Software

WhatsApp Restricted Chat Mulai Diuji, Chat Sensitif Kini Bisa Ditutup dari WhatsApp Web

M
Mughu
14 menit baca
WhatsApp Restricted Chat Mulai Diuji, Chat Sensitif Kini Bisa Ditutup dari WhatsApp Web

Restricted Chat WhatsApp mulai diuji di beta. Chat sensitif bisa dikunci ke HP utama, hilang dari WA Web, dan tertutup untuk bot serta agen AI.

WhatsApp mulai membagikan fitur privasi baru bernama Restricted Chat kepada sebagian penguji beta di Android dan iPhone. Ini adalah versi lanjutan dari Advanced Chat Privacy yang sudah ada sejak April 2025, tetapi dengan satu kunci tambahan yang cukup besar dampaknya: chat yang dibatasi hanya bisa dibuka dari HP utama, tidak lagi muncul di WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, atau HP kedua.

Langkah ini bukan sekadar ganti nama. WhatsApp secara terang-terangan menyebut tujuannya untuk mencegah orang di dalam chat memakai klien tidak resmi atau agen AI yang biasanya menumpang lewat jalur perangkat tertaut.

Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang baru di Restricted Chat, perbedaannya dengan Advanced Chat Privacy dan Chat Lock, versi beta yang dibutuhkan, bagaimana dampaknya bagi pengguna WhatsApp Web dan pelaku usaha di Indonesia, serta perkiraan kapan fitur ini sampai ke versi stabil.

Restricted Chat WhatsApp: pengganti Advanced Chat Privacy dengan kunci baru

Restricted Chat pertama kali terlihat dalam tahap pengembangan sekitar pertengahan September 2026. Saat itu Help Net Security dan WABetaInfo melaporkan kodenya sudah ada di beta Android, tetapi tombolnya belum bisa dinyalakan. Baru pada 2 Oktober 2026 fitur ini benar-benar mulai digulirkan ke sebagian penguji Android, lalu menyusul ke iPhone sehari kemudian.

Berikut ringkasan status terbarunya:

  1. Android: WhatsApp beta 2.26.39.11 dari Google Play (beberapa media menyebut juga build 2.26.36.4).
  2. iPhone: WhatsApp beta 26.39.10.20 lewat TestFlight.
  3. Status: bertahap, hanya untuk sebagian penguji. Memasang versi beta tidak menjamin opsi ini langsung muncul.
  4. Tanggal stabil: belum diumumkan WhatsApp.

Menurut WABetaInfo, alasan pergantian nama cukup sederhana. Nama "Advanced Chat Privacy" ternyata membuat sebagian orang mengira chat mereka tidak aman kalau fitur itu tidak dinyalakan. Padahal pesan dan panggilan WhatsApp selalu dilindungi enkripsi end-to-end, baik fitur ini aktif maupun tidak. Nama "Restricted Chat" dianggap lebih jujur: ini lapisan kontrol tambahan, bukan syarat supaya chat aman.

Catatan: Kalau di menu info chat masih tertulis "Advanced chat privacy" atau "Privasi chat tingkat lanjut", artinya akun tersebut belum kebagian Restricted Chat.

Empat batasan yang langsung berlaku setelah fitur dinyalakan

Begitu satu chat dibatasi, WhatsApp menampilkan pesan sistem di dalam percakapan. Isinya memberi tahu bahwa pesan di chat itu hanya bisa dikirim dan diterima lewat perangkat utama. Setelah itu, ada empat batasan yang berlaku untuk semua orang di chat tersebut, bukan hanya untuk orang yang menyalakannya.

Empat batasan itu adalah:

  1. Media tidak tersimpan otomatis ke galeri. Foto dan video dari chat itu tidak langsung masuk ke galeri HP penerima.
  2. Chat tidak bisa diekspor. Tombol ekspor riwayat percakapan dimatikan, jadi isi chat tidak bisa dipindahkan utuh ke luar WhatsApp dengan sekali ketuk.
  3. Meta AI tidak bisa dipakai di chat itu. Fitur Meta AI tidak bisa dipanggil di dalam percakapan yang dibatasi.
  4. Perangkat tertaut tidak bisa membuka chat itu. Ini batasan baru. Percakapan tidak akan muncul atau tersinkron ke WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, maupun HP kedua.

Tiga poin pertama sebenarnya warisan dari Advanced Chat Privacy. Poin keempat itulah yang membuat Restricted Chat terasa jauh lebih "galak" dibanding versi sebelumnya.

Ada satu hal yang perlu dipahami supaya ekspektasinya pas. Batasan ini tidak membuat chat jadi anti-screenshot. EFF pernah mengingatkan soal Advanced Chat Privacy bahwa orang masih bisa mengambil tangkapan layar atau menyimpan media satu per satu secara manual. Fitur ini membuat kebocoran massal dan otomatis jadi lebih sulit, bukan menutup semua kemungkinan.

Kenapa blokir perangkat tertaut jadi sorotan utama

Fitur perangkat tertaut (linked devices) memungkinkan satu akun WhatsApp dipakai di HP utama plus maksimal empat perangkat lain, termasuk WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, dan HP kedua. Perangkat tertaut tetap bisa jalan walaupun HP utama sedang mati, dan baru otomatis keluar kalau HP utama tidak dipakai lebih dari 14 hari.

Masalahnya, jalur yang sama juga dipakai oleh banyak alat tidak resmi. Berikut gambaran sederhananya:

flowchart LR
    A[HP utama] -->|sinkron| B[WhatsApp Web / Desktop]
    A -->|sinkron| C[Tablet / HP kedua]
    A -->|sinkron| D[Klien tidak resmi / bot / agen AI]
    E[Chat biasa] --> A
    F[Restricted Chat] -.->|hanya di| A
    F --x|tidak tersinkron| B
    F --x|tidak tersinkron| D

Help Net Security menjelaskan celahnya dengan cukup gamblang. Sebagian orang menautkan akunnya ke klien web modifikasi yang bisa membaca percakapan. Sebagian alat itu kemudian meneruskan pesan ke agen AI untuk diproses, sementara lawan bicara di chat tidak tahu sama sekali.

Contohnya bukan teori. Asisten AI open-source seperti OpenClaw menyediakan kanal WhatsApp yang berjalan lewat Baileys, pustaka tidak resmi yang menyamar sebagai perangkat tertaut WhatsApp Web. Dokumentasi dan komunitasnya sendiri sudah memperingatkan risiko akun dibatasi atau diblokir kalau dipakai sembarangan.

Dengan Restricted Chat, satu percakapan tertentu benar-benar tidak dikirim ke perangkat tertaut. Artinya, alat apa pun yang tersambung lewat jalur itu tidak punya isi chat untuk dibaca. Inilah alasan WhatsApp menulis di deskripsi fitur bahwa batasan ini membantu mencegah orang di chat memakai "unofficial clients or AI agents" untuk mengaksesnya.

Tips: Sambil menunggu fitur ini sampai, buka Setelan > Perangkat tertaut dan keluarkan perangkat yang sudah tidak dikenali atau tidak dipakai. Langkah ini sudah bisa dilakukan sekarang tanpa beta.

Menariknya, langkah ini datang berbarengan dengan upaya WhatsApp membuka jalur resmi untuk agen AI. Sejak September 2026, WhatsApp menguji chat dengan agen AI pihak ketiga lewat API key di beta iOS. Di sisi bisnis, sejak 15 Januari 2026 WhatsApp juga melarang asisten AI serba guna memakai WhatsApp Business API sebagai produk utama, sementara otomatisasi layanan pelanggan tetap boleh. Polanya cukup jelas: agen AI dipersilakan masuk lewat pintu resmi, sedangkan jalur belakang lewat perangkat tertaut mulai dipersempit.

Beda Restricted Chat, Advanced Chat Privacy, dan Chat Lock

Tiga fitur ini sering tertukar karena namanya sama-sama berbau privasi. Padahal masalah yang diselesaikan berbeda.

Fitur Melindungi dari Chat masih ada di WA Web? Status
Chat Lock Orang yang memegang HP dalam keadaan terbuka Ya Sudah stabil
Advanced Chat Privacy Ekspor chat, auto-save media, Meta AI Ya Stabil, akan diganti
Restricted Chat Semua di atas + perangkat tertaut, klien tidak resmi, agen AI Tidak Beta bertahap

Penjelasan singkatnya seperti ini:

  • Chat Lock menaruh chat di balik verifikasi tambahan (sidik jari, wajah, atau kode). Cocok kalau kekhawatirannya adalah orang lain meminjam HP.
  • Advanced Chat Privacy membatasi apa yang bisa dilakukan lawan bicara terhadap isi chat, tetapi chat tetap tersinkron ke semua perangkat tertaut.
  • Restricted Chat membawa semua batasan Advanced Chat Privacy dan menambahkan pemutusan sinkronisasi ke perangkat tertaut.

Ada catatan penting soal peralihan. Menurut iThinkDiff yang mengutip Pusat Bantuan WhatsApp, chat yang sudah memakai Advanced Chat Privacy tidak otomatis pindah. Salah satu peserta harus membuka info chat, memilih Upgrade, lalu Continue. Kalau Advanced Chat Privacy dimatikan, pilihan yang muncul berikutnya sudah bernama Restricted Chat.

Cara mengaktifkan Restricted Chat dan versi beta yang dibutuhkan

Bagian ini sengaja dibuat singkat, karena langkahnya memang sederhana. Fitur ini mati secara default, jadi harus dinyalakan manual per chat.

  1. Pasang WhatsApp beta 2.26.39.11 (Android) atau 26.39.10.20 (iPhone via TestFlight).
  2. Buka chat pribadi yang ingin dibatasi.
  3. Ketuk nama kontak di bagian atas untuk masuk ke halaman info chat.
  4. Gulir ke bawah, pilih Restricted Chat, lalu nyalakan.
  5. Pastikan muncul pesan sistem di chat sebagai tanda batasan sudah aktif.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Chat pribadi dulu. WABetaInfo dan Mashable Indonesia menyebut fitur ini saat ini baru tersedia untuk chat individu. iThinkDiff mencatat teks Pusat Bantuan juga sudah menyebut grup, di mana pengaturannya dipegang admin. Jadi dukungan grup kemungkinan menyusul.
  • Kedua pihak bisa menyalakan dan mematikan. Seperti Advanced Chat Privacy, di chat pribadi siapa pun dari dua orang itu bisa mengubah pengaturan, dan perubahan akan diumumkan lewat pesan sistem.
  • Butuh versi terbaru. Batasan berlaku bagi semua peserta yang sudah memakai versi WhatsApp terbaru.

Peringatan: Program beta WhatsApp sering penuh, dan versi beta kadang masih ada bug. Untuk HP kerja atau akun bisnis, lebih aman menunggu versi stabil.

Dampaknya buat pengguna WhatsApp di Indonesia

WhatsApp adalah aplikasi pesan paling dominan di Indonesia. Data statsindo per Maret 2026 memperkirakan penggunanya sekitar 169 juta orang, atau sekitar 90,9% dari pengguna media sosial. Karena itu, perubahan kecil di cara WhatsApp menyinkronkan chat bisa terasa besar di sini.

Beberapa kelompok yang paling terasa dampaknya:

  1. Pekerja kantoran yang mengandalkan WhatsApp Web. Banyak orang membalas chat kerja dari laptop. Kalau seorang klien atau atasan menyalakan Restricted Chat, chat itu akan hilang dari laptop dan hanya bisa dibalas lewat HP.
  2. Admin toko online dan CS UMKM. Banyak usaha kecil memakai WhatsApp Web di beberapa komputer sekaligus untuk membalas pembeli. Chat yang dibatasi tidak akan terlihat dari komputer admin.
  3. Pengguna "WA gateway" dan bot tidak resmi. Layanan blast, auto-reply, dan bot berbasis WhatsApp Web masih cukup populer untuk usaha kecil. Alat seperti ini bekerja lewat jalur perangkat tertaut, sehingga tidak akan bisa membaca atau membalas chat yang dibatasi.
  4. Pengguna Meta AI. Meta AI sudah tersedia di WhatsApp Indonesia dan mendukung bahasa Indonesia sejak akhir 2024. Di chat yang dibatasi, fitur Meta AI tidak bisa dipakai.

Sisi positifnya juga jelas. Untuk obrolan sensitif seperti data keluarga, urusan kesehatan, dokumen keuangan, atau percakapan dengan pengacara, fitur ini memberi jaminan tambahan bahwa isi chat tidak ikut tersinkron ke laptop kantor yang lupa di-logout atau ke alat otomatis milik lawan bicara.

Untuk ketersediaan, Kompas Tekno melaporkan pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, bahwa Restricted Chat belum terlihat di akun WhatsApp yang mereka pantau di Indonesia. Karena rollout beta WhatsApp biasanya tidak dikunci per negara, peluangnya tetap terbuka untuk penguji beta di Indonesia dalam beberapa minggu ke depan.

Tips: Buat pelaku usaha yang masih memakai bot tidak resmi, ini saat yang pas untuk mulai melirik jalur resmi seperti WhatsApp Business App atau WhatsApp Business Platform, supaya layanan pelanggan tidak tiba-tiba putus di chat yang dibatasi.

Reaksi warganet dan hal yang masih jadi pertanyaan

Respons terhadap Restricted Chat cukup beragam. Di kolom komentar GSMArena, sebagian pembaca menyambut baik, tetapi ada juga yang skeptis dan menyindir bahwa Meta tetap saja punya akses ke banyak data. Ada pula pembaca yang bingung dengan poin "Meta AI tidak bisa dipakai", karena merasa perintah @Meta AI di chat pribadi sudah jarang terlihat.

Beberapa catatan yang sering muncul dari diskusi di media sosial dan forum:

  • Trauma hoaks lama. EFF pada September 2025 menulis bahwa sempat ada unggahan viral yang keliru, menyebut Meta AI bisa membaca semua chat kalau Advanced Chat Privacy tidak dinyalakan. Itu tidak benar. Pergantian nama jadi Restricted Chat diharapkan meredam salah paham semacam ini.
  • Kritik soal kontrol sepihak. Sejak era Advanced Chat Privacy, ada thread di Reddit r/whatsapp yang menyebut fitur itu sekadar "malicious compliance", dan EFF juga mencatat bahwa lawan bicara bisa mematikan pengaturan kapan saja. Restricted Chat sejauh ini masih mewarisi sifat yang sama di chat pribadi.
  • Kekhawatiran pengguna laptop. AndroidPure dan beberapa media lain menekankan bahwa chat yang dibatasi praktis berubah jadi chat khusus HP. Buat yang hampir seharian kerja dari laptop, ini terasa merepotkan.
  • Sambutan dari kalangan keamanan. Help Net Security dan Digit menilai pemutusan perangkat tertaut menutup celah nyata, terutama karena makin banyak orang menyambungkan WhatsApp ke agen AI tanpa sepengetahuan lawan bicaranya.

Pertanyaan yang belum terjawab juga masih ada. WhatsApp belum menjelaskan apakah nantinya ada opsi supaya hanya satu pihak yang boleh mematikan batasan. Selain itu, belum jelas bagaimana fitur ini akan bekerja di grup besar yang anggotanya banyak memakai WhatsApp Web.

Kapan Restricted Chat rilis ke semua pengguna

Sampai 5 Oktober 2026, WhatsApp belum memberi tanggal resmi. Meski begitu, urutan kejadiannya bisa jadi gambaran:

  1. 23 April 2025: Advanced Chat Privacy diperkenalkan resmi di blog WhatsApp.
  2. Sekitar 10–14 September 2026: Restricted Chat terlihat dalam pengembangan di beta Android, tetapi belum bisa dinyalakan.
  3. 2 Oktober 2026: mulai digulirkan ke sebagian penguji beta Android (2.26.39.11).
  4. 3–4 Oktober 2026: menyusul ke penguji beta iPhone (26.39.10.20).
  5. Berikutnya: WABetaInfo menyebut rollout ke lebih banyak penguji akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, sebelum masuk versi stabil.

Pola fitur WhatsApp sebelumnya menunjukkan jarak dari beta ke stabil bisa beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung masukan dari penguji. Fitur ini juga datang di tengah rangkaian pembaruan privasi lain, seperti kontrol orang tua untuk akun remaja yang diumumkan pada 30 September 2026 dan rencana memindahkan Saluran ke tab Chat.

Poin penting

  • Restricted Chat adalah pengganti Advanced Chat Privacy di WhatsApp, kini dalam beta Android 2.26.39.11 dan iOS 26.39.10.20.
  • Ada empat batasan: tanpa auto-save media, tanpa ekspor chat, tanpa Meta AI, dan tanpa akses dari perangkat tertaut.
  • Chat yang dibatasi hanya bisa dibuka di HP utama, tidak di WhatsApp Web, desktop, tablet, atau HP kedua.
  • Tujuannya menutup jalur klien tidak resmi dan agen AI yang menumpang lewat perangkat tertaut.
  • Enkripsi end-to-end tidak berubah, baik fitur aktif maupun tidak.
  • Chat lama dengan Advanced Chat Privacy perlu di-upgrade manual.
  • Belum ada tanggal rilis stabil, dan per 5 Oktober 2026 fitur ini belum terlihat di Indonesia menurut Kompas Tekno.

Referensi

  1. WABetaInfo (2026). WhatsApp is rolling out restricted chats on Android beta
  2. GSMArena (2026). WhatsApp's Restricted Chat feature is now available to beta users on Android and iOS
  3. Digital Trends (2026). WhatsApp is testing a privacy upgrade for chats you want to keep off linked devices
  4. iThinkDiff (2026). WhatsApp Starts Rolling Out Restricted Chat to iPhone Beta Testers
  5. Help Net Security (2026). WhatsApp Restricted Chat locks a conversation to your primary phone
  6. AndroidPure (2026). WhatsApp Restricted Chat Starts Rolling Out in Beta: What It Blocks
  7. News18 (2026). WhatsApp's New Restricted Chat Feature Is Rolling Out: What It Does And How To Use It
  8. The Times of India (2026). WhatsApp's restricted chat feature is now available to these users
  9. Digit (2026). WhatsApp is doing this to prevent your chats from leaking to AI agents and unofficial clients
  10. Kompas Tekno (2026). WhatsApp Mulai Sebar Fitur Chat "Aman", Bisa Batasi Media dan Akses Percakapan
  11. Liputan6 (2026). WhatsApp Uji Restricted Chat untuk Cegah AI Sadap Isi Pesan, Ini Cara Kerjanya
  12. Mashable Indonesia (2026). WhatsApp Uji Fitur Baru, Chat Tertentu Hanya Bisa Diakses dari HP Utama
  13. Electronic Frontier Foundation (2025). What WhatsApp's "Advanced Chat Privacy" Really Does
  14. WhatsApp Help Center. About linked devices
  15. TechCrunch (2025). WhatsApp changes its terms to bar general-purpose chatbots from its platform
  16. OpenClaw Docs. WhatsApp channel
  17. WhatsApp Blog (2026). New Controls to Help Parents Guide Their Teens on WhatsApp
  18. Statsindo (2026). Media Sosial Indonesia — Data & Statistik

Pertanyaan Umum

Apakah Restricted Chat WhatsApp sudah bisa dipakai di Indonesia?
Belum secara luas. Fitur ini baru digulirkan bertahap ke sebagian penguji beta Android (2.26.39.11) dan iPhone (26.39.10.20). Kompas Tekno melaporkan fitur ini belum terlihat di akun yang mereka pantau di Indonesia pada 5 Oktober 2026. Karena rollout beta tidak dikunci per negara, penguji beta di Indonesia tetap berpeluang mendapatkannya dalam beberapa minggu ke depan.
Apakah chat yang dibatasi tetap bisa dibuka di WhatsApp Web?
Tidak. Ini adalah perubahan utama Restricted Chat. Percakapan yang dibatasi hanya tersedia di HP utama masing-masing peserta, dan tidak tersinkron ke WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, maupun HP kedua yang tertaut ke akun yang sama.
Apa bedanya Restricted Chat dengan Chat Lock?
Chat Lock melindungi chat dari orang yang memegang HP dalam keadaan terbuka, dengan cara meminta sidik jari, wajah, atau kode. Chat yang dikunci tetap muncul di perangkat tertaut. Restricted Chat bekerja sebaliknya: chat tetap terbuka di HP utama, tetapi dihapus dari semua perangkat tertaut dan ditutup dari ekspor, auto-save media, serta Meta AI.
Apakah Restricted Chat membuat pesan lebih terenkripsi?
Tidak ada perubahan pada enkripsi. WhatsApp menegaskan pesan dan panggilan pribadi selalu dilindungi enkripsi end-to-end, baik Restricted Chat aktif maupun tidak. Fitur ini hanya membatasi apa yang bisa dilakukan terhadap isi chat dan di perangkat mana chat itu bisa dibuka.
Apakah bot WhatsApp dan agen AI seperti OpenClaw masih bisa membaca chat yang dibatasi?
Untuk alat yang tersambung lewat jalur perangkat tertaut, jawabannya tidak. Banyak bot tidak resmi dan agen AI bekerja dengan menyamar sebagai WhatsApp Web, sehingga chat yang dibatasi tidak akan pernah sampai ke alat tersebut. Layanan resmi lewat WhatsApp Business Platform punya jalur yang berbeda dan tidak dibahas dalam fitur ini.
Apakah lawan bicara bisa mematikan Restricted Chat?
Bisa. Di chat pribadi, siapa pun dari dua peserta bisa menyalakan atau mematikan pengaturan ini, dan setiap perubahan akan diumumkan lewat pesan sistem di dalam chat. Untuk grup, Pusat Bantuan WhatsApp menyebut pengaturannya dipegang oleh admin.

Kesimpulan

Restricted Chat adalah langkah WhatsApp untuk membuat pengaturan privasi per chat jadi lebih jelas dan lebih tegas. Selain mewarisi batasan ekspor, auto-save media, dan Meta AI dari Advanced Chat Privacy, fitur ini menambahkan pemutusan sinkronisasi ke perangkat tertaut. Hasilnya, chat sensitif hanya hidup di HP utama dan tertutup dari klien tidak resmi maupun agen AI yang menumpang lewat jalur WhatsApp Web.

Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini akan terasa paling nyata bagi pekerja yang mengandalkan WhatsApp Web dan pelaku usaha yang memakai bot tidak resmi. Selama menunggu versi stabil, langkah paling praktis yang bisa dilakukan sekarang adalah merapikan daftar perangkat tertaut dan, bagi pelaku usaha, mulai menyiapkan jalur resmi untuk layanan pelanggan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar