Kecerdasan Buatan

Underdog, Aplikasi AI Offline untuk Laptop RTX Spark: Fitur, Syarat, dan Cara Mulai

M
Mughu
10 menit baca
Underdog, Aplikasi AI Offline untuk Laptop RTX Spark: Fitur, Syarat, dan Cara Mulai

NVIDIA membawa Underdog, aplikasi agen AI yang jalan penuh di laptop tanpa cloud, ke RTX Spark. Ini fitur, syarat memori, pilihan agen dan model, serta catatan

NVIDIA memakai panggung GTC Berlin minggu ini untuk menunjukkan bahwa laptop RTX Spark bukan cuma laptop gaming atau laptop editing yang kencang. Salah satu kabar yang paling menarik buat pengguna biasa adalah Underdog, aplikasi agen AI desktop yang menjalankan model AI sepenuhnya di dalam laptop, tanpa mengirim data ke cloud.

Ini adalah langkah yang cukup penting, karena selama ini kebanyakan orang memakai AI lewat layanan online seperti ChatGPT atau Claude. Artikel ini akan menjelaskan apa yang ditawarkan Underdog, laptop apa yang didukung, berapa kira-kira memori yang dibutuhkan supaya agen AI enak dipakai, pilihan agen dan model lain di RTX Spark, serta beberapa catatan buat yang tertarik membeli laptop ini dari Indonesia.

Underdog itu aplikasi apa

Underdog adalah aplikasi agen AI untuk desktop yang dibuat khusus untuk AI lokal dan privat. Lewat blog resminya, NVIDIA menyebut Underdog kini tersedia untuk RTX Spark dan sudah bisa diunduh. Mesin di baliknya bernama Husky, yaitu inference engine yang dioptimalkan per model.

Secara sederhana, ada tiga hal yang membedakan Underdog dari chatbot online biasa:

  1. Model jalan di laptop sendiri. Semua proses AI terjadi di perangkat, jadi prompt, dokumen, dan data pribadi tidak perlu dikirim ke server luar.
  2. Bentuknya agen, bukan sekadar chat. Agen bisa diminta menyelesaikan tugas, bukan hanya menjawab pertanyaan.
  3. Dioptimalkan per model. Husky dirancang supaya tiap model yang didukung bisa jalan seefisien mungkin di hardware NVIDIA.

Catatan: Sampai artikel ini ditulis, NVIDIA belum mencantumkan harga Underdog di pengumumannya. Cek halaman unduhan resminya sebelum memasang, karena detail lisensi bisa berbeda.

Media teknologi XDA Developers juga menyoroti hal yang sama: daya tarik utama Underdog adalah kemudahan mengelola model lokal tanpa harus utak-atik terminal, sementara datanya tetap tinggal di laptop.

Kenapa NVIDIA mendorong AI offline sekarang

Waktunya pas dengan peluncuran RTX Spark. Platform laptop berbasis Arm ini resmi dirilis pada 16 Oktober 2026, lalu NVIDIA langsung menyusulnya dengan deretan software untuk AI lokal di GTC Berlin.

Menurut NVIDIA, RTX Spark punya bekal yang cukup berat untuk ukuran laptop:

  • Memori terpadu sampai 128GB, dipakai bersama oleh CPU dan GPU
  • Performa AI sekitar 1 petaflop
  • Gaming di 1440p sekitar 100 fps
  • Bisa menjalankan model sampai kira-kira 120 miliar parameter dengan konteks hingga 1 juta token, menurut halaman developer NVIDIA

Dengan memori sebesar itu, model AI yang dulu hanya bisa jalan di server sekarang bisa dimuat langsung di laptop. Di sinilah aplikasi seperti Underdog jadi masuk akal. Tanpa software yang gampang dipakai, memori 128GB itu hanya akan dinikmati oleh developer yang paham cara memasang model sendiri.

Ada juga detail kecil yang menarik buat penggemar oprek: NVIDIA menyebut banyak laptop RTX Spark dijual dengan bootloader yang tidak dikunci, supaya developer bisa lebih bebas menyesuaikan agen lokalnya.

Syarat laptop dan memori supaya agen AI enak dipakai

Underdog saat ini dibawa ke laptop RTX Spark. Laptopnya sendiri sudah tersedia dari ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft, dan MSI, sedangkan Acer menyusul.

Yang perlu diperhatikan adalah ukuran memori. Di panduan "Set Up Your First AI Agent" untuk RTX Spark, NVIDIA memberi patokan yang cukup jelas:

Kebutuhan Rekomendasi NVIDIA
Ukuran model lokal yang nyaman untuk agen Sekitar 30B parameter
Memori yang biasanya dibutuhkan 48GB atau lebih
Batas atas model di RTX Spark Sekitar 120B parameter
Model lokal di GeForce RTX biasa (VRAM sampai 32GB) Sampai sekitar 50B parameter

Artinya, kalau tujuan utama membeli laptop RTX Spark adalah menjalankan agen AI secara offline, varian memori kecil kurang ideal. Model kecil memang tetap bisa jalan, tapi kualitas jawabannya biasanya turun dan agen jadi lebih sering salah langkah.

Tips: Kalau anggaran terbatas, prioritaskan memori yang lebih besar dibandingkan penyimpanan SSD yang besar. SSD masih bisa ditambah dengan drive eksternal, sedangkan memori terpadu tidak bisa di-upgrade.

Pilihan agen dan model lain di RTX Spark

Underdog bukan satu-satunya jalan. Di halaman panduan RTX Spark, NVIDIA merekomendasikan tiga agen yang sudah dioptimalkan untuk jalan secara lokal:

  1. Hermes Agent, agen personal yang diklaim terus belajar dari setiap interaksi. Saat setup, Hermes akan memandu lewat percakapan untuk menghubungkan aplikasi dan memilih model lokal atau cloud. NVIDIA menyarankan memilih Qwen3.8 27B di bagian LOCAL.
  2. OpenClaw, agen serbaguna untuk urusan pribadi maupun kerja.
  3. Perplexity, agen yang fokus pada riset untuk tugas kompleks, tapi butuh langganan Perplexity.

NVIDIA juga menyebut agen berbasis cloud seperti ChatGPT dan Claude tetap bisa dipakai di laptop ini, hanya saja keduanya membutuhkan langganan dan datanya diproses di server mereka.

Selain agen, ada beberapa kabar model yang ikut diumumkan:

  • Recursive Flint, model coding lokal dari Recursive Superintelligence. Model ini memakai arsitektur mixture-of-experts dengan 40 miliar parameter tapi hanya 2,5 miliar yang aktif sekali jalan. Bobotnya terbuka di Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0, dan kernel khususnya diklaim menaikkan kecepatan generasi di RTX Spark sampai 55%.
  • Dukungan hari pertama untuk model baru dari Nemotron, GLM, DeepSeek, Qwen, MiniMax, dan FLUX.3.
  • Akselerasi baru untuk llama.cpp dan vLLM, termasuk speculative decoding dengan MTP untuk Qwen 3.8 Flash Next yang diklaim mempercepat tugas agen sampai 1,4 kali di GPU RTX Pro 6000 Blackwell.

Buat pengguna biasa, poin pentingnya sederhana: pilihan model lokal makin banyak dan makin cepat, jadi laptop RTX Spark tidak bergantung pada satu aplikasi saja.

Cara mulai pakai agen AI lokal di RTX Spark

NVIDIA sudah menyiapkan "playbook" resmi untuk pemilik baru RTX Spark. Alurnya kurang lebih seperti ini:

  1. Pilih agen. Pasang Underdog, Hermes, OpenClaw, atau Perplexity sesuai kebutuhan.
  2. Pilih model lokal. Saat setup, pilih opsi model lokal kalau ditawarkan. Untuk Hermes, NVIDIA menyarankan Qwen3.8 27B.
  3. Atur profil keamanan. Mulai dari pengaturan default. Kalau ingin lebih aman, pilih level yang lebih tinggi supaya agen selalu minta izin sebelum bertindak.
  4. Hubungkan aplikasi. Agen bekerja paling baik kalau punya akses ke aplikasi yang memang dipakai sehari-hari.
  5. Coba tugas pertama. NVIDIA memberi contoh yang cukup praktis, yaitu meminta agen memasang daftar aplikasi favorit di laptop baru dalam versi yang paling cocok untuk RTX Spark.

Contoh perintah yang disarankan NVIDIA bentuknya seperti ini:

BASH
This is a new RTX Spark. Please help me install [Google Chrome, Microsoft Office, Adobe Photoshop, ...]

Perintahnya boleh juga ditulis dalam Bahasa Indonesia. Hanya saja, model lokal ukuran menengah kadang lebih stabil kalau instruksinya pendek dan jelas, apa pun bahasanya.

Peringatan: Agen yang bisa memasang aplikasi dan mengakses file punya akses cukup luas ke laptop. Jangan langsung memberi izin penuh sebelum paham apa saja yang bisa dilakukan agen tersebut.

Demo GTC: agen di laptop sampai melatih robot

Di keynote GTC Berlin, Jensen Huang menunjukkan contoh yang cukup ekstrem. Agen AI yang jalan di RTX Spark dipakai untuk melatih robot Microduck dari Hugging Face dengan bantuan Isaac Lab, Hermes Agent, dan model Nemotron 3.5 Bolt 74B.

Demo ini tentu bukan gambaran pemakaian harian kebanyakan orang. Tapi pesannya jelas, yaitu laptop RTX Spark diposisikan sebagai PC yang bisa menjalankan pekerjaan AI berat tanpa harus menyewa server.

Untuk kebutuhan sehari-hari, contoh yang lebih realistis antara lain:

  • Merangkum dokumen kantor yang sifatnya rahasia tanpa mengunggahnya ke layanan online
  • Membantu coding di proyek internal dengan model lokal seperti Recursive Flint
  • Merapikan file, memasang aplikasi, atau menyiapkan laptop baru lewat perintah teks
  • Tetap bisa memakai AI saat koneksi internet sedang lambat atau kuota menipis

Yang relevan buat pengguna di Indonesia

Bagian ini mungkin yang paling penting buat pembaca di sini. Aplikasi AI offline punya beberapa keuntungan yang terasa nyata di Indonesia:

  1. Hemat kuota dan tahan internet lemot. Setelah model terunduh, pemakaian sehari-hari tidak lagi bergantung pada koneksi. Ini cocok buat yang sering kerja di tempat dengan sinyal kurang stabil.
  2. Data kantor tidak keluar. Banyak perusahaan dan instansi punya aturan ketat soal data. Model yang berjalan di laptop membuat dokumen sensitif tetap berada di perangkat.
  3. Tidak perlu bayar langganan dalam dolar. Model lokal tidak memakai kuota langganan bulanan, beda dengan ChatGPT Plus atau Claude Pro yang tagihannya dalam dolar.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum membeli:

  • Harga laptopnya belum murah. Rincian estimasi harga dan spek sudah kami bahas di artikel harga Nvidia RTX Spark N1X. Varian dengan memori besar jelas ada di kelas atas.
  • Ketersediaan resmi di Indonesia bisa menyusul. Gelombang pertama biasanya masuk ke AS, Eropa, dan Tiongkok lebih dulu. Unit impor tanpa garansi resmi sebaiknya dipertimbangkan matang-matang.
  • Model unduhan cukup besar. Model 27B atau 30B bisa berukuran belasan sampai puluhan gigabyte, jadi unduhan pertamanya tetap butuh koneksi yang lumayan.
  • Kemampuan Bahasa Indonesia berbeda tiap model. Model besar seperti Qwen umumnya cukup paham Bahasa Indonesia, tapi tetap ada baiknya mengetes dulu sebelum dipakai untuk pekerjaan penting.

Yang masih belum jelas

Beberapa pertanyaan masih belum dijawab NVIDIA secara rinci:

  • Harga dan skema lisensi Underdog belum dicantumkan di pengumuman NVIDIA.
  • Daftar model yang didukung Husky belum dijabarkan lengkap di blog resminya.
  • Dukungan untuk GPU GeForce RTX biasa belum disebut secara eksplisit, karena pengumuman ini fokus ke RTX Spark.

Kalau detail ini sudah keluar, gambaran soal siapa yang paling cocok memakai Underdog akan jauh lebih jelas.

Poin penting

  • Underdog adalah aplikasi agen AI desktop yang menjalankan model sepenuhnya di laptop lewat mesin Husky.
  • Aplikasinya kini tersedia untuk laptop RTX Spark yang rilis 16 Oktober 2026.
  • NVIDIA menyarankan model sekitar 30B dengan memori 48GB atau lebih untuk pengalaman agen yang nyaman.
  • Agen lain yang direkomendasikan adalah Hermes, OpenClaw, dan Perplexity.
  • Recursive Flint hadir sebagai model coding lokal berlisensi Apache 2.0.
  • Harga Underdog dan ketersediaan resmi RTX Spark di Indonesia belum diumumkan.

Referensi

  1. NVIDIA Blog (2026). Bringing the Spark to Europe: Local Intelligence Powers Next Wave of Agents
  2. NVIDIA Build (2026). Set Up Your First AI Agent on Your RTX Spark
  3. NVIDIA Developer (2026). Build Local AI With NVIDIA GPUs
  4. XDA Developers (2026). Nvidia's new Underdog app makes managing your local AI models even easier
  5. XDA Developers (2026). Nvidia brings Underdog to the RTX Spark, making it easier to run AI models locally
  6. Tech Critter (2026). NVIDIA @ GTC Berlin 2026: Big upgrades to DGX Spark + Station and RTX Spark

Pertanyaan Umum

Underdog dari NVIDIA itu aplikasi apa?
Underdog adalah aplikasi agen AI untuk desktop yang menjalankan model AI sepenuhnya di laptop. Aplikasi ini memakai mesin inference bernama Husky, sehingga prompt dan data pengguna tidak perlu dikirim ke cloud.
Apakah Underdog bisa dipakai tanpa internet?
Model di Underdog berjalan di perangkat, jadi pemrosesan AI tidak bergantung pada server luar. Koneksi internet tetap dibutuhkan untuk mengunduh aplikasi dan model di awal, juga untuk tugas agen yang memang perlu membuka layanan online.
Berapa RAM yang dibutuhkan untuk menjalankan agen AI lokal di RTX Spark?
NVIDIA menyarankan model sekitar 30B parameter untuk pengalaman agen yang nyaman, dan model sebesar itu biasanya membutuhkan perangkat RTX Spark dengan memori 48GB atau lebih.
Laptop apa saja yang memakai RTX Spark?
Laptop RTX Spark sudah tersedia dari ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft, dan MSI. Acer disebut akan menyusul.
Apakah Underdog gratis?
NVIDIA belum mencantumkan harga atau skema lisensi Underdog di pengumumannya. Sebaiknya cek halaman unduhan resmi sebelum memasang.
Apakah RTX Spark sudah resmi dijual di Indonesia?
Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal ketersediaan RTX Spark di Indonesia. Gelombang pertama biasanya masuk ke pasar AS, Eropa, dan Tiongkok lebih dulu.

Kesimpulan

Underdog menunjukkan arah yang sedang dikejar NVIDIA, yaitu laptop yang bisa menjalankan agen AI sendiri tanpa harus selalu terhubung ke cloud. Dengan memori sampai 128GB, RTX Spark punya cukup tenaga untuk model menengah, dan aplikasi seperti Underdog membuat kemampuan itu lebih mudah dipakai orang biasa.

Buat pengguna di Indonesia, AI offline terasa menarik karena hemat kuota, tahan internet lemot, dan aman untuk data kantor. Tapi harga laptopnya masih tinggi, varian memori kecil kurang ideal untuk agen, dan detail harga Underdog belum diumumkan. Jadi, kalau memang tertarik, ada baiknya menunggu ketersediaan resmi dan memilih varian memori yang cukup besar sejak awal.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar