoCraft.
Buat developer Indonesia yang suka membuat "versi gratis" dari aplikasi populer, kasus ini jadi pengingat. Proyek bisa viral dalam hitungan hari, tetapi bisa hilang lebih cepat lagi kalau asal-usul kodenya bermasalah.
Buat pengguna Photopea di Indonesia
Kabar baiknya, Photopea sendiri tidak terdampak. Situs resminya di photopea.com tetap bisa dipakai gratis seperti biasa, langsung dari browser di laptop maupun HP. Yang hilang hanya repo PhotoSuite dan sejumlah salinan tidak resmi Photopea di GitHub.
Beberapa saran praktis supaya tetap aman:
- Pakai situs resmi. Buka Photopea langsung dari photopea.com, bukan dari situs "Photopea offline" atau aplikasi desktop buatan pihak ketiga.
- Hati-hati dengan unduhan dari repo yang kena DMCA. File lama yang masih beredar di grup atau forum sudah tidak bisa dicek keasliannya, jadi risikonya lebih besar.
- Cek pemilik repo dan lisensinya. Nama PhotoSuite pernah dipakai beberapa produk berbeda, jadi pastikan siapa pemilik repo sebelum mengunduh.
- Pilih alternatif yang jelas asal-usulnya. Kalau butuh editor desktop gratis, GIMP dan Krita sudah lama tersedia dengan lisensi open source yang sah. Kalau butuh dukungan PSD yang lebih kuat, Photopea di browser masih jadi pilihan paling praktis.
- Dukung pembuatnya. Photopea gratis dengan iklan, dan ada paket premium untuk menghilangkan iklan. Ini cara paling sederhana agar aplikasi seperti ini tetap hidup.
Untuk pelajar dan UMKM yang biasa mengedit poster, thumbnail, atau foto produk, tidak ada yang berubah. Photopea tetap berjalan normal dan tidak perlu pindah ke aplikasi lain.
Poin penting
- Pembuat Photopea menuding PhotoSuite menyalin kodenya, dengan bukti potongan kode yang identik.
- GitHub memblokir repo PhotoSuite setelah notifikasi DMCA pada 14 Oktober 2026.
- Proyek baru bernama PhotoSplice muncul pada 20 Oktober dengan klaim sudah ditulis ulang memakai Rust.
- Photopea resmi tetap aman dan gratis dipakai dari browser.
- Kode yang bisa dilihat di browser tetap dilindungi hak cipta, termasuk menurut UU Hak Cipta di Indonesia.
Checklist
- Buka Photopea hanya dari situs resmi photopea.com
- Hapus aplikasi PhotoSuite lama kalau tidak yakin asal file-nya
- Cek pemilik dan lisensi sebelum mengunduh editor dari GitHub
- Pilih alternatif berlisensi jelas seperti GIMP atau Krita bila butuh aplikasi desktop
Referensi
- GitHub (2026). DMCA notice 2026-10-14 Photopea
- GitHub (2026). eolix/photosuite issue #77: Photopea developer concerns
- Hacker News (2026). Photopea creator weighs in on Photosuite project
- LavX News (2026). Photopea creator accuses PhotoSuite of code theft in public GitHub dispute
- Asimawdah News (2026). Photopea creator alleges Photosuite copied work in open GitHub issue
- Linux Creators (2026). PhotoSuite returns as PhotoSplice after GitHub takedown
- PhotoCraft (2026). PhotoSuite: Platforms, Pricing, PSD Features and Limits
- HUP (2026). PhotoSuite - Repository unavailable due to DMCA takedown
- PhotoSplice (2026). Open source photo editor with native PSD support
- Pemerintah Republik Indonesia (2014). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta
Pertanyaan Umum
Apakah Photopea masih bisa dipakai gratis?
Kenapa repo PhotoSuite hilang dari GitHub?
Apakah PhotoSplice sama dengan PhotoSuite?
Apakah benar PhotoSuite dibuat dengan AI?
Apa alternatif Photoshop gratis yang aman?
Kesimpulan
Kasus Photopea vs PhotoSuite menunjukkan betapa cepatnya sebuah proyek bisa viral, lalu hilang, ketika asal-usul kodenya dipertanyakan. Pembuat Photopea membawa bukti potongan kode yang identik, GitHub memblokir repo PhotoSuite lewat DMCA, dan proyek penggantinya, PhotoSplice, masih menyisakan pertanyaan yang sama.
Buat pengguna di Indonesia, pesannya sederhana. Photopea resmi tetap aman dan gratis, jadi tidak perlu tergoda versi "offline" dari sumber yang tidak jelas. Buat developer, kasus ini jadi pengingat bahwa kode yang terlihat di browser tetap punya pemilik, dan menulis ulang dengan AI tidak otomatis membuatnya jadi milik sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!
Tinggalkan komentar